Meski Sudah Dinyatakan Sembuh, Kenapa Kanker Bisa Kambuh Lagi?

756

Diedit:

Anda baru saja dinyatakan sembuh dari kanker yang beberapa tahun terakhir menyerang Anda. Pasti mendengarnya serasa seperti mimpi, ya? Sampai beberapa orang mengatakan sebuah kabar buruk, kalau kanker bisa menyerang kembali.

Bayang orang bilang bahwa Anda tak dapat sepenuhnya sembuh dari kanker. Ancaman munculnya kembali pembentukan kanker pada tubuh Anda masih akan muncul.

Benarkah Kanker Bisa Kambuh Kembali?

Benar bila dikatakan bahwa kanker dapat menyerang kembali. Mereka yang sudah dinyatakan sembuh sebenarnya baru bebas dari kanker sebesar 95 persen. Bukan bermaksud menakut-nakuti, hanya saja sebaiknya Anda ketahui ini untuk bisa segera melakukan langkah pencegahan sebelum kanker kambuh kembali.

Kenapa kanker kambuh? Pada dasarnya masalah muncul akibat tertinggalnya sisa sel-sel kanker dalam tubuh. Bisa jadi sel kanker terlepas dari massa utama dan tertinggal dalam tubuh. Atau bisa jadi ada pelepasan sel kanker yang kemudian masih tersimpan dalam tubuh dan kemudian membentuk serangan baru.

Bagaimana bisa sel kanker tertinggal dalam tubuh? Ada beberapa alasan berdasarkan sumber Cancerresearchuk.org, dan alasan-alasan tersebut akan kami jabarkan sebagai berikut:

Kanker Kambuh Pasca Operasi

Dokter bedah akan melakukan pengangkatan jaringan kanker semaksimal mungkin dengan meminimalkan kemungkinan adanya sel kanker yang tersisa. Namun faktanya di lapangan tidak ada jaminan kalau 100 persen massa berhasil diangkat. Kadang akar-akar atau potongan kecil, bahkan mungkin sel-sel mikro, dapat tertinggal. Dan sel-sel yang tertinggal ini bila dibiarkan bisa memicu terbentuknya serangan kembali.

Memang, tubuh memiliki sistem imun yang bisa diharapkan mematikan sel kanker yang tertinggal ini. Namun pada banyak kasus, hasil dari kinerja imunitas tidak selalu sesuai harapan. Karenanya kemudian prosedur layak yang bisa diberikan pasca operasi adalah pemberian terapi kanker seperti kemoterapi, radioterapi, hormon terapi, atau terapi biologi untuk memicu kinerja imunitas.

Kanker Kambuh Pasca Terapi

Pada beberapa kasus kanker tahap awal, pasien tidak diharuskan untuk operasi, melainkan hanya diminta untuk melakukan langkah terapi seperti kemoterapi, radioterapi, terapi hormonal, atau terapi biologi. Dan bukan mustahil terapi-terapi ini tetap terbukti mampu mengobati kanker meski beberapa menyertakan efek samping yang cukup menyusahkan.

Tetap saja tidak ada jaminan 100 persen kalau terapi-terapi ini akan sepenuhnya mengenyahkan seluruh sel kanker dalam tubuh. Beberapa sel kanker masih tersisa dan bisa bertahan dari gempuran pengobatan. Bisa pula sel kanker hanya sempat melemah pada masa terapi dan kembali aktif pasca terapi berakhir.

Masalahnya pada kemoterapi, pasien akan mengalami penurunan fungsi sistem imun. Ini menyebabkan tubuh kesulitan mengatasi sisa-sisa sel kanker yang mungkin masih tertinggal. Kadang diperlukan perpaduan beberapa terapi, termasuk dengan menyudahi kemoterapi atau radioterapi lalu memulai terapi biologi seperti dengan menjalankan diet-diet tertentu dalam jangka panjang.

Kanker Kambuh Akibat Sel yang Terlepas dan Menyebar

Pada sejumlah jenis kanker, seperti kanker getah bening, sel kanker bisa saja terlepas dari massa utama kemudian terlarut dalam cairan getah bening, masuk ke dalam aliran dan tersebar ke seluruh tubuh. Ini menyebabkan sel kanker kemudian masuk ke organ yang baru dan membentuk serangan baru.

