Pengobatan PCOS Yang Disarankan Dokter

612
pengobatan PCOS
Credit: Shutterstock

Diedit:

Teratur olahraga, pola makan sehat, kontrol berat badan, dan tidak merokok adalah bagian penting dari pengobatan PCOS. Tapi tahukah Anda bahwa secara medis, dokter menggunakan cara yang berbeda untuk mengobati PCOS pada wanita yang ingin hamil dan yang tidak?

Pada kesempatan kali ini kami akan mencoba mengupas mengenai apa saja metode pengobatan yang lazim dilakukan pada penyakit PCOS. Meskipun ada yang berpendapat bahwa PCOS tidak bisa sembuh, namun hingga saat ini dokter menggunakan berbagai macam metode pengobatan untuk menangani kondisi ini.

Metode-Metode dalam Pengobatan PCOS

Pada dasarnya PCOS atau Polycystic Ovary Syndrome adalah penyakit yang berkaitan erat dengan masalah hormonal. Setidaknya ada 3 peran hormon yang perlu diperhatikan, yakni androgen, progesteron, dan insulin.

Gejala yang Sering Dikeluhkan Penderita PCOS

Pasien PCOS akan mengalami gangguan berupa peningkatan kadar hormon androgen dan insulin di atas normal yang disertai dengan turunnya kadar progesteron hingga level rendah.

Kondisi tersebut memicu sejumlah kondisi pada pasien, yang meliputi gangguan general pada fungsi metabolisme, kadar glukosa darah, pembakaran lemak, daya tahan tubuh, feminitas, kesuburan, genital, dan kesehatan kulit serta rambut.

Meski menunjukan sejumlah gejala yang kompleks, pengobatan PCOS umumnya berfokus pada masalah hormonal. Dan karenanya metode utama yang diberikan adalah dengan mengendalikan lonjakan tidak normal pada hormon. Pasien juga akan mendapatkan perawatan untuk membantu menekan sejumlah efek samping yang muncul.

Untuk mengatur ulang keseimbangan hormon pada tubuh, dibutuhkan langkah yang cukup rumit. Kita tidak akan berhasil hanya dengan sekadar mengonsumsi obat-obatan. Karena dalam hal ini pola makan sehari-hari akan banyak berpengaruh pada keberhasilan pengobatan PCOS. Begitu pula dengan gaya hidup kita.

Bagaimana Cara Pengobatan PCOS yang Tepat?

Agar tepat sasaran, pengobatan PCOS harus disesuaikan dengan kekhawatiran atau keluhan yang dirasakan oleh pasien. Misalnya kekhawatiran akan masalah kesuburan, keluhan tumbuhnya banyak bulu di tubuh, jerawatan, atau problem kegemukan.

Karena itu, perawatan bagi pasien PCOS mungkin melibatkan perubahan pada gaya hidup atau konsumsi obat. Menurut sumber mayoclinic.org, berikut adalah sejumlah terapi dan metode pengobatan PCOS yang lazim diberikan pada pasien.

Perubahan Gaya Hidup

Bagi pasien PCOS, mengubah gaya hidup jadi lebih sehat memiliki peran sangat penting sehingga perlu diupayakan seawal mungkin. Terapi pengobatan yang dilakukan akan efektif hanya bila gaya hidup yang dijalankan sudah cukup sehat.

Ini karena ada hubungan langsung antara PCOS dengan resistensi insulin, yang tentu saja akan berkaitan erat dengan masalah kadar gula darah dan produksi energi. Dalam pembahasan lain juga diungkap bahwa wanita yang obesitas sangat rentan mengalami PCOS.

Coba mulai dengan kendalikan pola makan, kurangi asupan gula dan karbohidrat sederhana, kendalikan asupan lemak, dan maksimalkan asupan sayuran serta buah. Lakukan olahraga rutin sesuai kemampuan.

Pada dasarnya ini adalah cara mudah dalam meningkatkan pembakaran lemak dan asupan daging-dagingan. Sekaligus cara mudah untuk menjaga stabilitas kadar gula darah.

Kontrol Berat Badan

Dalam ulasan Current Pharmaceutical Design tahun 2012 dijelaskan adanya peran obesitas dalam mendorong kecenderungan seorang wanita mengalami PCOS. Ini karena dalam banyak kasus, obesitas juga berkaitan erat dengan resistensi insulin.

