Penyebab Kanker Ginjal


By Fery Irawan

Kita akan kembali membahas lebih dalam soal kanker ginjal. Termasuk apa sebenarnya penyebab penyakit kanker ginjal dan bagaimana kecepatan penyebaran penyakit ginjal. Dan termasuk pula mengungkap salah satu isu yang belakangan banyak menjadi pertanyaan, bagaimana potensi kista ginjal untuk berkembang menjadi kanker.

Prosentasi kanker ginjal di Indonesia sebenarnya relatif rendah. Bahkan kanker ginjal tidak masuk dalam 10 besar kanker dengan jumlah kasus terbanyak di Indonesia. Tetapi di Amerika sendiri, kanker ginjal berada pada peringkat ketujuh, dan memiliki prosentasi kasus yang relatif tinggi.

Tetapi bukankah tidak ada salahnya untuk memahami lebih baik jenis kanker satu ini. Mengingat kanker ginjal termasuk jenis kanker pembunuh yang gejalanya sangat samar, sehingga acapkali sulit untuk dikenali.

Apa Sebenarnya Penyebab Penyakit Kanker Ginjal?

Mungkin setelah kita membahas lebih jauh apa saja penyebab penyakit kanker ginjal, kita akan lebih memahami bagaimana penyebaran kasus penyakit kanker ginjal berkembang pesar di Amerika dan cenderung jarang muncul di Indonesia.

Sebagaimana kebanyakan kanker lain, sejatinya penyebab kanker penyakit kanker ginjal belum sepenuhnya dipahami. Akan tetapi sejumlah kondisi, kebiasaan dan aspek tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap kanker ginjal.

Beberapa aspek ini pula dapat mendorong perkembangan massa non ganas atau tumor untuk bermutasi menjadi sel ganas. Atau juga turut berperan dalam mengubah kista ginjal menjadi kanker ginjal.

Adapun faktor-faktor penyebab yang meningkatkan risiko kanker ginjal tersebut terbagi dalam 3 kelompok. Dan akan kami jabarkan sebagai berikut.

Faktor Risiko Umum


Beberapa aspek penyebab yang dapat meningkatkan risiko penyakit kanker ginjal secara umum adalah sebagai berikut.

  • Umur

    Kebanyakan kasus kanker ginjal terjadi pada mereka dengan usia di atas 60 tahun. Kasus kanker ginjal jarang muncul pada rentang usia 40-50 tahun, tetapi pada beberapa orang di antara rentang usia 30-40 tahunan, risiko juga meningkat meski tidak setinggi pada usia manula.

  • Gender (Jenis Kelamin)

    Kasus penyakit kanker ginjal lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan pada wanita. Beberapa pakar melihat ini disebabkan oleh aspek DNA pada pria yang lebih rentan. Tetapi sebagian pakar justru melihat gaya hidup yang banyak dijalankan pria justru yang menjadi penyebab tingginya kasus kanker ginjal pada pria.

  • Kegemukan

    Di atas 50% kasus dari kanker ginjal dapat dikaitkan dengan masalah kelebihan berat badan atau obesitas. Lemak trans dan lemak perut diduga kuat melemahkan fungsi ginjal dan memudahkan ginjal mengalami pengendapan. Ini yang diduga kuat menjadikan masalah obesitas sebagai penyebab penyakit kanker ginjal.

  • Tekanan Darah Tinggi

    Dalam Journal of Hypertension tahun 2014 dijelaskan bahwa tekanan darah tinggi dapat dikaitkan dengan kanker ginjal. Bahwa tekanan darah tinggi yang muncul sejak usia muda dan terjadi berketerusan dapat memicu kerusakan ginjal, termasuk pula menjadi penyebab penyakit kanker ginjal.

