Mengenal Lebih Dalam Manfaat Bawang Dayak

516

Diedit:

Tak banyak yang mengenal jenis bawang merah satu ini, karena memang kebanyakan hanya mudah Anda jumpai di beberapa kawasan di Kalimantan. Anda bisa menemukannya di Jawa dan Sumatera tetapi dalam jumlah yang sangat terbatas. Itu pula sebabnya kemudian tanaman ini disebut bawang dayak atau bawang tiwang dalam bahasa lokal dayak setempat.

Bawang ini sekilas serupa dengan bawang merah biasa. Berbentuk berlapis dengan daging dan kulit berwarna merah. Hanya saja jenis bawang dayak memiliki warna merah yang lebih pekat cenderung sedikit magenta atau ungu merah. Lapisan daging buahnya juga lebih tebal dan terkesan lebih kokoh dari bawang merah biasa.

Yang menarik, bawang dayak ini rupanya lebih dikenal sebagai bahan obat tradisional ketimbang sebagai bahan bumbu masak. Rasanya yang lebih getir dan aroma kuatnya memang membuatnya kurang cocok dimanfaatkan sebagai bumbu masak. Sementara itu ada sederet manfaat bawang dayak yang bisa Anda temukan.

Kandungan senyawa anti oksidan dalam bawang dayak menjadi rahasia dibalik manfaat bawang dayak untuk kesehatan. Ditemukan sejumlah senyawa penting seperti antosianin yang dikenal efektif untuk mencegah diabetes dan menguatkan fungsi pankreas. Adanya kandungan senyawa unik bernama eleutherinosidea diakui dapat bekerja sama efektifnya dengan insulin mendorong sel-sel tubuh menyerap glukosa dari dalam darah.

Antosianin sendiri merupakan elemen anti oksidan yang bisa terdapat pada jenis makanan dengan warna ungu dan merah tua. Senyawa ini bekerja sebagai senyawa anti kanker yang kuat. Dipadukan dengan jenis flavonoid lain di dalam bawang dayak maka bawang dayak sempurna sebagai materi anti kanker. Selain itu dalam bawnag dayak ditemukan saponin yang efektif juga bekerja sebagai anti diabetes.

Baca juga:  Khasiat Bawang Dayak untuk Diabetes, Kolesterol, Darah Tinggi, Hingga Kanker

Dapat bekerja sebagai anti karsinogen, yakni menurunkan kadar toksin dan oksidan dari dalam tubuh yang kerap menyebabkan penyimpangan pertumbuhan dan regenerasi sel, anti proliferasi untuk mencegah pertumbuhan sel kanker dengan menghambat proses pembelahan diri, mendorong induksi apoptosis yang membuat sel kanker menyerang induk selnya sendiri dan kemampuan angiogenesis dengan menghambat aliran darah menuju sel abnormal.

Sebuah riset yang dilangsungkan di Othiwi Larasati SSi dari Program Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung menemukan adanya manfaat anti kanker yang kuat dalam bawang dayak. Selain untuk mencegah kanker, diyakini pula ada manfaat bawang dayak untuk mencegah penyakit degenerasi atau penurunan fungsi tubuh akibat menurunnya fungsi regenerasi sel. Ini karena fungsi anti oksidan akan membantu mengurangi beban organ dan mengaktifkan fungsi organ.

Itu sebabnya Anda bisa menemukan manfaat bawang dayak lain seperti untuk mengatasi hipertensi dan stroke. Manfaat ini didapat dari kandungan alisin dalam bawang dayak yang diketahui baik untuk mengatasi kekentalan darah dan membantu memperbaiki sirkulasi darah. Kandungan triterpenoid dalam bawang dayak juga membantu mengatasi endapan plak kolesterol yang memicu tekanan darah tinggi dan stroke.

Dalam pengobatan tradisional, bawang dayak juga kerap digunakan sebagai obat untuk masalah pencernaan. Biasa dimanfaatkan untuk mengatasi keluhan diare, maag, sembelit dan keluhan lain seputar pencernaan. Kandungan tanin dalam bawang dayak membantu mengatasi masalah pencernaan dan menekan rasa nyeri dan mulas. Serat dalam bawang dayak sangat tinggi sehingga baik untuk sembelit.

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan manfaat bawang dayak untuk membantu mengatasi keluhan flu. Kandungan favonoid yang berpadu dengan vitamin C dan A dosis tinggi, naphtoquinonen dan sejumlah elemen lain sangat baik untuk membantu mengatasi serangan bakteri, virus dan serangan infeksi. Sifatnya juga baik untuk menstimulasi peningkatan dan perbaikan sistem daya tahan tubuh, sehingga juga efektif membantu mengatasi keluhan alergi.

Baca juga:  Khasiat Bawang Dayak untuk Diabetes, Kolesterol, Darah Tinggi, Hingga Kanker

Kandungan anti inflamasinya dapat bekerja langsung pada sistem saraf parasimpatiknya sehingga akan bekerja efektif menekan rasa nyeri. Juga mengandung anti radang dan anti piretik untuk mengatasi demam akibat infeksi dan radang.

Biasa digunakan dalam dunia pengobatan tradisional suku dayak untuk mengatasi nyeri haid, mengurangi nyeri ketika melahirkan dan membantu mengatasi rasa nyeri akibat luka perang. Kadang digunakan sebagai obat oral karena juga mengandung vitamin A dan iodium yang baik untuk mengeringkan luka terbuka. Juga efektif untuk obat oral penyakit infeksi terbuka lain seperti bisul, sariawan hingga jerawat.

Riset lain yang melakukan pendalaman mengenai manfaat bawang dayak dilakukan di Arnida dan rekan dari Farmasi Universitas Lampung dan menemukan fakta kemampuan diuretik dalam bawang dayak yang juga bisa bekerja memperbaiki sekaligus membantu fungsi hati dan ginjal. Terbukti akan terjadi perbaikan hingga 20% setelah mengonsumsi bawang dayak dalam tempo 2 pekan.

Dengan mengasup bawang dayak yang memiliki sifat diuretik, anti radang, anti oksidan dan anti biotik alami diyakini akan membantu mengatasi masalah pada saluran kemih, infeksi kandung kemih, masalah prostat, ginjal serta bantu ginjal, hati dan keluhan penyakit kuning, keluhan empedu dan lain sebagainya.

Diakui tak mudah memang mendapatkan bawang dayak. Meski saat ini sudah mulai dibudidayakan secara komersial, masih dalam skala terbatas dan kebanyakan masih dijumpai di kawasan Kalimantan. Tetapi jelas bawang dayak bisa menjadi pilihan alternatif pengobatan tradisional di Indonesia.

Advertisement
Alinesia