Mengetahui Lebih Dalam Tentang Pengendalian Resistensi Insulin

442

Diedit:

Sebelum mengetahui tentang apa itu resistensi insulin, maka alangkah baiknya kalau kita bahas terlebih dahulu apa itu insulin. Insulin ialah hormon yang berfungsi untuk menjaga kadar glukosa di dalam darah.

Sebagaimana diketahui bahwa setiap sel di dalam tubuh membutuhkan adanya suplai gula atau glukosa yang berkesinambungan untuk diproses menjadi energi.

Karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh kemudian diubah menjadi glukosa atau zat gula yang akan dibawa menembus dinding sel dengan bantuan hormon insulin. Di dalam sel, glukosa kemudian diubah menjadi lemak dan disimpan dalam bentuk sel lemak.

Apa Itu Resistensi Insulin?

Apa itu resistensi insulin? Resistensi insulin ialah suatu keadaan dimana produksi insulin di dalam tubuh tidak bisa digunakan secara optimal terutama pada lemak, sel-sel otot, dan hati.

Ketika seseorang memakan makanan yang tinggi karbohidrat sederhana secara otomatis akan menyebabkan insulin bekerja lebih ekstra. Kalau keadaan tersebut intens terjadi, maka akan menyebabkan kadar insulin menjadi meningkat sehingga mengakibatkan respon sel-sel terhadap insulin tersebut akan menurun.

Kondisi menurunnya sel-sel dalam merespon insulin tersebut akan menyebabkan energi menjadi cenderung menurun pula. Dampaknya, orang yang terkena resistensi insulin biasanya sering mengalami penurunan energi, melemahnya otot, dan kelelahan.

Yang harus diwaspadai ialah bahwa orang-orang yang mengalami resistensi insulin dan hiperglikemia bisa menyebabkan meningkatnya resiko diabetes tipe 2 serta adanya kerusakan pada jantung dan pembuluh darah.

Biasanya yang tergolong dalam kondisi ini ialah orang yang memiliki problem kelebihan berat badan, hipertensi, serta kadar kolesterol dan trigliserida yang tidak normal di dalam darah.

Anda yang memiliki kondisi ini dikategorikan mengidap sindrom metabolik atau sindrom X. Untuk sindroma metabolik ini kemudian didefinisikan memiliki 3 dari beberapa kondisi di bawah ini antara lain:

  • Kadar trigliserida sama dengan 150 mg/dl atau sedang mengonsumsi obat untuk kadar trigliserida yang tinggi.
  • Kadar kolesterol baik (HDL) kurang dari 40 mg/dl untuk laki-laki dan kurang dari 50 mg/dl untuk perempuan atau yang sedang menggunakan obat HDL yang rendah.
  • Tekanan darah sama dengan 130/85 mmHg atau sedang menggunakan obat darah tinggi (hipertensi).
  • Lingkar pinggang sama dengan 40 inchi untuk laki-laki dan 35 inchi untuk perempuan.
  • Kadar gula darah puasa sama dengan 100 mg/dl atau sedang menggunakan obat untuk hiperglikemia.
Baca juga:  14 Cara Meningkatkan Sensitivitas Insulin: Bagian II

Selain kondisi demikian, ada juga yang disebut dengan pre-diabetes yakni kadar glukosa darah lebih tinggi dari normal namun tidak bisa juga segera didiagnosa sebagai diabetes.

Kondisi yang juga disebut dengan Impaired Fasting Glucose (IFG) memiliki resiko yang tinggi terhadap penyakit kardiovaskular. Mayoritas orang yang mengalami pre-diabetes mengalami diabetes tipe 2 kecuali mereka yang mampu menurunkan kondisi bobot tubuhnya 5-10 % dengan mengubah diet dan berolahraga.

Yang cukup patut diwaspadai bahwa orang dengan resistensi insulin dan pre-diabetes secara umumnya tidak memiliki gejala yang berarti. Orang yang telah mengalami resistensi insulin yang berat biasanya memiliki kulit dengan bercak gelap yang sering terjadi di bagian leher bagian belakang, siku, lutut, dan juga ketiak. Keadaan tersebut sering disebut dengan Acanthosis nigricans.

Sebagaimana gangguan kesehatan lainnya yang bisa disembuhkan, begitu juga halnya dengan resistensi insulin. Cara untuk mengendalikan resistensi insulin sejatinya bisa ditempuh dengan langkah yang mudah.

Karena terjadinya resistensi insulin sangat erat kaitannya dengan asupan karbohidrat sederhana seperti makanan yang manis maka sebaiknya makanan tersebut dihindari.

Selain hal itu bisa mengendalikan resistensi insulin juga sangat berperan dalam menurunkan berat badan yang ternyata erat kaitannya dengan resistensi insulin ini.

Intinya, mulai menerapkan pola makan yang sehat yakni dengan mengganti karbohidrat sederhana dengan karbohidrat kompleks seperti buah-buahan, sayuran, gandum dan juga biji-bijian merupakan langkah jitu dan tepat untuk bisa mengendalikan resistensi insulin secara cepat.

Jangan lupa pula untuk menjalankan olahraga secara teratur dan berkesinambungan dalam setiap harinya. Dengan meluangkan waktu Anda minimal 30 menit dalam sehari maka hal tersebut cukup efektif dalam menjaga kadar gula darah dan menurunkan bobot tubuh Anda.

Baca juga:  10 Rempah dan Herbal Mujarab untuk Pengobatan Diabetes
Advertisement
Alinesia