Mencegah Migrain, Lebih Bijak Dibandingkan Mengobatinya


By Fery Irawan

Lebih baik mencegah dari pada mengobati—Tidak ada yang lebih bijak selain melakukan tindakan ini, khususnya bagi orang-orang dengan kecenderungan tubuh yang kurang sehat, misalnya akibat migrain. Bayangkan saja, bila serangan migrain datang, berapa banyak waktu produktif Anda yang terbuang percuma hanya untuk merasakan siksaan migrain atau bahkan untuk mengobatinya?

Ya, mencegah migrain jelas lebih bijak dibandingkan dengan mengobatinya. Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan guna mengendalikan migrain.

Obat-Obatan Pencegah (Prophylactic)

Obat-obatan ini biasanya digunakan untuk mengurangi frekuensi serangan migrain. Biasanya, diresepkan pada penderita migrain yang memiliki reaksi negatif terhadap pengobatan migrain yang dilakukan, maupun pada mereka dengan frekuensi migrain yang tinggi.

Obat-obatan prophylactic ini bekerja sebagai beta blocker, antidepresan, dan antikejang dan umumnya berupa Depakote (divalproex), Topamax (topiramate), dan Inderal (propanolol). Biasanya, obat prophylactic diresepkan dengan dosis rendah dan akan ditingkatkan secara perlahan jika memang dibutuhkan.

Sebelum meresepkan obat-obatan ini, dokter akan mempertimbangkan efek-efek sampingan yang dapat timbul, interaksi antar-obat, dan kondisi-kondisi tertentu yang muncul secara bersamaan, misalnya adanya diabetes, penyakit jantung, dan darah tinggi. Angka keberhasilan Anda menghindari serangan migrain dengan cara ini, hanya 50%.

Dan, satu lagi hal yang perlu Anda ingat tentang penggunaan obat-obatan prophylactic. Jika penggunaan obat-obatan ini hendak dihentikan, patut diingat agar penghentian konsumsi tidak dilakukan secara mendadak karena dapat memicu terjadinya serangan migrain.

Mengendalikan Kadar Estrogen

Bagi wanita yang mengalami migrain menjelang maupun setelah siklus menstruasi mereka, mengontrol kadar estrogen dapat membantu mencegah terjadinya migrain. Bagaimana ini dapat dilakukan?

Biasanya, dokter akan menganjurkan Anda untuk melakukan terapi penggantian hormon atau dengan mengonsumsi pil KB. Keseimbangan kadar estrogen dalam tubuh Anda—para wanita pengidap migrain—dapat dipertahankan dengan pemantauan berkala yang dilakukan dokter Anda.

Baca Juga:  Sistem Saraf: Solusi Praktis Bagi Penderita Migrain!

Meski begitu, cara pencegahan migrain ini bukan bebas efek samping. Bicarakan dengan dokter Anda mengenai efek samping yang mungkin dapat timbul dan bagaimana mengatasinya.

Pengendalian Perilaku

Tindakan pencegahan terhadap migrain tidak selalu berfokus pada penggunaan obat, tetapi juga dapat dicapai dengan melakukan terapi perilaku kognitif.

Dalam kasus migrain, terapi jenis ini diterapkan dengan bantuan biofeedback, dimana sensor-sensor akan ditempatkan pada tubuh penderita migrain guna membantu penderita mengenali dan memonitor berbagai fungsi tubuh yang berkaitan dengan munculnya migrain seperti tekanan otot, detak jantung, dan tekanan darah.

Seraya penderita migrain mengawasi feedback yang ditampilkan pada monitor, penderita migrain sebenarnya dibantu untuk belajar mengontrol respon-respon pada tubuhnya, dimana teknik-teknik tersebut dapat diterapkan pada tahap-tahap awal kemunculan migrain, misalnya untuk merelaksasi otot dan menurunkan tekanan darah sehingga mencegah migrain yang sebenarnya muncul.

Obat Investigational

Yang dimaksud obat investigational dalam hal ini bukanlah obat baru yang sedang diteliti khasiatnya guna mengatasi penyakit tertentu.

Namun, obat investigational disini adalah obat tertentu yang telah disetujui penggunaannya guna mengatasi penyakit lain, tetapi belakangan diketahui berpotensi dalam mencegah serangan migrain.

Dalam pengobatan migrain, obat-obatan ini termasuk golongan inhibitor ACE, relaksan otot, semprotan hidung dan bubuk, dan perangkat stimulasi saraf.

Mengonsumsi obat-obatan guna menghentikan serangan migrain memang bermanfaat, namun tentu lebih efektif dan bijak jika sejak awal tanda-tanda kehadiran migrain, pencegahan dilakukan agar migrain yang sebenarnya tidak jadi menyerang. Berdiskusilah dengan dokter Anda guna mendapatkan informasi terbaik mengenai metode pencegahan mana yang tepat untuk Anda.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}