Obat Tradisional Kanker Lambung Ini Bisa Dijadikan Alternatif


By Cindy Wijaya

Banyak kisah dari para penyintas kanker lambung yang berhasil menemukan solusi untuk penyakitnya. Hal ini memotivasi mereka yang sedang berjuang menghadapi kanker ini untuk pantang menyerah. Mungkin saja Anda salah seorang yang sedang mencari solusi untuk kanker lambung, dan sampai ke artikel ini dengan harapan akan mendapat rekomendasi obat tradisional yang mumpuni.

Dalam artikel ini kami akan mengulas tentang sebuah herbal anti-kanker yang mulai dicari banyak orang karena telah membantu ribuan penggunanya. Bagaimana kemampuan dari herbal ini? Apakah ada bukti mengenai kemampuannya? Bagaimana cara pengolahannya? Apa saja kandungan yang dimilikinya? Simaklah informasi ini sampai habis untuk mendapat penjelasannya.

Tanaman Obat Tradisional Penumpas Kanker Lambung

Herbal yang akan kami bicarakan di sini adalah Sarang Semut Papua, yang sudah dikenal sebagai obat tradisional kanker selama lebih dari 10 tahun. Hingga kini pamor herbal ini tidak menurun, justru sebaliknya, semakin bertambah dan semakin dicari karena telah membantu ribuan bahkan belasan ribu orang penggunanya.

Alasan kami mengulas herbal ini adalah untuk membantu para penyintas kanker lambung yang sedang berupaya menemukan solusi kesehatan pendukung pengobatan medis, yang sering kali rumit dan berbiaya mahal. Belum lagi umumnya fasilitas untuk pengobatan medis yang maksimal hanya ada di kota-kota besar Indonesia saja, menyulitkan mereka yang tinggal di daerah untuk memperolehnya.

Atau bagi Anda yang sedang menjalani perawatan medis tertentu, Anda bisa memanfaatkan herbal ini sebagai perawatan pendamping untuk meringankan gejala-gejala kanker yang tak tertahankan. Dan mengombinasikannya dengan perawatan medis dapat memperbesar harapan untuk pulih.

Apakah Sarang Semut Papua benar-benar mampu untuk membantu mengatasi kanker lambung? Kami telah mengumpulkan testimoni-testimoni dari para penyintas kanker yang mendapat hasil baik setelah mengonsumsi herbal ini. Mari perhatikan contoh kisah luar biasa dari seorang penyintas kanker lambung.

Sarang Semut Taklukan Kanker Lambung Stadium Lanjut

Kisah berikut ini berdasarkan testimoni dari Bapak Kasam Kusmana Gandana (67 tahun) yang berhasil menang melawan kanker lambung stadium lanjut.

Bapak Kasam sulit untuk percaya dengan apa yang dialaminya, dokternya pun tidak percaya. Kini ia sudah merasa kondisinya sehat seperti sedia kala. Padahal sebelumnya dokter memvonisnya mengidap kanker lambung stadium lanjut yang telah menjalar kemana-mana dan “tinggal tunggu waktu saja”.

Dalam situasi itu perawatan medis yang bisa diupayakan sudah terbatas, dimana ia hanya diberi obat untuk menahan rasa sakitnya agar tidak terlalu menderita. Namun semangat hidup Bapak Kasam tidak padam.

Ia akhirnya mencoba menggunakan produk ekstrak Sarang Semut yang kami berikan. Sesudah 10 hari mengonsumsinya, Bapak Kasam mulai merasakan hasil baik dimana rasa sakit yang membuatnya menderita sudah mulai reda.

Lanjut sebulan konsumsi, badannya sudah lebih fit, sudah dapat bangun dari tempat tidur dan kembali berjalan, makannya pun sudah normal. Dua bulan sejak mulai konsumsi Sarang Semut, ia merasa sudah benar-benar sehat dan bisa melakukan kegiatan seperti sebelumnya. Dan benjolan kanker di perutnya juga semakin tidak terasa.**

**Disclaimer: Hasil yang diperoleh bukan klaim manfaat karena bisa berbeda-beda tergantung kondisi tubuh masing-masing pengguna dan berbagai faktor lainnya.