Baca juga:  7 Tips Diet untuk PCOS agar Lebih Mudah Hamil

Tidak hanya itu, rupanya kasus obesitas juga dapat mengurangi keberhasilan pengobatan PCOS. Sejumlah terapi medis seperti clomiphene dan gonadotropins akan mengalami penurunan efektivitas pada wanita obesitas.

Dijelaskan bahwa dengan menurunkan berat badan hingga 5% saja sudah cukup menunjukan perkembangan positif terhadap perbaikan kondisi kesuburan dan efek kelebihan androgen pada wanita dengan PCOS.

Terapi Hormon

Selain menjalankan diet dan rutin olahraga, kita perlu melakukan langkah lebih tepat sasaran dalam mengobati PCOS. Langkah yang tepat sasaran tersebut adalah dengan menjalankan terapi hormon.

Terapi hormon pada dasarnya mengatur ulang keseimbangan hormonal pada pasien. Target utamanya adalah menekan produksi hormon androgen sehingga dapat sesuai dengan rasio normal kondisi hormonal pada pasien.

Adapun metode medis terapi hormon yang diterapkan untuk menormalkan kembali keseimbangan hormonal pada wanita yaitu:

• Pil KB

Pil KB adalah pilihan yang paling umum direkomendasikan untuk membantu mengatasi PCOS. Pil KB akan meningkatkan suplai estrogen dan progestin (formula progesteron sintetis) ke dalam tubuh.

Komponen hormonal ini akan meregulasi ulang keseimbangan hormonal dalam tubuh termasuk membantu menurunkan kadar androgen sekaligus menjaga kadar normal estrogen. Tersedia juga jenis perangkat KB lain yang bekerja dengan cara yang mirip, seperti ring KB, koyo, atau suntik.

Pil KB membantu menurunkan produksi minyak dan mencegah terbentuknya jerawat pada wajah. Terapi KB juga efektif mengatasi hirsutisme atau pertumbuhan rambut berlebihan.

Tetapi yang terpenting, dengan pil KB, Anda akan meregulasi kembali siklus haid yang berantakan akibat penyakit PCOS. Artinya pil KB juga akan menormalkan kembali fungsi kesuburan.

Hanya saja karena fungsi pil Kb adalah mencegah proses pembuahan, jadi pilihan ini akan menghalangi pasien untuk hamil. Anda perlu berhenti mengonsumsi pil KB bila berkeinginan untuk memiliki anak.

• Pil Progestin

Bila kita masih menginginkan untuk punya anak, pilihan pengobatan PCOS dengan pil progestin lah yang mungkin disarankan dokter. Konsumsi pil progestin 10 – 14 hari untuk tiap dua bulan akan membantu menormalkan kembali keseimbangan hormonal.

Berbeda dengan pil KB, fungsi pil progestin ini lebih terfokus pada normalisasi hormonal dengan mensuplai progestin bagi pasien. Kinerjanya lebih lambat dari pil KB, tetapi tidak menghalangi proses kehamilan.

Ini karena pada dasarnya, progestin adalah formula sintetis dari progesteron yang akan bekerja mengirimkan sinyal menuju otak untuk mengontrol produksi hormon androgen dan estrogen secara normal.

• Spironolactone

Terapi hormon ini bekerja sebagai anti androgen. Hanya diberikan bila kadar androgen dalam tubuh menjadi terlalu tinggi. Dan hanya bila terapi hormonal biasa dengan pil KB atau pil progestin tidak membantu meredakan gejala PCOS pada permukaan kulit seperti kebotakan, jerawat, atau pertumbuhan bulu berlebihan.

Ini karena pada kondisi tertentu, terapi pil KB biasa lebih banyak berfokus pada fungsi genital dan kesuburan. Pada kasus yang berat ketika efek dari androgen relatif berat pada permukaan kulit, pasien mungkin membutuhkan anti androgen untuk efek yang lebih kuat.

Hanya saja, efek dari terapi androgen ini akan memicu ketidaksuburan. Sebaiknya pilihan ini tidak diambil bilamana pasien bersangkutan masih berharap bisa mendapatkan keturunan.

Baca juga:  Gejala PCOS Yang Mudah Dikenali

Terapi Kesuburan

Untuk mengobati PCOS, dokter mungkin menyarankan pasien untuk menjalankan terapi hormon. Tujuannya adalah untuk mengatur ulang keseimbangan hormon mereka, terutama hormon seksual yang terkait dengan androgen, estrogen, dan progesteron.

