Tahukah Anda bahwa sebagian besar kanker prostat pertama kali dipastikan saat melakukan pemeriksaan kanker prostat? Pada stadium awal kanker prostat seringkali tidak menimbulkan gejala. Namun setelah kanker mencapai stadium yang lebih tinggi, maka gejala kanker mulai Anda rasakan!

Dalam artikel ini Anda akan mendapatkan informasi terkait dengan pemeriksaan kanker prostat, seperti; pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, hingga biopsi.

Pemeriksaan Kanker Prostat

Jika dokter mencurigai keberadaan kanker berdasarkan hasil tes skrining atau gejala. Maka pemeriksaan lainnya perlu dilakukan guna memastikan hasil diagnosis dokter. Sebenarnya diagnosis kanker prostat yang akurat hanya bisa dilakukan dengan tindakan biopsi prostat. Namun, beberapa metode pemeriksaan kanker prostat berikut turut membantu dokter untuk menentukan stadium kanker prostat maupun jenis pengobatan kanker prostat yang tepat untuk Anda jalani.

Pemeriksaan Fisik

Saat dokter merasa curiga akan keberadaan kanker dalam tubuh Anda, maka dia akan menanyakan gejala yang Anda rasakan. Misalnya, gejala seperti gangguan pada kandung kemih atau gangguan seksual. Dokter juga akan menanyakan intensitas jangka waktu atau seberapa sering gangguan ini muncul. Dokter juga akan menanyakan kemungkinan faktor risiko yang turut memperbesar potensi serangan kanker prostat, termasuk riwayat keluarga Anda.

Pemeriksaan kanker prostat yang dokter lakukan bisa mencakup pemeriksaan digitalisasi rektal (DRE). Di mana dokter akan memasukkan jari telunjuknya kedalam rektum melalui anus dengan menggenakan sarung tangan medis yang telah dilumasi. Dengan cara ini dokter dapat merasakan adanya benjolan atau area keras pada prostat yang dicurigai terserang kanker.

Jika Anda mengidap kanker, DRE dapat membantu Anda untuk mengetahui apakah serangan kanker hanya berada di satu sisi prostat atau di kedua sisi. Juga memastikan apakah kemungkinan penyebaran kanker telah keluar dari jaringan prostat menuju ke jaringan terdekat.

Baca juga  Penyebab Kanker Prostat

Pemeriksaan darah PSA

Pemeriksaan darah prostat-specific antigen (PSA) digunakan terutama untuk melakukan pemindaian sel kanker prostat pada pria yang tidak merasakan adanya gejala kanker. Ini juga menjadi salah satu pemeriksaan pertama yang dilakukan pada pria yang memiliki gejala yang dicurigai sebagai kanker prostat.

Kebanyakan pria yang sehat memiliki kadar PSA di bawah 4 nanogram per mililiter (ng / mL) darah. Jika Anda terkena kanker prostat maka kadar level PSA akan meningkat. Saat kanker prostat mulai berkembang, tingkat PSA biasanya berada di atas 4. Namun, kadar level tingkat di bawah 4 tidak menjamin bahwa Anda tidak menderita kanker.  Menurut sebuah penelitian sekitar 15% pria dengan PSA di bawah 4 juga dapat mengidap kanker prostat setelah biopsi dilakukan.

Pria dengan tingkat PSA antara 4 dan 10 memiliki sekitar 1 dari 4 kemungkinan terserang kanker prostat. Jika PSA lebih dari 10, maka kemungkinan terkena kanker prostat meningkat hingga lebih dari 50%.

USG transrectal (TRUS)

Untuk pemeriksaan ini, sebuah alat seperti satelit kecil sebesar lebar jari akan dilumasi dan dimasukkan ke dalam rektum melalui anus Anda. Satelit ini akan mengeluarkan gelombang suara yang terhantar ke prostat dan menciptakan gema. Satelit ini kemudian menangkap sinyal gema. Sinyal gema kemudian akan menampilkan gambar prostat pada sebuah komputer dalam tampilan hitam dan putih.

Prosedurnya memakan waktu kurang dari 10 menit dan dilakukan di ruang dokter atau klinik rawat jalan. Anda akan merasakan tekanan pada saat satelit dimasukkan, tapi biasanya tidak menyakitkan. Pada saat prosedur ini diterapkan Anda mungkin merasakan mati rasa pada area yang sedang diperiksa.

TRUS sering digunakan untuk melihat kondisi prostat saat Anda memiliki tingkat PSA yang tinggi atau memiliki hasil DRE yang abnormal. Ini juga digunakan selama biopsi prostat untuk memandu jarum ke daerah prostat yang benar.

Baca juga  Stadium Kanker Prostat

Biopsi prostat

Jika gejala atau hasil pemeriksaan darah PSA atau DRE memperlihatkan adanya kanker prostat, maka dokter akan melakukan biopsi prostat.

Biopsi adalah prosedur di mana sampel kecil prostat akan dikeluarkan, kemudian diawasi di bawah mikroskop. Biopsi dengan menggunakan jarum merupakan metode utama yang digunakan untuk mendiagnosa kanker prostat. Biasanya dilakukan oleh ahli urologi, maupun ahli bedah yang berurusan dengan kanker pada alat kelamin dan saluran kencing, meliputi kelenjar prostat.

Meskipun prosedurnya tampaknya menyakitkan, namun biopsi biasanya hanya menyebabkan sensasi tidak nyaman sementara karena dilakukan dengan instrumen berpegas khusus biopsi. Perangkat ini dapat memasukkan dan melepaskan jarum dalam tempo sepersekian detik. Sebagian besar dokter yang melakukan biopsi akan membuat kebas area yang dituju terlebih dahulu dengan cara menyuntikkan bius lokal di samping prostat.

Biopsi itu sendiri memakan waktu sekitar 10 menit dan biasanya dilakukan di ruang dokter. Anda mungkin akan diberi antibiotik sebelum biopsi dan mungkin untuk satu hari atau 2 hari setelahnya untuk mengurangi risiko infeksi.

Sampel biopsi Anda akan dikirim ke laboratorium, di mana dokter akan memeriksanya melalui mikroskop. Pemeriksaan kanker prostat ini dilakukan untuk melihat apakah terdapat sel kanker pada contoh jaringan tersebut. Jika dokter masih curiga bahwa Anda terkena serangan kanker prostat (karena tingkat PSA yang sangat tinggi) biopsi ulang bisa jadi dibutuhkan untuk memastikannya kembali. Pemeriksaan tersebut merupakan salah satu cara pencegahan kanker prostat agar tidak bertambah parah.

😡
☹️
😐
☺️
😍
5/5😍1