Mengapa Aktivitas Fisik Dapat Mencegah Kanker?

437
Shutterstock

Diedit:

Menjadi aktif secara fisik bukan hanya bagus untuk jantung Anda. Ada banyak sekali bukti yang menunjukkan bahwa aktivitas fisik juga mengurangi risiko Anda terkena kanker payudara, usus, atau kanker rahim. Berupaya tetap aktif dapat dengan sangat baik membantu mencegah kanker.

Selain bermanfaat menurunkan risiko berbagai jenis kanker, aktivitas fisik juga membantu mencegah Anda menjadi kegemukan dan obesitas—keduanya juga dianggap sebagai penyebab beragam jenis kanker yang berbahaya.

Bagaimana Aktivitas Fisik Memengaruhi Kadar Hormon?

Hormon adalah bahan kimia pembawa pesan yang dibawa keliling tubuh kita di dalam darah. Mereka membantu memberitahukan tubuh kita serta sel-sel mengenai apa yang harus mereka lakukan. Menjadi aktif secara fisik dapat mengubah kadar dari sejumlah hormon, termasuk estrogen dan insulin.

Pada wanita, aktivitas fisik bisa mengurangi kadar estrogen. Estrogen dianggap sebagai salah satu pemicu dari banyak perkembangan kanker payudara dan rahim, sehingga dengan menurunkan kadarnya akan membantu untuk mencegah kanker tersebut.

Aktivitas fisik atau olahraga juga mengurangi jumlah insulin di dalam darah. Insulin sangatlah penting dalam mengendalikan cara tubuh menggunakan dan menyimpan energi dari makanan. Perubahan pada kadar insulin bisa berdampak pada seluruh tubuh.

Dan para ilmuwan meyakini bahwa insulin dapat mengaktifkan sinyal yang memberitahukan sel-sel untuk membelah diri. Karena penyakit kanker diawali ketika sel-sel mulai membelah diri tanpa terkendali, maka dengan menurunkan kadar insulin akan membantu mencegah kanker-kanker tertentu.

Bagaimana Aktivitas Fisik Dapat Mencegah Kanker Usus?

Aktivitas fisik membantu makanan bergerak menuju usus kita. Ketika makanan dengan cepat bergerak melalui usus, hal ini meminimalkan jumlah waktu bagi lapisan usus untuk bersentuhan dengan bahan-bahan kimia berbahaya, misalnya bahan kimia yang dilepaskan ketika Anda mengonsumsi alkohol atau daging olahan. Jadi kemungkinannya lebih sedikit bagi bahan-bahan kimia itu untuk menimbulkan kerusakan pemicu kanker.

Rajin olahraga juga membantu mengendalikan tingkat inflamasi yang terjadi dalam usus. Inflamasi merupakan bagian normal dari cara tubuh kita bereaksi terhadap luka atau infeksi. Tetapi kadang-kadang inflamasi bisa menyebakan lebih banyak kerusakan, terutama jika terus terjadi di tempat yang sama.

Hal ini dapat memicu sel-sel membelah diri lebih sering daripada biasanya, untuk mengganti sel-sel yang mati dan rusak, sehingga memperbesar kemungkinan terjadinya mutasi yang mengarah pada kanker.

Baca juga:  Kanker Dapat Disebabkan oleh Penyakit Lupus

Menjadi aktif secara fisik, misalnya dengan rajin olahraga, yang diimbangi dengan pola makan sehat juga membantu Anda menjaga berat badan. Dan menjaga berat badan adalah cara bagus lain untuk menurunkan risiko dari kanker maupun berbagai jenis penyakit lain.

Bacalah mengapa kegemukan dapat memicu perkembangan kanker di artikel: Kegemukan Ternyata Juga Dapat Menyebabkan Kanker!

Namun aktivitas fisik tidak cuman bermanfaat untuk berat badan Anda, dan efeknya terhadap risiko kanker bukan hanya muncul dari manfaatnya dalam menjaga berat badan.

Bagaimana Aktivitas Fisik Bermanfaat bagi Penderita Kanker?

Ada juga bukti yang menunjukkan bahwa menjadi aktif bisa membantu orang-orang selama mereka menjalani pengobatan kanker. Jika Anda seorang penderita kanker dan ingin menjadi lebih aktif secara fisik, bicarakanlah dengan dokter Anda mengenai cara yang terbaik bagi Anda.

Para peneliti telah meninjau keamanan dari melakukan aktivitas fisik selama atau setelah pengobatan kanker. Pada umumnya, dokter menyarankan setidaknya melakukan aktivitas fisik/olahraga sedang selama 30 menit sehari, 5 hari seminggu.