  • Dialisis

    Dialisis adalah prosedur medis yang secara awam kerap disebut dengan cuci darah. Prosedur ini dilakukan ketika pasien mengalami gagal ginjal sehingga fungsi penyaringan dan pembuangan tidak berjalan baik Sehingga toksin, sisa residu metabolisme dan kelebihan cairan serta elektrolit tubuh terendap dalam darah. Meski cara ini efektif membantu mengatasi masalah kerusakan ginjal, tetapi juga diyakini dapat meningkatkan risiko kanker ginjal.

Faktor Risiko Genetik


Selain sejumlah penyebab yang meningkatkan risiko penyakit kanker ginjal diatas, ternyata aspek genetik juga berperan besar. Andil unsur genetik akan meningkatkan kerentanan sel-sel ginjal untuk mengalami kerusakan DNA dan membentuk sel-sel bersifat kanker.

Kebanyakan kasus genetik ini terjadi ketika seseorang memiliki garis keturunan mengidap penyakit kanker ginjal. Termasuk di antaranya memiliki garis keturunan papillary renal cell carcinoma, renal oncocytoma dan leiomyoma renal cell carcinoma.

Yang menarik, menerjemahkan aspek genetik ini tidak hanya bicara soal garis keturunan yang juga mengalami penyakit kanker ginjal. Aspek genetik juga berkaitan dengan sejumlah kondisi bersifat turunan seperti berikut ini.

  •  Von Hippel-Lindau Disease (VHL)

    Sebuah kondisi genetik yang menyebabkan sel-sel dalam tubuh cenderung lebih mudah tumbuh abnormal membelah diri melebihi seharusnya. Sehingga organ-organ dalam tubuh cenderung mudah membentuk tumor.

  • Birt-Hogg-Dube Syndrome (BHD)

    Kondisi kesehatan langka ini menyebabkan kerusakan pada kulit, sistem pernafasan dan gangguan pada  kinerja saluran termasuk saluran kencing. Kondisi terakhir inilah yang dapat menjadi penyebab penyakit kanker ginjal.

Baca Juga:  Pencegahan Kanker Ginjal

Faktor Risiko Gaya Hidup


Sejumlah kondisi, kebiasaan atau asupan tertentu diketahui memiliki efek toksin atau karsinogen relatif tinggi. Ini yang kemudian menjadi penyebab penyakit kanker ginjal. Adapun sejumlah aspek gaya hidup yang mempengaruhi risiko seseorang mengidap kanker ginjal adalah sebagai berikut.

  • Merokok
  • Alkohol berlebihan
  • Konsumsi obat Pereda nyeri berlebihan atau berkepanjangan
  • Paparan unsur asbestos atau cadmium dalam keseharian

Alkohol Penyebab atau Pencegah Penyakit Kanker Ginjal?

Menurut Archives of Medical Science tahun 2011, dijelaskan alkohol ditengarai dapat membantu menurunkan level risiko dari kanker ginjal. Ini membangun asumsi bahwa alkohol aman saja dikonsumsi tanpa ada efek samping terhadap ginjal, terutama menjadi penyebab penyakit kanker ginjal.

Tetapi belakangan sejumlah riset meluruskan temuan tersebut. Bahwa pengaruh baik dari alkohol terhadap ginjal hanya bekerja pada 1 -2 cup perhari. Manfaat produk beralkohol sebagai pencegahan kanker ginjal efektif hanya pada skala moderat

Tetapi, pada skala berlebihan apalagi menjadi alkoholik justru diyakini kuat menjadi penyebab beragam jenis kanker, tidak terkecuali kanker ginjal. Mereka yang menjadi alkoholik juga memiliki risiko kista ginjal lebih besar. Juga memiliki risiko untuk kista ginjal berkembang menjadi kanker lebih besar.

Paparan alkohol sendiri pada dasarnya bersifat merusak DNA. Karenanya secara umum menjadikan kebiasaan mengonsumsi alkohol demi alasan pencegahan kanker ginjal dikatakan kurang dapat direkomendasikan.

Direkomendasikan untuk sama sekali tidak mengonsumsi alkohol. Atau setidaknya mengonsumsi alkohol dalam skala ringan. Toleransi aman dalam mengonsumsi alkohol adalah 2 cup kecil untuk tiap harinya. Ini akan membantu dalam pencegahan kanker ginjal dengan efek samping yang cukup terkendali.

