Obat Tradisional Kanker Ginjal Ini Bisa Dijadikan Alternatif


By Cindy Wijaya

“Kuncinya semangat dan yakin bahwa kanker bisa dilawan.” Itulah yang dikatakan oleh seorang survivor kanker ginjal yang sudah melawan penyakitnya selama tujuh tahun hingga dinyatakan sembuh oleh dokter. Kisah-kisah seperti ini menginspirasi banyak pejuang kanker lain untuk pantang menyerah. Bisa jadi Anda datang ke artikel ini karena sedang berupaya melawan kanker ginjal, dan berharap menemukan rekomendasi obat kanker ginjal tradisional.

Anda datang ke artikel yang tepat karena di sini kami akan mengulas tentang sebuah tanaman herbal asli Indonesia yang mulai dicari banyak orang sebagai solusi alternatif kanker. Mengapa herbal ini kami rekomendasikan? Apakah herbal ini benar-benar sanggup melawan kanker ginjal? Apakah ada bukti mengenai hal itu? Bagaimana cara mengolahnya untuk bisa dikonsumsi? Simak artikel ini sampai habis untuk mendapat jawabannya.

Tanaman Obat Tradisional Penumpas Kanker Ginjal

Sebagian besar pasien kanker ginjal memilih untuk operasi sebagai cara mengatasi penyakit kanker mereka. Selain operasi, pasien juga mungkin mendapat pilihan pengobatan medis lain seperti terapi ablasi dan radiasi.

Namun karena merasa tidak tahan dengan efek samping atau dampak negatif yang ditimbulkan oleh pengobatan tersebut, banyak yang mencoba mencari solusi alternatif. Atau mereka berharap setidaknya alternatif tersebut bisa membantu mengurangi gejala-gejala kanker yang menyakitkan.

Salah satu solusi alternatif yang dicari oleh para penderita kanker ginjal adalah menggunakan herbal sebagai obat tradisional. Herbal yang belakangan ini banyak dicari orang-orang ialah Sarang Semut Papua, dan herbal inilah yang akan kami ulas di sini.

Melihat dari riwayatnya, Sarang Semut Papua bukanlah “pemain” baru dalam dunia herbal. Herbal ini telah diperkenalkan sebagai herbal yang berpotensi menumpas kanker sejak tahun 2006 silam. Namun sudah lebih dari satu dekade, eksistensi herbal ini tetap bertahan hingga hari ini, meski banyak bermunculan herbal-herbal baru yang diklaim ampuh untuk kanker.

Apabila sebuah herbal terus diminati bahkan bertambah peminatnya dari tahun ke tahun, apa yang bisa kita simpulkan? Sudah pasti herbal itu bermanfaat dan memang tepat peruntukannya. Dalam hal ini Sarang Semut Papua diperuntukan untuk membantu pengobatan kanker. Dan kami sendiri, sebagai salah satu penyedia info herbal, melihat bahwa herbal ini telah membantu ribuan orang penggunanya.

Mengapa Sarang Semut layak untuk dicoba sebagai obat tradisional kanker ginjal? Alasannya adalah karena herbal ini telah dibuktikan manfaatnya secara ilmiah melalui penelitian. Mari ktia perhatikan contoh penelitian yang dilakukan terhadap herbal ini.

Kandungan Sarang Semut “Jurus Ampuh” untuk Mengatasi Kanker

Manfaat Sarang Semut untuk mengatasi penyakit kanker kemungkinan berasal dari kandungan senyawa aktif di dalamnya, terutama senyawa flavonoid. Hal ini telah diuji melalui berbagai penelitian, misalnya yang dilaksanakan oleh Janti Sudiono dan rekan sejawatnya di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti.

Mereka menemukan bahwa Sarang Semut Papua yang bernama ilmiah Myrmecodia pendans mengandung senyawa flavonoid dalam jumlah banyak dan bisa menjadi sumber yang baik untuk memperoleh senyawa ini. Senyawa ini bahkan tetap bertahan meski diolah dengan cara direbus air mendidih.

