Obat Kanker di Apotik: Apa Saja dan Bagaimana Cara Membelinya?

168
Ilustrasi Obat Kanker di Apotik
Ilustrasi Obat Kanker di Apotik (Credit: MJ_Prototype / iStock)

Diedit:

Metode pengobatan sistemik yang paling sering digunakan untuk kanker ialah kemoterapi. Karena itulah obat kanker yang paling banyak tersedia di apotik umum seperti Kimia Farma atau K-24 adalah obat kemoterapi. Jenis yang biasanya ada di apotik ialah obat kemoterapi oral yang dikemas dalam bentuk pil, tablet, atau sirup, dan dapat diminum di rumah tanpa perlu dirawat di rumah sakit.

Obat kemoterapi oral sama fungsinya dengan jenis kemoterapi pada umumnya, yaitu sama-sama untuk membunuh sel-sel kanker di dalam tubuh. Beberapa contoh obat kanker kemoterapi oral yang ada di apotik yaitu: altretamine (kanker ovarium), capecitabine (kanker payudara dan kanker usus), cyclophosphamide (kanker payudara, kanker ovarium, kanker getah bening, dan kanker darah), serta etoposide (kanker paru-paru).

Meski tersedia di apotik, Anda tidak bisa sembarangan membeli dan mengonsumsi obat kanker ini. Obat kanker di apotik ini harus dibeli sesuai dengan resep dokter dan harus dikonsumsi mengikuti petunjuk dari dokter.

Obat Kanker di Apotik Harus Dibeli Sesuai Resep Dokter

Dokter selalu akan menyesuaikan obat yang diresepkannya dengan keadaan dari pasiennya. Ada sejumlah faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum ia meresepkan jenis obat tertentu, misalnya jenis kanker yang diderita pasien, stadium kankernya, jenis pengobatan lain yang dijalani pasien, usia pasien, kondisi kesehatannya, dan respons tubuhnya terhadap pengobatan kanker.

Mengingat faktor-faktor tersebut, keadaan dan kebutuhan setiap pasien pastilah berbeda-beda. Dan meski menderita jenis penyakit kanker yang sama, bukan berarti seseorang pasti akan diresepkan obat yang sama dengan pasien lainnya. Karena itulah Anda tidak bisa sembarangan membeli obat kanker di apotik tanpa resep dari dokter, meskipun obat itu dijual di apotik umum seperti Kimia Farma atau K-24.

Obat Kanker di Apotik Harus Diminum sesuai Petunjuk Dokter

Ada hal lain yang membuat obat kanker tidak bisa dibeli di apotik tanpa resep dokter, yakni karena petunjuk atau aturan minumnya kemungkinan berbeda pada setiap pasien. Dokter menyesuaikan petunjuk atau aturan konsumsi dari obat yang diresepkennya sesuai kebutuhan pasien. Dokter akan memberikan petunjuk yang jelas tentang dosis dan waktu untuk minum obat. Kadang-kadang obat kemoterapi diresepkan dalam siklus atau jangka waktu tertentu.

Ini untuk meminimalkan efek merusak kemo pada sel-sel sehat dan untuk memberi waktu bagi efek kemo untuk membunuh lebih banyak sel-sel kanker. Dokter akan membicarakannya dengan Anda mengenai kapan waktu yang tepat untuk memulai minum obat kemo.

Selain meminumnya sesuai petunjuk dokter, Anda juga perlu tahu cara yang benar untuk menangani obat kemo. Kadang Anda perlu memakai sarung tangan saat mengambil obat. Ada juga beberapa jenis obat yang harus disimpan dalam botol atau kotak kemasannya.

Dokter mengatur dosis obat kemo sedemikian rupa supaya obat tersebut memberikan pengaruh yang efektif untuk membunuh sel-sel kanker. Kalau Anda tidak meminumnya sesuai dosis dan waktu yang diresepkan, maka itu bisa membuat obat kurang efektif untuk membendung pertumbuhan sel-sel kanker.

Dokter bisa saja mengubah dosis obat dari waktu ke waktu, tetapi Anda tidak boleh mengubah dosisnya sendiri kecuali dengan seizin dokter. Dan meskipun Anda sudah merasa lebih baik, bukan berarti Anda bisa langsung menghentikan konsumsi obat. Bisa jadi masih ada sisa sel-sel kanker di dalam tubuh yang harus dilawan oleh obat kemo.

