Minuman Berenergi: Aman atau Tidak untuk Diminum?


By Cindy Wijaya

Minuman berenergi—minuman ini mungkin salah satu yang diminati oleh orang yang merasa perlu tambahan tenaga dan konsentrasi ekstra. Seringkali orang-orang mengkonsumsi minuman energi ini untuk menghindari kantuk, khususnya jika orang tersebut wajib terjaga untuk melaksanakan pekerjaannya.

Mungkin sebagai tambahan pengetahuan untuk Anda, jika di luar negeri, khususnya negara Amerika Serikat, minuman berenergi dianggap sebagai minuman ringan, jadi masuk dalam kategori soft drink. Sementara di negara Indonesia sendiri, justru minuman ini masuk dalam kategori minuman kesehatan. Juga, di luar negeri jenis minuman ini menggunakan bentuk botol kecil dan siap minum, berbeda dengan yang ada di negara Indonesia, menggunakan bentuk sachet, kemudian dicampur air mineral.

Karena alasan itu, minuman energi yang sudah ada terlebih dahulu, akhirnya menjadi tergeser oleh beberapa merek lokal. Itu tentu saja karena alasan ekonomis, di mana minuman berenergi yang dijual dalam bentuk botol kecil, harganya lebih mahal, karena rata-rata botolnya dibuat menggunakan beling (kaca).

Kandungan dalam Minuman Berenergi

Kandungan minuman berenergi dibagi menjadi 3 komponen utama, yaitu gula, air, dan kafein. Air sendiri merupakan senyawa penting untuk semua makhluk hidup. Kembali ke minuman berenergi, kandungan air ini karena Anda meminum minuman tersebut dalam bentuk cair, walaupun yang bentuk sachet, perlu dicampur air terlebih dahulu. Kandungan kedua adalah gula, karena itu minuman berenergi memiliki rasa yang manis. Yang ketiga adalah kafein, juga sama, karena alasan tersebutlah, maka jika seseorang konsumsi minuman berenergi ini tidak akan mudah mengantuk dan akan lebih bertenaga.

Tentu saja, kandungannya tidak hanya ketiga bahan tersebut, melainkan juga terdapat kandungan yang lain. Mulai dari ginseng, taurine, guarana, ginkobiloba, teh hijau, vitamin, zat perasa, zat pewarna, dan beberapa bahan kimia lainnya. Jika Anda penasaran, Anda dapat melihat bahan pembuatan di balik kemasan minuman berenergi tersebut, biasanya di balik bungkusnya sudah tercantum. Jangan lupa untuk sekaligus cek tanggal kadaluarsanya, sebab Anda tidak ingin jatuh sakit karena bahan minuman kadaluarsa, bukan?

Efek Samping Minuman Berenergi

Jika seseorang minum minuman berenergi terlalu sering dapat terkena efek sampingnya. Segala sesuatu, termasuk kategori minuman ini, jika diminum terlalu berlebihan, kurang baik untuk kesehatan, karena tidak alami dan memiliki kandungan kafein juga. Beberapa orang bahkan mengonsumsi minuman berenergi dengan dicampur minuman beralkohol, tentu saja ini jauh lebih berbahaya lagi.

Kadar kafein terlalu tinggi dari minuman berenergi dapat menyebabkan beberapa gangguan, mulai dari tekanan darah tinggi, jantung berdebar, kegemukan, hingga berbagai gangguan kesehatan yang lainnya. Seorang dokter, Dr. Kwabena Blankson, yang merupakan dokter ahli kesehatan remaja, menyebutkan jika minuman berenergi itu dapat menimbulkan efek serius untuk remaja yang meminumnya dengan jumlah berlebihan.

Kafein merupakan salah satu yang bertanggung jawab terkait mengapa minuman berenergi yang dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dapat membawa efek buruk bagi kesehatan. Efek negatif yang diberikan bisa lebih dari satu, bahkan cukup banyak. Kandungan stimulan dan kafein dalam minuman berenergi bisa memacu kerja sistem saraf dan kerja jantung dengan berlebihan. Karena itulah maka jenis minuman yang satu ini boleh dikonsumsi namun dengan jumlah yang wajar dan tidak berlebihan. Sebenarnya, kafein tidak hanya terkandung dalam minuman energi, tetapi juga dalam minuman kopi dan teh.

Apakah tubuh lebih segar dengan minum minuman berenergi?

Ya, memang minum minuman energi akan membuat tubuh merasa lebih segar. Anda boleh meminumnya jika memang sedang benar-benar membutuhkan pikiran konsentrasi dan tenaga ekstra, contohnya jika Anda menyetir untuk perjalanan jauh. Namun harus diingat konsumsilah minuman berenergi tersebut dalam jumlah yang wajar, jangan berlebihan.

Karena di sisi lain, efek negatif berlipat ganda dapat dirasakan oleh tubuh Anda jika konsumsi dengan jumlah terlalu berlebihan. Itu belum termasuk efek dari kandungan gula dalam minuman berenergi tersebut. Jika Anda menderita diabetes, maka Anda harus berpikir dua kali sebelum minum jenis minuman yang satu ini, sebisa mungkin dihindari.

Gagal Ginjal Kronis

Minuman berenergi juga dapat menyebabkan penyakit kronis yang lainnya. Selain penyakit diabetes, penyakit lain yang mengancam adalah gagal ginjal kronis. Bahan pengawet, pewarna, dan zat pemanis yang terkandung dalam minuman berenergi yang membuat orang yang mengkonsumsinya beresiko terkena penyakit gagal ginjal kronis. Kerja organ ginjal orang tersebut akan menjadi lebih berat, karena harus menyaring macam-macam bahan toksik yang terkandung dalam minuman energi yang seseorang konsumsi. Karena itu, jika hal tersebut berlangsung terus menerus, maka glomerulus dan tubulus akan menjadi rusak. Karena itu maka minuman berenergi merupakan salah satu faktor penyebab gagal ginjal kronis pada seseorang.

Obesitas juga akan mengancam orang yang senang konsumsi minuman berenergi dengan rutin dan berlebihan. Lebih baik Anda minum minuman yang benar-benar menyehatkan, dan yang terpenting alami. Contohnya minum jus, dibandingkan sering konsumsi minuman berenergi. Jika Anda minum jus, maka walaupun Anda sering meminumnya, itu tak akan menjadi masalah, justru Anda akan semakin sehat karenanya. Tetapi sekali-sekali Anda konsumsi tidak apa-apa, namun selingi dengan minum jus dan makan makanan yang bergizi seimbang lainnya. Dengan begitu, tubuh Anda akan tetap segar, dan Anda tak akan terlalu bergantung kepada minuman berenergi.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}