Sebenarnya pada jenis kanker lain juga mungkin mengalami pola penyebaran (metastasis) yang serupa. Sel kanker terlepas dari massa utama dan terlarut ke dalam aliran darah, terbawa bersama pembuluh darah, lalu dapat masuk ke organ baru lain. Hanya saja, kebanyakan kasus kanker getah bening memiliki risiko metastasis tak terdeteksi dengan tingkat yang lebih tinggi.

Kanker Kambuh Akibat Resistensi

Sel kanker adalah sel sehat yang mengalami mutasi dari segi DNA, RNA, dan perilaku sel. Sejalan dengan pengobatan, sel kanker masih sangat mungkin melanjutkan proses mutasinya. Dan yang paling dikhawatirkan sel kanker memiliki kemampuan adaptif, yakni kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan tubuh.

Ketika Anda melakukan pengobatan seperti dengan menjalankan kemoterapi, pada tahap awal sel kanker akan rusak dan mati. Namun sel-sel kanker yang tersisa ternyata bekerja berlawanan. Meski mungkin sempat melemah, namun karena kinerja sistem imun yang menurun pasca kemoterapi, kondisi melemahnya sel kanker ini tak lantas membuat sistem imun mampu bekerja cepat membunuh sel kanker.

Sel kanker yang tersisa pada akhirnya akan pulih dan meneruskan proses mutasinya dengan beradaptasi terhadap serangan kimiawi tadi. Akhirnya sel kanker akan membentuk kekebalan (resistensi) khusus sehingga tak akan mempan lagi oleh serangan kemoterapi lanjutan yang dilakukan.

Pada kondisi ini, sel kanker bisa menjadi lebih ganas dan sulit untuk diatasi. Sel kanker menghasilkan semacam protein khusus bernama P-glycoprotein yang membaca serangan kemoterapi sebagai toksin untuk sel. Protein ini bukan hanya membentuk perlindungan terhadap serangan, tetapi juga mendorong obat-obatan ini menjadi tidak agresif terhadap sel kanker.

Lalu apa yang sebaiknya Anda lakukan untuk mencegah kanker kambuh kembali? Pastikan sel kanker yang mungkin tersisa dalam tubuh Anda teratasi secara efektif. Upayakan pengobatan atau perawatan yang sanggup mematikan dan menonaktifkan seluruh sisa-sisa sel kanker yang tersisa semaksimal mungkin.

Adapun cara-cara efektif untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap serangan ulang kanker adalah sebagai berikut.

  • Menjalankan diet untuk terapi biologi

    Sebagaimana sudah dijelaskan di atas, meski secara medis tubuh Anda sudah dinyatakan bebas kanker, sebaiknya Anda tetap menjalankan diet-diet khusus penderita kanker. Tujuannya adalah menjadikan tubuh Anda sebagai ekosistem yang tidak nyaman untuk pertumbuhan serta perkembangan kanker. Inilah yang dikenal secara medis sebagai terapi biologi.

    Anda bisa mencoba diet ketogenik yang rendah gula, karena gula adalah salah satu sumber energi utama dari sel kanker. Anda juga bisa menjalankan diet khusus seperti diet budwig protocol atau dengan menjalankan diet alkali yang juga diklaim baik untuk mencegah pertumbuhan kanker. Sebelum menjalani jenis diet apa pun, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter yang menangani Anda.

  • Maksimalkan imunitas tubuh

    Sebenarnya tubuh manusia sudah dibekali dengan kemampuan alami untuk mematikan sel kanker. Tubuh kita memiliki limfosit dimana di dalamnya terdapat sel T dan sel B yang bisa bekerja menyerang sel yang memiliki DNA abnormal.

    Jadi sebenarnya Anda bisa mengandalkan kemampuan ini untuk mengurangi risiko kanker kambuh hingga serendah mungkin. Kuncinya tentu saja dengan menjalankan pola hidup yang bertujuan memaksimalkan fungsi imunitas.