Walaupun Bapak Kasam mengonsumsi Sarang Semut dalam bentuk ekstrak, bukan artinya Anda tidak bisa menggunakan yang berbentuk olahan tradisional. Banyak para pengguna Sarang Semut Papua yang diolah secara tradisional, seringnya rebusan, merasakan manfaat yang serupa.

Baca Juga:  Pemeriksaan Kanker Lambung

Akan tetapi untuk bisa menggunakannya secara tradisional, ada beberapa langkah yang perlu Anda lakukan supaya mendapat hasil yang terbaik. Simaklah langkah-langkahnya di bagian berikut ini.

Resep Tradisional Sarang Semut untuk Obat Kanker Lambung

Sebelum mulai mengolah Sarang Semut, beberapa langkah ini perlu Anda lakukan: cari jenis Sarang Semut yang tepat, pelajari cara pengolahan yang tepat, dan ikuti jangka waktu konsumsinya agar efektif.

Langkah pertama, hanya gunakan bahan baku Sarang Semut dari jenis Myrmecodia pendans yang telah dibuktikan secara empiris untuk obat kanker alami. Jenis ini hanya tumbuh di Papua, jadi Anda disarankan untuk membeli dari Papua, misalnya melalui perantara kerabat atau teman di sana.

Jika membeli dari penjual, periksa apakah alamat pengirimannya dari Papua atau bukan. Mengingat banyak yang menjual Sarang Semut yang dari Kalimantan, Sumatera, atau Jawa yang bukan jenis Myrmecodia pendans. Tanyakan padanya apa jenisnya, kalau tidak ada jawaban yang meyakinkan, sebaiknya cari di penjual lain.

Langkah kedua, bahan baku Sarang Semut biasanya berbentuk bongkahan-bongkahan. Jadi pastikan bongkahan tersebut tidak berjamur atau tampak dalam kondisi baik. Setelah itu, ikuti cara pengolahan sesuai berikut ini:

Cara Mengolah Bongkahan Sarang Semut:


  1. Potong-potong kecil Sarang Semut dengan tangan, kemudian gunakan blender untuk menghaluskannya.
  2. Sediakan panci yang terbuat dari gelas tahan panas, tanah liat, keramik, atau yang dilapisi email.
  3. Masukkan dulu air sebanyak 250 cc atau kira-kira 2 gelas.
  4. Lalu masukkan Sarang Semut yang sudah halus kurang-lebih 10 g atau 1 sendok makan.
  5. Didihkan ramuan dengan api kecil sembari diaduk sebentar-sebentar untuk 15 menit atau hingga airnya tinggal kira-kira 1 gelas saja.
  6. Matikan api dan diamkan ramuan sampai mendingin.
  7. Saring ramuan dan Sarang Semut sudah bisa dikonsumsi untuk obat kanker lambung tradisional.
  8. Minum ramuan ini sebanyak 1 – 3 kali sehari.

Langkah ketiga, Anda dianjurkan untuk meminumnya secara teratur dari hari ke hari. Berdasarkan testimoni-testimoni yang kami kumpulkan dari para pengguna herbal ini, mereka umumnya sudah mengalami khasiatnya sejak 1 bulan atau lebih setelah konsumsi yang teratur.

Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa mereka sudah mulai merasakan perubahan-perubahan positif sejak 1 minggu atau bahkan kurang. Tentunya hal ini bergantung pada seberapa parah penyakit yang diderita, kondisi tubuh, dan keteraturan konsumsi.

Kajian Ilmiah Meneguhkan Kemampuan Sarang Semut untuk Melawan Kanker

Yang kami ulas di atas memang bukti manfaat Sarang Semut secara empiris, atau dari pengakuan para penggunanya. Namun sebenarnya para peneliti sudah melakukan kajian ilmiah terhadap tumbuhan herbal ini. Dan mereka menemukan bahwa di dalamnya terkandung senyawa-senyawa yang bersifat anti-kanker, seperti tanin, polifenol, dan flavonoid.

Tanin dan polifenol akan berperan sebagai antioksidan di dalam tubuh. Mereka bertugas untuk menangkap radikal bebas sehingga mencegah agar tidak terjadi reaksi berantai dari stres oksidatif. Ini penting dalam upaya menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.