Hal itu menunjukkan bahwa Sarang Semut dapat diolah dengan cara yang sederhana, yaitu direbus, sehingga cocok untuk dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

Apa kemampuan dari senyawa flavonoid dalam mengatasi kanker? Berbagai penelitian sudah mempelajari bahwa flavonoid punya mekanisme-mekanisme kerja yang dapat menghambat perkembangbiakan sekaligus membantu membunuh sel-sel kanker. Maka dari itu mekanisme tersebut dapat disebut “jurus ampuh” untuk melawan kanker, berikut diantaranya:

  • Anti-proliferasi: Menghalangi pertumbuhan sel-sel kanker.
  • Penangkapan siklus sel: Menghalangi siklus sel kanker yang akan mencegahnya untuk memperbanyak diri.
  • Induksi apoptosis: Mengaktifkan apoptosis (kematian terprogram) yang akan memaksa sel-sel kanker untuk mengalami kematian.
  • Inhibisi angiogenesis: Menghalangi peredaran makanan/nutrisi dengan mencegah pembentukan pembuluh darah baru pada sel tersebut yang bertugas mengedarkan makanan/nutrisi.
  • Pembalikan resistensi multi-obat: Membantu agar tidak terjadi kebal terhadap obat-obatan yang dikonsumsi.

Bila dilihat dari kemampuan yang dimiliki senyawa flavonoid di dalam Sarang Semut, maka cukup jelas bahwa herbal ini potensial sebagai obat tradisional kanker ginjal. Tetapi apakah ada bukti yang secara spesifik menunjukkan kemampuan flavonoid untuk membantu pengobatan kanker ginjal? Simaklah bagian berikut.

Kajian Ilmiah Mengukuhkan Manfaat Flavonoid untuk Kanker Ginjal

Flavonoid telah diuji kemampuannya terhadap sel-sel kanker ginjal. Penelitian yang dilakukan oleh Shuai Meng dan rekan-rekannya di Fakultas Kedokteran Universitas Zhejiang, Tiongkok, pada tahun 2017 menunjukkan mekanisme kerjanya yaitu dengan memicu kerusakan pada DNA sel, penangkapan siklus sel fase G2/M, akumulasi p53, dan apoptosis, yang bersama-sama menghambat proliferasi sel kanker ginjal.

Kemudian penelitian oleh Seon Min Woo dan Taeg Kyu Won dari Fakultas Kedokteran Universitas Keimyung, Korea Selatan, pada tahun 2016 melaporkan bahwa flavonoid memperlihatkan aktivitas anti-tumor dan anti-proliferasi dalam banyak sel kanker dan menghasilkan apoptosis pada berbagai sel kanker ginjal manusia, dengan cara mengaktifkan caspase-3 dan pembelahan polimerase poli (ADP-ribosa).

Yang menarik dari mekanisme-mekanisme kerja flavonoid, apoptosis yang dimungkinkan oleh senyawa ini hanya dimulai pada sel-sel kanker ginjal, tetapi tidak terjadi pada sel-sel yang masih normal atau sehat. Ini menunjukkan bahwa flavonoid dapat membantu pengobatan kanker ginjal dengan efek samping yang minimal.

Resep Tradisional Sarang Semut untuk Obat Kanker Ginjal

Membaca penjelasan di atas bisa jadi menimbulkan keinginan untuk mencoba menggunakan Sarang Semut Papua, namun bagaimana caranya? Ada tiga hal yang perlu diingat untuk menggunakan herbal ini: Mencari bahan dasar yang tepat, mengolah dengan cara yang benar, dan meminumnya secara teratur.

Sebagaimana sudah disinggung dalam penelitian yang dibahas di atas, jenis Sarang Semut Papua yang dibuktikan bermanfaat untuk kanker adalah Myrmecodia pendans. Jenis ini hanya tumbuh di tanah Papua, jadi disarankan Anda membelinya melalui perantara kerabat atau kenalan yang tinggal di Papua.

Apabila harus membeli dari penjual, pastikanlah yang dijualnya benar-benar dari jenis ini. Periksa apakah alamat pengirimannya dari Papua, sebab ada penjual yang mengambil Sarang Semut dari pulau lain, misalnya dari Sumatra, Kalimantan, bahkan Jawa, yang jelas bukan jenis Myrmecodia pendans. Tanyakan padanya jenis apa yang dia jual, jika tidak bisa menjawab dengan meyakinkan, sebaiknya belilah di tempat lain.