    Imunitas tubuh akan optimal bila komponen utama dari sistem imun tersedia dalam jumlah yang sesuai kebutuhan. Beberapa komponen utama dari fungsi imunitas antara lain vitamin C, vitamin K, vitamin B, vitamin D, sejumlah mineral seperti zink, magnesium, sulfur, yodium, dan beberapa jenis asam amino. Selain itu tambahkan asupan anti oksidan seperti flavonoid yang efektif menstimulasi imunitas. Salah satu suplemen alami yang mengandung berlimpah flavonoid ialah Sarang Semut Papua.

  • Maksimalkan produksi glutathion

    Glutathion adalah komponen senyawa anti oksidan alami yang dibentuk secara natural oleh tubuh manusia sendiri. Glutathion bekerja dengan mengaktifkan sel T sehingga mendorongnya untuk bekerja lebih efektif menyerang sisa-sisa sel kanker dalam tubuh.

    Glutathion juga membantu melindungi dan mempertahankan kemurnian DNA. Pada kasus sel kanker, glutathion bukan hanya merusak sel kanker, tetapi juga membantu pengaktifan sel sehat dengan DNA yang murni untuk melakukan pembelahan diri menggantikan sel-sel rusak akibat sisa serangan kanker.

    Ini akan mempercepat proses pemulihan kondisi. Karena tempat-tempat yang sebelumnya menjadi lokasi sel kanker berada akan ditempati oleh sel-sel sehat yang baru. Sehingga meminimalkan sel kanker yang tersisa kembali menempati lokasi yang lama.

    Yang Anda perlukan adalah meningkatkan asupan aneka buah dan sayur, menambahkan asupan protein terutama jenis protein yang disertai dengan lemak sehat seperti ikan-ikanan dan kacang-kacangan. Tambahkan asupan vitamin C dan E alami, juga asupan anti oksidan alami yang bertujuan menjaga kondisi liver. Liver yang sehat adalah kunci dari produksi glutathion yang optimal.

  • Hindari sumber-sumber radikal bebas

    Radikal bebas adalah salah satu pemicu oksidasi sel. Sel yang teroksidasi akan rusak dan memicu terbentuknya mutasi DNA. Radikal bebas juga menjadikan tubuh sebagai ekosistem yang nyaman bagi tumbuh-kembang sel kanker. Radikal bebas juga bisa mengoksidasi fungsi imunitas yang menyebabkan serangan terhadap sel kanker yang tersisa tidak bisa optimal.

    Satu lagi yang tidak kalah penting, radikal bebas bisa memboroskan penggunaan glutathion yang seharusnya bisa Anda optimalkan untuk proses pembentukan sel sehat baru. Karena glutathion akan terserap untuk menetralkan serangan toksin dari radikal bebas.

    Jadi, sebaiknya kontrol pola makan Anda dengan sepenuhnya menghindari konsumsi hal-hal yang bersifat sebagai toksin atau radikal bebas. Radikal bebas bisa datang dari makanan, udara, dan air yang Anda gunakan, juga dapat datang dari efek stres dan kelelahan.

    Hindari sumber makanan yang mengandung bahan adiktif seperti makanan yang diawetkan, junk food, makanan dengan pewarna dan pemanis buatan, makanan dengan kadar toksin atau menggunakan wadah yang bisa menambahkan toksin dalam makanan. Hindari sumber polusi dan hindari masuknya senyawa logam berat ke dalam tubuh.

Bagi Anda yang ingin mengetahui bagaimana caranya memiliki pola hidup sehat agar mempercepat pemulihan dari kanker sekaligus mencegahnya kambuh kembali, silakan baca informasi di artikel: Pola Hidup Sehat Terbaik untuk Penyembuhan Segala Macam Penyakit!

Sebagai kesimpulan terakhir, secara umum memang mereka yang dinyatakan sembuh dari kanker tidak dapat dipastikan 100 persen bebas kanker. Biasanya kondisi pasien sebenarnya baru terbebas dari kanker dalam skala 90 sampai 95 persen.

Dalam jangka waktu 3 hingga 5 tahun, dibutuhkan tindakan pengawasan dan pencegahan sampai pasien dinyatakan sepenuhnya bersih dari kanker. Jika Anda mengupayakannya, maka risiko kanker kambuh kembali dapat ditekan seminim mungkin.