Manfaat Udang: Kaya Nutrisi dan Baik untuk Otak

133
manfaat udang
Credit: Shutterstock

Diedit:

Udang adalah salah satu sajian laut yang paling digemari. Rasanya yang gurih dan menggugah selera juga menjadikannya makanan yang cocok disajikan dalam beragam kesempatan. Sayangnya, banyak orang khawatir karena katanya udang mengandung banyak kolesterol. Tetapi di balik itu, apakah ada manfaat udang yang baik untuk kesehatan kita?

Kita akan mencoba menguak lebih dalam soal udang. Apa saja manfaat udang dan nutrisi yang tersimpan di dalamnya? Apakah benar kita perlu waspada dengan kadar kolesterol dari udang? Adakah cara aman untuk mengonsumsi udang dengan lebih sehat? Mari kita cari tahu jawabannya di artikel ini.

Manfaat Udang: Kaya Nutrisi

Bicara soal nutrisi, udang termasuk salah satu makanan laut dengan kandungan nutrisi yang tinggi.  Nutrisi di dalamnya terbilang lengkap dan memenuhi kebutuhan Anda.

Situs web healthline menjelaskan bahwa terdapat 20 jenis mineral yang tersimpan di dalamnya, terutama zat besi, fosfor, zink, selenium, dan yodium. Selenium dalam udang sendiri memenuhi 50% kebutuhan tubuh kita. Sedangkan yodium dalam udang menjadi salah satu yang paling tinggi dibandingkan jenis makanan laut lain.

Dalam udang terkandung protein 20 gram untuk setiap 100 gram beratnya. Dan mengandung asam lemak omega 3 dan 6 dalam jumlah yang cukup. Untuk jenis udang yang diperoleh dari perikanan yang dibudidayakan secara alamiah, akan terkandung antioksidan alami yang diperoleh dari pakan udang. Pakan udang alami adalah alga yang terkenal akan kandungan antioksidannya.

Manfaat Udang: Rendah Kalori

Kalori dalam udang relatif rendah. Untuk tiap 85 gram udang hanya terkandung kalori senilai 84 kalori saja. Dalam udang tidak terdapat karbohidrat, hanya terdapat serat yang kebanyakan bersifat tidak larut. Hal tersebut dijelaskan dalam situs web SELF Nutrition Data.

Sebagian besar kalori dari udang berasal dari protein dan lemak yang terkandung di dalamnya. Sehingga cenderung cocok dijadikan pilihan makanan pendukung diet.

Manfaat Udang: Baik untuk Otak

Ada manfaat udang untuk otak kita. Di dalamnya terkandung asam lemak omega 3 dan 6 yang tidak hanya baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah, tetapi juga untuk regenerasi sel otak. Mengonsumsi omega 3 akan membantu menstimulasi kinerja sistem neurotransmitter berjalan lebih optimal.

Selain itu, dalam udang terkandung senyawa astaxanthin yang baik untuk otak dan melindungi seluruh fungsi saraf pusat dan tepi. Hal ini juga dijelaskan dalam buku Food Factors for Health Promotion yang diterbitkan Universitas Nagoya.

Baca juga:  8 Makanan yang Menjadi Penyebab Mudah Lelah

Bahkan ada juga manfaat udang untuk ibu hamil dan anak-anak usia dini untuk membantu menunjang proses tumbuh-kembang kemampuan kognitif anak serta janin dalam kandungan. Juga disarankan untuk dikonsumsi secara terbatas oleh lansia karena baik untuk mencegah alzheimer.

Waspadai: Tinggi Kolesterol

Yang sering ditakutkan adalah klaim bahwa udang memiliki kandungan kolesterol tinggi. Faktanya, kadar kolesterol dalam udang mencapai 166 mg untuk setiap 85 gram beratnya. Ini perbandingan yang cukup tinggi dari seporsi makanan. Bahkan di antara seafood, udang memiliki kadar kolesterol paling tinggi.

Jadi sebenarnya tidak salah bila Anda berhati-hati dalam mengonsumsi udang. Karena mengonsumsi makanan tinggi kolesterol dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Hanya saja, menurut sumber jurnal Current Opinion in Clinical Nutrition and Metabolic Care tahun 2012,  tidak selamanya mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi itu berbahaya.

Karena sebagian besar kolesterol dalam darah diproduksi sendiri oleh tubuh dalam organ hati. Dan justru ketika kita mengonsumsi makanan yang tinggi kolesterol, hati akan dengan sendirinya menurunkan produksi kolesterolnya supaya jumlahnya dalam tubuh berimbang.

Kolesterol Udang Tidak Sepenuhnya Berbahaya

Sayangnya, tidak banyak yang tahu kalau dalam udang ada cukup banyak kandungan selain kolesterol yang membantu menetralkan efek dari kandungan kolesterol tingginya.

Salah satunya karena dalam udang terkandung antioksidan astaxanthin. Pada dasarnya ini adalah kandungan pigmen dari alga yang menjadi salah satu makanan pokok udang.

Manfaat Astaxanthin

Menurut ulasan Geroscience tahun 2017, astaxanthin memiliki manfaat untuk kesehatan arteri, membantu meningkatkan kadar kolesterol ‘baik’ HDL, sebagai anti inflamasi, pelindung arteri, anti radikal bebas, dan pelindung fungsi otak. Bahkan senyawa fitokimia ini juga bermanfaat mencegah kepikunan hingga demensia.