Ilustrasi Obat Kanker di Apotik
Minum Obat Kanker Harus Sesuai Petunjuk Dokter (Credit: Wolfgang Zwanzger / Alamy Stock Photo)

Waspadai Efek Samping dari Obat Kemoterapi Oral

Saat mulai mengonsumsi obat kemo, bisa jadi Anda mengalami efek samping atau masalah tertentu. Beberapa jenis obat kemo oral dapat menyebabkan efek samping seperti: mual, muntah, diare, rambut rontok, luka di mulut, perubahan pada kulit, dan hitung darah yang rendah.

Setelah masuk ke dalam tubuh, obat kemo akan menyebar ke seluruh tubuh untuk membunuh sel-sel kanker dimanapun mereka berada. Sayangnya mereka juga dapat menyerang sel-sel normal yang sehat, sehingga menimbulkan efek-efek samping seperti di atas.

Baca juga:  BPJS Jamin Obat Kanker Paru-Paru?

Jadi sebelum membeli dan mengonsumsi obat kanker di apotik, pastikan Anda mengetahui apa saja efek samping yang bisa ditimbulkan oleh obat itu. Dan tanyakan juga pada dokter apakah ada efek samping tertentu yang jika muncul harus segera diberitahukan kepada dokter.

Jika Anda segera memberitahukan efek-efek samping yang dialami kepada dokter, ia bisa membantu untuk menguranginya atau mencegahnya bertambah buruk. Dokter mungkin akan mengubah dosis atau mengganti obat dengan jenis obat lain yang bisa lebih ditoleransi.

Sebelum Membeli Obat Kemo Kanker di Apotik


Ada beberapa hal yang perlu Anda pastikan pada dokter sebelum membeli dan memulai minum obat kemo oral. Anda bisa mencatat pertanyaan-pertanyaan di bawah ini untuk ditanyakan saat kunjungan berikutnya ke dokter.

  • Apa nama obat kemo itu? Apakah obat itu punya lebih dari satu nama?
  • Bagaimana cara mengonsumsinya?
  • Bagaimana kalau saya kesulitan untuk menelan obat? Bisakah obat dibuka atau digerus?
  • Kapan waktu untuk mengonsumsinya?
  • Apakah obat itu aman untuk dikonsumsi bersamaan dengan obat, makanan, vitamin, herbal, suplemen, atau perawatan lain yang saya gunakan?
  • Apa yang harus saya lakukan jika saya lupa minum obat?
  • Bagaimana cara menyimpan obat itu?
  • Apa saja efek samping yang mungkin ditimbulkannya? Apa yang harus saya lakukan jika mengalami efek samping itu?
  • Berapa lama saya harus minum obat itu?
  • Apakah asuransi atau BPJS menanggung obat itu? Jika tidak, berapa biayanya? Bagaimana cara membelinya?
  • Apakah obat itu berpengaruh bagi penyakit saya yang lainnya?
  • Berapa sering saya harus menemui Anda?

Pastikan Anda membicarakan semua pertanyaan atau kekhawatiran yang Anda miliki sebelum memulai perawatan kemoterapi. Dapatkanlah jawabannya sebelum Anda mulai meminum obat tersebut.

Alternatif Obat Kanker di Apotik Tanpa Resep Dokter

Di samping obat kemo atau obat medis, di apotik juga banyak tersedia pilihan produk herbal untuk membantu pengobatan kanker. Tidak seperti obat medis, obat kanker herbal umumnya tidak membutuhkan resep dokter sehingga bisa dibeli secara bebas di apotik-apotik umum seperti Kimia Farma atau K-24.

Produk herbal tersebut dibuat dari bahan-bahan herbal sebagai komposisi utamanya. Ada banyak sekali produk herbal yang diklaim manjur untuk membantu mengatasi kanker. Sayangnya tidak semua benar-benar terbukti efektif.

Ada beberapa herbal yang memang dilaporkan baik untuk memulihkan kondisi seorang pasien kanker, tetapi belum didukung oleh riset ilmiah yang cukup. Karena tidak ada cukup bukti ilmiah, Anda jadi tidak bisa memastikan seberapa efektif kah herbal tersebut dan bagaimana efek samping yang akan ditimbulkannya.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan ialah cara pembuatan dari produk herbal tersebut, apakah diproduksi sesuai dengan prosedur CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik). Herbal yang diproduksi oleh pabrik farmasi biasanya sudah dibuat sesuai prosedur CPOTB, yakni menggunakan metode ekstraksi.