Biasanya berdampingan dengan terapi hormon, wanita penderita PCOS juga akan diarahkan untuk menjalankan terapi kesuburan, terutama bila mereka masih mengharapkan punya anak. Beberapa terapi kesuburan yang lazim diberikan untuk mengatasi ketidaksuburan akibat PCOS yaitu:

• Clomiphene

Adalah terapi obat anti estrogen yang akan dikonsumsi pada awal siklus menstruasi. Ini akan membantu meningkatkan kadar progesteron dalam tubuh dan memudahkan terjadinya pembuahan.

• Letrozone

Terapi oat ini sebenarnya juga bekerja sebagai anti estrogen yang diberikan sebagai terapi kanker payudara. Tetapi komponen anti estrogen yang dimilikinya juga dapat membantu kinerja ovulasi dan pembentukan dinding endometrium dengan lebih baik.

• Metformin

Sebenarnya ini adalah terapi pra diabetes. Diberikan bukan untuk terapi diabetes, tetapi bekerja efektif meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin. Dalam sejumlah kasus, tingginya kadar insulin akan menghambat kinerja reseptor dari progesteron, sehingga ovulasi terhambat. Dengan meningkatkan sensitivitas insulin, tubuh akan menurunkan produksi insulin.

• Gonadotropins

Gonadotropins adalah sejenis hormon kecil yang bekerja dalam fungsi kesuburan. Berfungsi banyak dalam menyempurnakan proses pembuahan. Hormon ini juga bekerja menjaga keberlangsungan hidup sel telur sebelum berkembang menjadi janin. Dengan menyuntikan hormon gonadotropins sintetis ke dalam tubuh, diharapkan tubuh akan terkondisi untuk menunjang pembuahan hingga proses perkembangan janin.

Operasi Pengangkatan Jaringan

Tidak selamanya penyakit PCOS disertai dengan masalah kista yang terbentuk pada ovarium. Sejumlah kasus PCOS tidak menunjukan adanya pembentukan kista sama sekali. Namun ketika kista sudah terbentuk, pasien akan berhadapan dengan ancaman kemandulan.

Seharusnya bersamaan dengan proses terapi untuk normalisasi rasio dan kadar hormon pada pasien PCOS, kista dalam ovarium akan menciut dan akhirnya hilang. Kondisi ini bisa jadi tidak permanen, karena PCOS tidak bisa sepenuhnya disembuhkan, tetapi dengan berkurangnya kista akan memungkinkan pasien untuk hamil.

Namun dalam beberapa kasus, terapi hormon ternyata tidak cukup mampu mengatasi pembentukan kista pada ovarium. Kista dalam ovarium tidak dapat berkurang atau mengecil meski kita sudah menjalankan terapi hormon.

Dan pada kondisi tersebut, pasien akan disarankan untuk melakukan operasi pengangkatan jaringan. Beberapa prosedur pengangkatan jaringan pada ovarium adalah sebagai berikut:

• Ovarian Diatherma

Tindakan ini termasuk tindakan pembedahan skala kecil – menengah. Dalam tindakan ini pasien akan dibedah kecil untuk memasukkan semacam selang khusus (laparoskopi) menuju titik lokasi ovarium berada. Kemudian dilakukan tindakan pemanasan sel-sel kista pada ovarium dengan menggunakan penyinaran atau laser.

• Pengangkatan Kista

Pada kasus yang cukup berat, ketika kista pada ovarium berkembang terlalu banyak/besar, dokter mungki menyarankan operasi pengangkatan kista untuk mengobati PCOS. Karena keberadaan kista akan menutup rongga ovarium dan menghambat proses pelepasan sel telur.

Kesimpulan

Pada dasarnya berbagai metode pengobatan PCOS yang sudah ada sekarang masih tidak mampu menyembuhkan kondisi dengan sepenuhnya. Pasien tetap perlu untuk menjaga kondisinya melalui pengaturan pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat agar PCOS tidak kambuh lagi. Hal tersebut telah ditekankan dalam laman PCOS Awareness Association.

Meski demikian, wanita yang memiliki PCOS masih dapat menjalankan hidup normal. Bahkan mereka masih punya kemungkinan untuk kembali hamil selama tetap memperhatikan kondisi mereka.

Demikianlah ulasan mengenai pengobatan PCOS. Bacalah artikel terkait yang membahas gejala PCOS. Nantikan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar info kesehatan, tips kesehatan, serta pengobatan alami hanya di Deherba.com.

Advertisement
Alinesia