Baca Juga:  Stadium Kanker Lambung

Sedangkan flavonoid, senyawa ini telah ditunjukkan memiliki cara-cara kerja yang ampuh untuk melawan penyakit kanker. Berikut cara-cara kerjanya:

  • Inaktivasi karsinogen: Membuat zat pemicu kanker (karsinogen) di dalam tubuh menjadi tidak aktif.
  • Anti-proliferasi: Menghambat pergandaan dari sel-sel yang akan membentuk kanker.
  • Penghambatan siklus sel: Menghambat proses pembelahan sel-sel yang akan membentuk kanker.
  • Induksi apoptosis: Memulai (menginduksi) proses kematian terprogram (apoptosis) dari sel-sel kanker.
  • Inhibisi angiogenesis: Membuat sel-sel kanker kelaparan dengan cara menghambat pembentukan pembuluh-pembuluh darah yang mengalirkan nutrisi pada mereka.
  • Pembalikan resistensi multi-obat: Membantu tubuh supaya tidak mengembangkan kebal/resisten dengan obat-obatan yang dikonsumsi.

Ketiga kandungan Sarang Semut ini bekerja secara sinergis untuk mengatasi pertumbuhan kanker. Selain itu juga teradapat kandungan beragam jenis mineral di dalamnya yang akan menguatkan daya tahan tubuh agar lebih sanggup memulihkan dirinya.

Bukti ilmiah semacam ini memperkuat nilai Sarang Semut Papua sebagai obat tradisional kanker. Kemampuannya bukan cuman terbukti dari pengalaman yang tersebar dari mulut ke mulut, tetapi juga terbukti secara ilmiah. Ini juga salah satu alasan kenapa kami yakin merekomendasikannya untuk Anda coba.

Jangan Ragu Mencoba Sarang Semut untuk Obat Kanker Lambung Tradisional

Bisa jadi setelah membaca informasi di artikel ini, mulai timbul keinginan di hati untuk mencoba membuktikan manfaat Sarang Semut Papua. Namun sebelum memutuskan, ada baiknya bicarakan dulu dengan keluarga Anda. Jika saat ini sedang menerima perawatan medis tertentu, tanyakan juga pada dokter bagaimana cara memanfaatkan Sarang Semut sebagai pendamping perawatan itu.

Bisa jadi Anda sempat punya pandangan negatif terhadap pengobatan alternatif, mungkin karena pernah mencoba beberapa obat tradisional atau produk herbal tetapi tanpa membuahkan hasil. Namun pertimbangkan ini: Selama yang kami amati sejauh ini, orang-orang yang mengonsumsi Sarang Semut Papua memperoleh perbaikan-perbaikan yang lebih terasa daripada herbal lainnya.

Adakalanya kami sendiri kaget sewaktu membaca laporan sangat positif dari para konsumen produk ekstrak Sarang Semut kami. Kami berharap apa yang kami ceritakan dalam artikel ini dapat memberi semangat bagi Anda untuk pantang menyerah mencari solusi.

Apabila Anda ingin menggunakan Sarang Semut Papua sebagai solusi, wujudkan niat itu dengan mencari jenis Sarang Semut yang tepat dan ikuti cara mengolah yang benar seperti yang telah dijelaskan. Dan yang juga penting, konsumsilah obat kanker lambung tradisional ini secara teratur, baik yang berbentuk produk ekstrak yang siap minum atau yang Anda olah sendiri. Selamat mencoba.

Sumber

Sumber Referensi:

Sudiono, Janti, dkk. (2015). The Scientific Base of Myrmecodia pendans as Herbal Remedies. British Journal of Medicine & Medical Research. 8(3): 230-237. DOI: 10.9734/BJMMR/2015/17465

Subroto, M. Ahkam, Saputro, Hendro. 2007. Gempur Penyakit dengan Sarang Semut. Jakarta: Penebar Swadaya

Redaksi Trubus. 2006 Mei. Sarang Semut vs Penyakit Maut. Trubus. Rubrik Topik: 10-23

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}