Bahan baku Sarang Semut yang dijual biasanya dalam bentuk bongkahan, jadi perlu diolah dulu sebelum bisa diminum. Pastikan bongkahan yang Anda olah dalam kondisi baik dan tidak berjamur. Kemudian ikuti langkah-langkah pengolahan seperti berikut:

Cara Pengolahan Sarang Semut Papua


  1. Patahkan bongkahan menjadi kecil-kecil menggunakan tangan.
  2. Masukkan ke blender untuk dihaluskan.
  3. Sediakan panci yang dibuat dari keramik atau tanah liat.
  4. Masukkan air 2 gelas.
  5. Masukkan Sarang Semut yang sudah halus 1 sendok makan.
  6. Didihkan dengan api kecil sambil diaduk sesekali sampai 15 menit atau sampai airnya berkurang setengahnya.
  7. Matikan api dan biarkan sampai dingin.
  8. Saring dan ramuan siap diminum untuk obat kanker ginjal tradisional.
  9. Boleh ditambah madu atau gula secukupnya.

Supaya mendapat hasil terbaik, Anda disarankan untuk meminumnya secara teratur 1 – 3 kali sehari dari hari ke hari. Berdasarkan pengalaman para pengguna Sarang Semut Papua, rata-rata mereka sudah merasakan perbaikan-perbaikan sejak 1 bulan atau lebih konsumsi teratur. Tetapi ada juga yang mengaku sudah merasakannya hanya dalam 1 minggu  atau bahkan kurang.

Apa saja perbaikan-perbaikan yang dirasakan tersebut? Misalnya dari yang sudah merasa kesakitan bertahun-tahun akibat kanker bisa berkurang rasa sakitnya, dari yang kesulitan makan menjadi dapat makan dengan baik lagi, ukuran massa atau benjolan kanker yang terus mengecil, dan badan yang berangsur-angsur terasa lebih bugar.

Jangan Ragu Mencoba Sarang Semut untuk Obat Tradisional Kanker Ginjal

Sekarang keputusan ada di tangan Anda, apakah akan mencoba Sarang Semut Papua sebagai solusi alternatif atau tidak. Mungkin masih ada keraguan karena sebelumnya Anda pernah mencoba pengobatan alternatif tetapi hasilnya tidak sesuai yang diharapkan.

Akan tetapi berdasarkan pengalaman kami bertahun-tahun di bidang herbal, kami mengamati bahwa mereka yang mengonsumsi Sarang Semut Papua merasakan perubahan-perubahan yang lebih positif dan cenderung lebih cepat dibandingkan banyak herbal lainnya.

Sewaktu membaca pengalaman-pengalaman dari para pengguna herbal ini, kami sendiri pun sempat kaget dengan hasil-hasil sangat positif yang mereka alami. Bahkan ada yang sampai bilang bahwa bisa jadi Sarang Semut Papua sengaja diciptakan untuk membantu para penderita penyakit kanker.

Apabila Anda sudah memutuskan untuk mencoba obat tradisional kanker ginjal ini, sebaiknya diskusikan dulu dengan keluarga. Dan jika sedang menjalani pengobatan medis tertentu, tanyakanlah pada dokter bagaimana dapat memanfaatkan herbal ini sebagai pendukung dari pengobatan tersebut.

Ingatlah tiga hal yang dibahas di atas: cari bahan baku yang tepat, olah dengan cara yang benar, dan minum secara teratur. Jika ingin membeli produk Sarang Semut yang bisa langsung diminum, sebaiknya cari yang diolah menjadi produk ekstrak. Karena teknik pengolahan inilah yang paling baik untuk mendapat manfaat maksimal dari senyawa aktif herbal. Selamat mencoba.

Sumber

Sumber Referensi:

Sudiono, Janti, dkk. (2015). The Scientific Base of Myrmecodia pendans as Herbal Remedies. British Journal of Medicine & Medical Research. 8(3): 230-237. DOI: 10.9734/BJMMR/2015/17465

Vargas, Félix, dkk. (2018). Flavonoids in Kidney Health and Disease. Frontiers in Physiology . 9:394. DOI: 10.3389/fphys.2018.00394

Subroto, M. Ahkam, Saputro, Hendro. 2007. Gempur Penyakit dengan Sarang Semut. Jakarta: Penebar Swadaya

Redaksi Trubus. 2006 Mei. Sarang Semut vs Penyakit Maut. Trubus. Rubrik Topik: 10-23

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}