Potensi Perkembangan Kista Ginjal Menjadi Kanker Ginjal

Kista pada dasarnya adalah benjolan kecil berbentuk kantung yang biasanya berisi cairan. Kista biasanya tidak berbahaya juga kerap kali tidak menimbulkan keluhan berarti. Pada umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri atau hanya menimbulkan rasa nyeri ringan.

Kista yang terbentuk pada ginjal adalah salah satu jenis kista yang paling sering terjadi. Kista ini tidak secara umum tidak berbahaya dan kerap kali terjadi pada banyak orang tanpa disadari sama sekali.

Mereka pada usia 30an akan memiliki risiko sekitar 5% memiliki kista ginjal setidaknya satu atau lebih. Prosentasi dapat meningkat seiring penambahan usia. Pada usia 70 tahun, prosentasi risiko bisa mendekati angka 40%.

Keberadaan kista ginjal sering kali tidak disadari sampai diadakan pemeriksaan mendalam pada area pelvis, baik dengan prosedur USG atau dengan CT scan dan MRI. Kebanyakan pemeriksaan dilakukan tanpa dimaksudkan dengan sengaja mengetahui keberadaan kista pada ginjal.

Meski tidak menutup kemungkinan kista membesar atau menekan area tertentu pada ginjal hingga menimbulkan beberapa keluhan. Ini kemudian menyebabkan penderita memilih memeriksakan diri.

Kista ginjal dapat berupa kista sederhana dengan lapisan kantung tipis dengan isi cairan yang tidak membahayakan. Tetapi kista ginjal juga dapat berbahaya dan mungkin menjadi kanker. Potensi kista ginjal untuk berkembang menjadi ganas dan bersifat kanker dapat dilihat pada sejumlah ciri.

Beberapa ciri kista ginjal yang perlu diwaspadai adalah memiliki lapisan kantung yang tebal, memiliki sejumlah lobus, tampak bertumpuk menjadi beberapa kista (multiple cyst), memiliki kandungan kalsium atau terdapat komponen lebih solid atau padat dari sekedar cairan biasa.

Kista ginjal juga dapat berkembang menjadi kanker bila kista berkembang lebih massif dari biasanya. Berkembang cepat dan membesar serta menjadi lebih padat atau mengeras. Tampak mengalami inflamasi sehingga membengkak mengeluarkan darah.

Baca Juga:  Obat Tradisional Kanker Ginjal Ini Bisa Dijadikan Alternatif

Pada kebanyakan kasus, kista ginjal berkembang menjadi kanker dapat dikaitkan dengan aspek genetik. Seperti pasien dengan unsur genetik kuat turunan kanker ginjal, atau memiliki masalah VHL dan HBD.

Bagaimana Penyebaran Penyakit Kanker Ginjal?

Yang banyak ditanyakan pula oleh masyarakat awam adalah sebarapa lama penyebaran penyakit kanker ginjal terjadi? Bagaimana kanker ginjal dapat ditemukan demikian terlambat pada kebanyakan orang? Sementara pasien sebelum diagnosa muncul justru tampak sehat dan cukup stabil kondisinya.

Alasan pertama bagaimana diagnosa muncul dalam stadium akhir karena pada dasarnya kanker ginjal adalah salah satu kanker yang bersifat silent killer. Gejala yang muncul sulit dikenali pada stadium awal, sehingga pasien kebanyakan tidak merasa perlu memeriksakan diri sejak dini. Karena memang tidak ada keluhan yang muncul pada pasien.

Alasan kedua  kenapa diagnosa kanker ginjal kerap kali terlambat adalah karena perkembangan kanker ginjal terjadi diluar pengawasan. Keberadaan organ ginjal di area pinggang rupanya menyulitkan pasien menemukan benjolan dari massa kanker. Sedang banyak kanker terdeteksi awal berkat keberadaan benjolan yang dapat teraba di permukaan kulit.

