5 Manfaat Kembang Telang dan Cara Mengolahnya


By Cindy Wijaya

Bunga telang punya ciri khas warna biru cerah dan ungu, dengan kelopak seperti corong dan mahkotanya mirip kupu-kupu. Selain sering ditanam sebagai tanaman hias, bunga telang juga sudah umum dijadikan tanaman obat oleh masyarakat Indonesia.

Tanaman obat ini sering dimanfaatkan sebagai obat mata, pengencer dahak, atau sebagai pewarna alami makanan karena warnanya yang khas. Berbagai penelitian modern telah membuktikan manfaat bunga telang bagi kesehatan. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai manfaat kembang telang dan cara mengolahnya.

Manfaat Kembang Telang

Tanaman bunga telang memiliki manfaat kesehatan yang cukup luas. Penelitian mendapati bahwa bunga telang memiliki khasiat sebagai antioksidan, anti-bakteri, anti-inflamasi dan analgesik, anti-parasit dan antisida, anti-diabetes, anti-kanker, anti-histamin, immunomodulator, dan berperan dalam susunan saraf pusat. (Sumber: Kajian Potensi Farmakologis Bunga Telang (Clitoria Ternatea) – Prosiding Seminar Nasional Kimia UNY 2017)

Manfaat Kembang Telang sebagai Anti-Bakteri

Penelitian pada akar, daun, bunga, dan biji tanaman bunga telang menunjukkan aktivitas anti-bakteri terhadap sejumlah bakteri penyebab penyakit. Kandungan dalam tanaman bunga telang yang paling berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri-bakteri tersebut adalah antosianin.

Bakteri-bakteri itu diantaranya adalah Staphylococcus aureus, Streptococcus agalactiae, S.enteric, S. aureus yang reasisten terhadap metisilin, Enterococcus faecalis, Bacillus cereus, Enterococcus faecalis, Bacillus subtilis, Pseudomonas aeruginosa, Shigella flexneri, Salmonella typhimurium, Proteus mirabilis dan Escherichia coli. (Sumber: Jurnal Sains Dan Kesehatan, Vol. 5 No. 1 )

Manfaat Kembang Telang sebagai Anti-Diabetes

Berbagai penelitian mendapati bahwa bunga telang dapat bermanfaat untuk menurunkan dan mengontrol kadar gula darah.

Sebuah kajian sistematik dilakukan untuk menyelidiki manfaatnya ini dan diterbitkan dalam Generics: Journal of Research in Pharmacy, Vol. 2 No. 1 Tahun 2022. Disebutkan bahwa dalam uji in vitro ekstrak bunga telang terbukti efektif menghambat enzim α-amilase, pembentukan AGEs, glikosilasi hemoglobin, dan meningkatkan glukosa uptake.

Dan melalui uji in vivo, bunga telang terbukti dapat menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan ekspresi gen PPARɣ, Glut2, Tcf7l2, dan Capn10 serta menurunkan ekspresi gen MCP1.

Uji in vitro adalah pengujian tanaman obat yang dilakukan di luar tubuh makhluk hidup. Sedangkan uji in vivo adalah pengujian yang dilakukan pada makhluk hidup. Jadi baik secara in vitro maupun in vivo bunga telang telah terbukti memiliki aktivitas sebagai anti-diabetes.

Manfaat Kembang Telang sebagai Anti-Asma

Bagian dari tanaman kembang telang yang telah terbukti memiliki manfaat untuk mengatasi gejala-gejala asma adalah bagian akarnya. Penelitian pada ekstrak akar bunga telang menunjukkan adanya aktivitas bronkodilatasi yang membantu meredakan gejala asma seperti batuk, mengi, atau sesak napas. (Sumber: Jurnal Info Kesehatan, Vol. 11 No. 1)

Ekstrak akar bunga telang juga menurunkan hiperaktivitas bronkus dengan mengurangi infiltrasi sel inflamasi di saluran napas dan penghambatan pelepasan mediator seperti histamin dari sel mast dengan menstabilkannya. (Sumber: International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research, Vol. 3 No. 4)

Manfaat Kembang Telang sebagai Anti-Diare

Penelitian mendapati bahwa ekstrak daun kembang telang menghasilkan perlindungan terhadap diare dalam pengujian pada hewan. Temuan ini menunjukkan bahwa daun kembang telang punya potensi mengobati gangguan pencernaan seperti diare.

Namun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan klaim tersebut dan untuk mengetahui mekanisme tindakan yang tepat yang terlibat dalam aktivitas anti-diare dari tanaman ini. (Sumber: Jurnal Ayu, Vol. 39 No. 1 Tahun 2018)

Manfaat Kembang Telang sebagai Obat Tetes Mata

Telah dilakukan pengujian secara in vitro yang menunjukkan bahwa tetes mata ekstrak bunga telang memiliki aktivitas anti-inflamasi. Aktivitas tersebut berasal dari kandungan flavonoid dan antiosianin dari bunga telang.

Karena adanya aktivitas anti-inflamasi, tetes mata ekstrak bunga telang dapat digunakan untuk meredakan iritasi secara umum pada mata yang disebabkan oleh sinar biru dari penggunaan gadget maupun dari penyebab iritasi lain seperti bakteri, debu, dan gas di udara. (Sumber: Gunung Djati Conference Series, Vol. 18 Tahun 2023)

Cara Mengonsumsi Bunga Telang

Cara mengonsumsi bunga telang cukup sederhana, Anda bisa membuatnya jadi teh yang bisa dikonsumsi sehari-hari. Cara membuat teh bunga telang juga gampang. Berikut yang perlu dipersiapkan:

  • 1 gelas air mendidih.
  • 3-5 kembang telang yang masih segar, atau 1 sendok teh kembang telang kering, atau 1 kantung teh kembang telang.
  • Gula, madu, atau pemanis favorit Anda lainnya (boleh pakai, boleh tidak).
  • Air perasan jeruk nipis atau jeruk lemon (boleh pakai, boleh tidak).

Masukkan kembang telang atau kantung teh kembang telang ke dalam gelas dan tambahkan air mendidih. Seduh selama 5 menit atau sampai airnya berubah menjadi warna biru cerah. Tambahkan gula, madu, atau pemanis lainy secukupnya jika diinginkan.

Ilustrasi Cara Mengonsumsi Bunga Telang
Photo by Дарья Сергунина

Anda juga bisa menambahkan air perasan jeruk nipis atau lemon. Untuk cara mengonsumsi bunga telang ini, selain gunanya untuk menambah cita rasanya, juga untuk mengurangi pH atau tingkat keasaman teh. Ini juga mengubah warnanya dari biru menjadi ungu.

Untuk cara mengonsumsi bunga telang yang menyegarkan di hari yang panas, Anda bisa membiarkan tehnya jadi dingin dulu, lalu tambahkan es batu.

Saat ini belum ada efek samping yang dilaporkan dari minum teh bunga telang. Namun ada beberapa yang mengatakan bahwa jika dikonsumsi dalam jumlah banyak bisa menyebabkan mual, sakit perut, dan diare. Jadi konsumsilah dalam batas sewajarnya saja. (Sumber: Blue Tea: Benefits, Side Effects, and How To Make It – Healthline)

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang manfaat kembang telang dan cara mengolahnya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga artikel-artikel menarik lainnya seputar pemanfaatan tanaman obat hanya di Deherba.com.

Tentang Penulis

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di Bogor “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Silakan klik di sini untuk kontak penulis via WhatsApp.

Anda mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}