Selain astaxanthin, kulit udang juga kaya akan kandungan serat chitosan. Itu sebabnya Anda lebih disarankan mengonsumsi udang beserta dengan cangkang lunaknya.

Senyawa chitosan sendiri adalah jenis serat tak larut yang akan mengikat sejumlah gula dan lemak dalam pencernaan untuk kemudian dibawa keluar melalui feses, tanpa sempat diserap tubuh. Ini mengurangi risiko penyerapan kolesterol dari konsumsi udang.

Manfaat Chitosan

Dalam situs web LIVESTRONG.COM dijelaskan peran chitosan untuk menurunkan berat badan hingga membantu mengendalikan kadar gula darah. Chitosan juga mengandung lipid tinggi sehingga meningkatkan kadar kolesterol ‘baik’ HDL.

Itulah dua alasan kenapa Anda sebenarnya masih aman mengonsumsi udang dalam batas sewajarnya. Mengonsumsi udang sendiri hanya akan berbahaya pada Anda yang cenderung memiliki masalah serius dengan kolesterol.

Baca juga:  Terlalu Banyak Minum Air Putih Justru Berbahaya!

Waspadai: Alergi Udang

Alergi seafood adalah salah satu jenis alergi makanan yang paling sering dialami. Dan kasus alergi udang berada dalam 3 besar jenis alergi seafood.

Alasan utama kenapa banyak orang menjadi alergi udang adalah karena di dalamnya ada kandungan sejumlah jenis protein khas seperti tropomyosin, arginin kinase, dan hemocyanin. Hal ini dijelaskan dalam Journal of Allergy tahun 2017.

Sejumlah kasus alergi udang akan menunjukkan reaksi seperti gatal-gatal, gangguan pencernaan seperti mual dan kembung, gangguan pernapasan dan rasa gatal pada lidah yang dapat berkembang menjadi inflamasi mulut.

Meski demikian, ada sejumlah kasus serius yang dapat muncul akibat alergi udang, meski itu jarang. Sejumlah pasien menunjukan reaksi kejang dan kehilangan kesadaran.

Alergi udang sendiri biasanya jenis alergi yang permanen. Sehingga tidak ada cara untuk menghindari alergi selain dengan sama sekali tidak makan udang.

Waspadai: Udang Ternak

Dalam ulasan Journal of Harzardous Materials tahun 2015, sejumlah udang di pasaran didapati mengandung antibiotik. Ini adalah cara para peternak untuk mencegah serangan penyakit pada udang ternak dari tambak.

Saat ini sulit untuk memastikan apakah antibiotik dalam udang tersebut aman atau tidak. Sejumlah pakar memang belum melihat adanya efek samping langsung dari keberadaan antibiotik itu.

Hanya saja dikhawatirkan paparan antibiotik yang berlebihan dapat memicu efek resisten terhadap antibiotik pada tubuh pemakannya. Ini menjadi masalah saat orang itu perlu menggunakan antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri tertentu.

Akibat tubuh sudah resisten, bakteri bisa kebal terhadap serangan antibiotik dan akhirnya infeksi tidak dapat diatasi dengan cepat. Sejumlah kasus infeksi yang disertai dengan resisten terhadap antibiotik memerlukan tindakan intensif yang lebih rumit. Dan bahkan terjadi sejumlah kasus kematian akibat masalah resisten.

Perlukah Waspada dengan Kandungan Merkuri dalam Udang?

Kebanyakan jenis seafood dikhawatirkan mengandung merkuri. Tapi sebenarnya udang justru merupakan salah satu sajian laut yang cenderung aman dari merkuri.

Menurut situs web WebMD, udang cenderung memiliki kadar merkuri di bawah batas bahaya karena biasanya udang dipelihara khusus dalam penangkaran atau tambak yang terpisah dari laut lepas. Sehingga kebersihan dan kejernihan air akan lebih terjaga.

Udang hanya akan hidup pada air yang kaya akan plankton dan alga. Sementara plankton dan alga sendiri hanya akan hidup dengan subur pada perairan yang bersih dan bebas dari unsur toksin.

Cangkang dari udang sendiri bukan jenis material yang menghimpun dan menyimpan toksin. Hal ini sangat berbeda dari jenis tiram-tiraman yang cangkangnya cenderung menyimpan kandungan mineral dalam air, termasuk kandungan toksinnya.

Mengonsumsi udang tetap menjadi pilihan alternatif yang terbilang sehat untuk tubuh kita. Kandungan nutrisi di dalamnya sendiri terbilang lengkap dan mengandung kadar kalori yang rendah. Ada banyak manfaat udang yang sayang untuk kita lewatkan.

Hanya saja, pastikan untuk memakannya bersama dengan cangkangnya dan dalam jumlah secukupnya saja untuk menghindari kelebihan kolesterol. Hindari pula mengonsumsi udang yang sudah tidak segar karena sejumlah kandungan toksin sudah terbentuk dari lendir yang dikeluarkan dari udang yang sudah lama. Itulah cara paling aman dan sehat untuk mengonsumsi udang dan mendapatkan manfaat udang dengan optimal.