Metode ekstraski adalah cara pengolahan dengan menarik keluar zat aktif bermanfaat dari tumbuhan herbal. Kemudian zat aktif itu dikemas menggunakan kapsul. Metode ini bertujuan untuk memaksimalkan khasiat dari zat aktif tersebut sehingga hasil olahannya, yang disebut produk ekstrak, mempunyai khasiat paling tinggi dibandingkan produk-produk olahan herbal lainnya.

Rekomendasi Obat Kanker Herbal di Apotik

Salah satu obat kanker herbal yang paling direkomendasikan adalah yang produk ekstrak Sarang Semut Papua. Produk obat herbal kanker ini banyak tersedia di apotik Kimia Farma, K-24, atau apotik lainnya, namun tidak semuanya dalam bentuk ekstrak. Yang terutama direkomendasikan ialah yang diolah sebagai ekstrak, sebab memiliki khasiat paling maksimal dibandingkan produk-produk olahan Sarang Semut lainnya.

Sarang Semut Papua, Obat Herbal Kanker

Khasiat dari herbal Sarang Semut itu sendiri juga telah dibuktikan melalui berbagai riset ilmiah. Salah satu yang paling disorot yakni riset yang dilaksanakan oleh Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. Dari riset tersebut didapati bahwa Sarang Semut kaya akan kandungan-kandungan yang memiliki khasiat anti-kanker, misalnya flavonoid, tanin, dan kandungan fitokimia lainnya.

Baca juga:  Sewaktu Anda Didiagnosa Mengidap Kanker

Bukti ilmiah itu didukung oleh laporan dari para pengguna herbal ini yang jumlahnya mencapai ribuan orang di seluruh Indonesia. Mereka rata-rata mengatakan bahwa mereka merasakan reaksi positif dalam jangka 3 bulan atau kurang sesudah mulai mengonsumsi Sarang Semut.

Reaksi positif yang umumnya mereka rasakan antara lain rasa sakit yang berangsung menghilang, bisa kembali berjalan seperti sediakala, bisa makan dengan normal, ukuran benjolan kanker yang secara bertahap menyusut, dan masih banyak lagi.

Dan laporan positif itu bukan hanya atas satu jenis kanker saja, melainkan dari banyak jenis kanker. Yang paling sering dilaporkan yaitu kanker payudara, kanker paru-paru, kanker otak, kanker rahim, kanker serviks, kanker usus, kanker hati, kanker darah (leukemia), dan kanker kulit.

Testimonial Pengguna Sarang Semut Papua

Disebutkan bahwa salah satu jenis kanker yang paling sering dilaporkan terbantu oleh Sarang Semut ialah kanker payudara. Maka mari kita lihat sebuah pengalaman dari seorang penderita kanker payudara, Ibu Nita Ekawati, yang telah terbantu pulih dari kanker payudara setelah rutin mengonsumsi produk ekstrak Sarang Semut.

Ibu Nita masih berusia 30 tahun pada waktu dirinya didiagnosis menderita kanker payudara. Dokter yang memeriksanya menganjurkan agar ia menjalani opreasi, namun Ibu Nita masih ragu mengingat biayanya yang mahal dan risikonya juga tidak sedikit.

Ibu Nita dan suaminya kemudian memutuskan untuk mencari solusi pengobatan alternatif. Setelah mencoba bermacam jenis pengobatan alternatif, namun tanpa hasil yang memuaskan, akhirnya mereka menemukan sebuah produk obat herbal kanker.

Poduk tersebut bernama MECODIA® yang terbuat dari 100% ekstrak Sarang Semut Papua. Produk obat herbal kanker ini tidak dibeli di apotik umum seperti Kimia Farma atau K-24, melainkan tersedia secara online di situs web Simplisia.com yang khusus menjual produk-produk herbal teruji.

Mereka lalu membeli paket MECODIA® sebanyak empat botol untuk penggunaan satu bulan. Selama mengonsumsi ekstrak Sarang Semut setiap hari, Ibu Nita mulai merasakan perubahan yang positif. Belum juga genap satu bulan penggunaan, benjolan kankernya sudah hilang sebagian. Benjolan kecil di payudara yang satunya juga mengecil.