Dan masalah ini juga berkaitan dengan kemampuan penyebaran penyakit kanker ginjal. Beberapa kondisi pasien memungkinkan penyebaran dan perkembangan penyakit kanker ginjal terjadi lebih massif. Biasanya ini berkaitan dengan pasien yang memiliki keluhan VHL dan BHD.

Kecenderungan ini mendorong anomali tidak normal yang berkembang pada ginjal dengan mudah berkembang menjadi kanker. Dan penyebaran penyakit kanker ginjal terjadi lebih cepat.

Karena sejatinya, pada stadium awal dimana kanker masih bersifat lokal perkembangan kanker ginjal cenderung lebih perlahan. Penyebaran penyakit kanker ginjal akan berjalan lebih cepat memasuki stadium 2 atau pada stadium 1C.

Penyebaran penyakit kanker ginjal juga bergantung pada kerusakan dan penurunan fungsi ginjal yang terjadi. Termasuk letak sel-sel yang telah terinvasi. Semakin menurun fungsi ginjal, semakin banyak toksin dan endapan residu yang tersimpan dalam ginjal dan semakin cepat perkembangan kanker.

Bagaimana Cara Mencegah Kanker Ginjal?

Kita sudah memahami apa saja sebenarnya penyebab penyakit kanker ginjal. Juga sudah memahami bagaimana potensi dari perkembangan kista ginjal menjadi kanker. Termasuk pula memahami potensi penyebaran penyakit kanker ginjal pada pasien.

Yang menjadi pertanyaan terakhir, bagaimana cara terbaik mencegah kanker ginjal. Berikut beberapa yang utama.

  • Tidak merokok
  • Kendalikan konsumsi alkohol
  • Kendalikan tekanan darah dan kadar gula darah
  • Hindari mengonsumsi obat Pereda nyeri non steroid seperti ibuprofen dan naproxen berlebihan
  • Minimalisir paparan toksin dan karsinogen
  • Menjaga diet dengan makanan sehat
  • Menjaga asupan cairan tubuh tetap terpenuhi
  • Waspada dengan aspek genetik
  • Periksakan diri dengan rutin bila diketahui adanya unsur genetik yang mengarah kanker ginjal

Meski kanker ginjal bukan ancaman yang paling besar di Indonesia, rupanya kanker ginjal termasuk jenis kanker yang diam-diam membunuh lebih cepat. Itu sebabnya menjadi lebih waspada dengan kanker ginjal tetapi penting dilakukan.

Karenanya memahami lebih mendalam apa saja penyebab penyakit kanker ginjal dan bagaimana potensi penyebaran penyakit kanker ginjal perlu untuk dilakukan. Bahkan kita diharapkan waspada dengan kista ginjal yang juga berpotensi berkembang menjadi kanker. Ini akan membantu kita lebih waspada terhadap ancaman kanker ginjal.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang penyebab penyakit kanker ginjal. Semoga informasi ini dapat menambah kewaspadaan Anda terhadap faktor-faktor yang memicu risiko kanker. Nantikan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar penyakit kanker ginjal hanya di Deherba.com.

Sumber

Referensi Penyebab Penyakit Kanker Ginjal:

Cancer Treatment Center of America. Reviewed: 2019. Kidney cancer risk factors. https://www.cancercenter.com/cancer-types/kidney-cancer/risk-factors

Celeste Robb-Nicholson. Harvard Health Publishing. Updated: 2019-04-16. Should I be worried about a kidney cyst?. https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/by_the_way_doctor_should_i_be_worried_about_a_kidney_cyst

Vani Malik. Only My Health. Updated: 2012-04-13. How Fast Does Kidney Cancer Spread?. https://www.onlymyhealth.com/how-fast-does-kidney-cancer-spread-1334290510

National Kidney Foundation. Updated: 2019. Ways to Reduce Your Risk for Kidney Cancer. https://www.kidney.org/newsletter/5-ways-to-reduce-your-risk-kidney-cancer

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}