Bagaimana Caranya Menjadi Lebih Aktif secara Fisik?

Tidak perlu tiba-tiba menjadi maniak olahraga, beberapa penelitian memperlihatkan bahwa kita semua bisa melakukan beberapa perubahan dalam kebiasaan sehari-hari. Untuk membantu Anda membentuk kebiasaan-kebiasaan yang sehat, cobalah lakukan aktivitas fisik sewaktu pergi ke tempat-tempat tertentu, misalnya jalan kaki ke stasiun atau halte bus di pagi hari, atau hangout bareng teman untuk jalan kaki sore-sore.

Ya, jalan kaki adalah cara yang sangat baik untuk meningkatkan jumlah aktivitas fisik bagi tubuh Anda. Aktivitas ini mudah dimasukkan dalam rutinitas sehari-hari, dan Anda tidak butuh peralatan atau pakaian khusus untuk melakukannya, dan olahraga ini gratis.

Anda juga tidak usah jalan kaki terlalu lama—sedikit-sedikit saja sudah bagus. Dan Anda tidak perlu khawatir tidak sanggup melakukannya karena jarang olahraga. Mulailah dengan kecepatan yang nyaman bagi Anda dan pelan-pelan tingkatkan kecepatan serta jumlah waktu untuk berjalan kaki.

  • Jalan kaki ke atau dari tempat kerja atau sekolah. Jika jaraknya terlalu jauh, cobalah berjalan kaki ke tempat perhentian kendaraan umum atau parkirkan kendaraan Anda di tempat yang agak jauh supaya ada waktu untuk jalan kaki.
  • Gunakan tangga atau eskalator daripada lift. Kalau Anda bekerja di lantai atas, cobalah naik tangga sebisa atau sekuat Anda baru kemudian lanjutkan naik lift.
  • Berjalanlah sebentar di waktu istirahat siang. Habiskan waktu Anda jauh dari layar komputer akan membuat mata Anda beristirahat dan membantu tubuh terasa lebih segar.
  • Untuk pergi ke tempat dekat, jalan kaki lah daripada menggunakan kendaraan. Anda bisa berhemat, dan bahkan mungkin lebih cepat sampai karena tidak kena macet.
Baca juga:  Kanker Stadium 5 atau Akhir: Tips Menghadapinya!

Apakah Menjadi Soal Jumlah Waktu yang Dihabiskan untuk Duduk?

Dari duduk bekerja di kantor lalu duduk di sofa rumah, dan duduk di mobil atau kendaraan umum, banyak dari kita yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk duduk sepanjang hari. Para ahli menyebutnya sebagai ‘gaya hidup tidak aktif’.

Anda bisa saja memiliki gaya hidup tidak aktif bahkan meskipun aktif secara fisik, sebagai contoh, jika Anda duduk seharian lalu olahraga di sore hari. Mengurangi waktu yang Anda habiskan untuk duduk sangatlah penting karena penelitian memperlihatkan bahwa perilaku tidak aktif dapat meningkatkan risiko kanker.

Jadi sesekali bangunlah dan bergerak-geraklah sebentar dari tempat duduk. Dengan membuat perubahan-perubahan kecil dalam rutinitas harian, Anda bisa menaikkan tingkat aktivitas fisik bagi tubuh.

Cobalah manfaatkan kesempatan-kesempatan kecil dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadi lebih aktif. Kalau Anda saat ini menjalani gaya hidup tidak aktif, yang paling pertama harus dilakukan adalah mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan untuk duduk.

  • Sewaktu di rumah, bangunlah dari tempat duduk untuk melakukan pekerjaan rumah, misalnya cuci piring atau buang sampah.
  • Di tempat kerja, pergilah ke meja rekan kerja untuk memberitahukan sesuatu daripada hanya kirim pesan lewat email atau chat.
  • Berdiri dan bergeraklah ke sekeliling sesering mungkin—lakukan apa saja yang bisa dilakukan, misalnya menyeka debu-debu di jendela.

Sebenarnya, meningkatkan aktivitas fisik atau rutin olahraga lebih mudah daripada yang Anda bayangkan. Anda hanya cukup melakukan perubahan-perubahan kecil dalam rutinitas sehari-hari, misalnya dengan jalan kaki atau naik tangga, untuk membantu membuat Anda menjadi lebih aktif.

Dan tidak pernah ada kata terlambat untuk membuat perubahan semacam itu. Bahkan meskipun Anda sudah menjalani gaya hidup tidak aktif selama puluhan tahun, kalau saat ini Anda mengupayakan aktivitas fisik, itu adalah kontribusi besar bagi kesehatan dan Anda dapat berhasil mencegah kanker di masa depan.

Advertisement
Alinesia