Perubahan itu membuat Ibu Nita bersikap positif terhadap pemulihan dari penyakitnya. Sikap positifnya dapat terlihat dari kata-katanya berikut ini, “Terima kasih herbal Sarang Semut! Saya sangat puas, karena saya bisa pulih tanpa perlu melalui meja operasi dan perawatan medis yang cukup menguras biaya dan stamina.”

Ini hanyalah satu dari berbagai testimonial yang diberikan mengenai Sarang Semut. Anda bisa membaca testimonial-testimonial tersebut di situs web kami di bagian Testimonial.

Sarang Semut Papua Aman dari Efek Samping Serius

Karena mengusung bahan alam 100% ekstrak Sarang Semut Papua, obat kanker herbal ini relatif lebih aman daripada obat kimiawi yang dijual di apotik. Sampai saat ini belum ada laporan dari para pengguna Sarang Semut bahwa mereka mengalami efek samping serius.

Memang ada beberapa orang (tidak semua) yang melaporkan bahwa mereka mengalami efek samping ringan seperti rasa mual dan pusing. Tetapi itu lebih karena reaksi penyesuaian dari tubuh mereka terhadap efek obat herbal, dan biasanya hanya dirasakan selama beberapa hari pertama saja.

Atau ketika daya tahan tubuh seseorang sedang kurang baik, kemungkinan ia akan mengalami rasa sakit di bagian tubuh yang terkena kanker setelah mengonsumsi Sarang Semut. Gejala itu adalah reaksi dari bekerjanya obat herbal di dalam tubuh. Dan kalaupun muncul keluhan-keluhan yang dirasa cukup mengganggu, dosis konsumsi Sarang Semut bisa dikurangi untuk sementara waktu.

Apakah Sarang Semut Bisa Dikonsumsi saat Kemoterapi?


Sarang Semut tidak dianjurkan dikonsumsi selama Anda menjalani perawatan kemoterapi. Namun herbal ini bisa dikonsumsi 1 minggu sebelum atau 1 minggu sesudah kemoterapi untuk membantu memperbaiki kerusakan-kerusakan di dalam tubuh yang mungkin terjadi selama kemoterapi. Dan sesudah kemoterapi, herbal ini khususnya berguna untuk mencegah kanker menyebar atau kambuh kembali.

Bagi Anda yang sedang mengonsumsi obat kemo oral yang dibeli di apotik, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mulai mengonsumsi obat herbal kanker ini. Bisa atau tidaknya herbal dikonsumsi bersamaan dengan obat kemo oral bergantung pada jenis, dosis, dan jangka waktu konsumsi obat kemo yang diberikan oleh dokter.

Kini Anda sudah tahu apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli obat kanker di apotik umum, seperti di apotik Kimia Farma, K-24, atau membelinya secara online. Ingatlah bahwa obat kanker harus dibeli sesuai dengan resep dokter dan harus dikonsumsi mengikuti petunjuk dokter.

Namun ada alternatif obat kanker di apotik yang bisa dibeli tanpa resep dokter, yaitu obat herbal kanker. Salah satu obat herbal kanker yang paling direkomendasikan ialah ekstrak Sarang Semut Papua.

Saat Anda ingin membeli produk ekstrak Sarang Semut, pastikanlah untuk mengecek komposisinya apakah terbuat dari 100% ekstrak Sarang Semut Papua. Dan periksa juga apakah produk herbal tersebut sudah terdaftar di BPOM RI. Sebab jika belum maka produk tersebut tidak dijamin aman untuk dikonsumsi.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang obat kanker di apotik. Semoga informasi ini dapat berguna khususnya bagi Anda yang sedang mencari pilihan pengobatan terbaik untuk penyakit kanker. Temukan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar penyakit kanker hanya di Deherba.com.


Sumber Referensi Obat Kanker di Apotik:

American Cancer Society. Oral Chemotherapy: What You Need to Know. Reviewed: 2016-04-01. URL: https://www.cancer.org/treatment/treatments-and-side-effects/treatment-types/chemotherapy/oral-chemotherapy.html. Accessed: 2019-09-10

Subroto, M. Ahkam, Saputro, Hendro. 2007. Gempur Penyakit dengan Sarang Semut. Jakarta: Penebar Swadaya.

Redaksi Trubus. 2006 Mei. Sarang Semut vs Penyakit Maut. Trubus. Rubrik Topik: 10-23


Advertisement
Alinesia