Ketahuilah Manfaat dan Resiko Kesehatan dari Ceker Ayam


By Cindy Wijaya

Ceker ayam mungkin bukan jenis menu yang terkesan berkelas. Tak sedikit yang melihatnya sedikit jijik mengingat bagaimana lingkungan ekosistem ayam ketika hidup. Tetapi disisi lain, ceker ayam juga menjadi favorit banyak orang karena rasa gurihnya yang khas. Ditambah sejak dulu banyak orang berkeyakinan bahwa ceker ayam merupakan bagian ayam yang sehat dan mengandung banyak nutrisi.

Namun berlawanan dengan itu, sejumlah rumot tersebar yang mengatakan bahwa ceker ayam merupakan salah satu makanan yang bisa memicu terjadinya kanker, termasuk kanker payudara dan kanker endometrium.

Manakah yang benar? Sejauh mana sebenarnya manfaat kesehatan dari ceker ayam? Dan apakah benar mengonsumsi ceker ayam juga berbahaya untuk kesehatan? Apakah ada cara tepat dalam mengolah ceker ayam sehingga lebih sehat untuk Anda konsumsi?

Apa Saja Manfaat Ceker Ayam?

Bersumber dari thealthbenefitsof.com, berikut ini adalah sejumlah manfaat kesehatan ceker ayam yang bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi ceker ayam dalam sejumlah macam sajian. Dan beberapa manfaat tersebut antara lain :

Sebagai sumber kolagen

Kandungan kolagen dalam ceker ayam tergolong sangat tinggi menurut sumber The Faculty ofVeterinary Science Chung Hsing University in Taiwan. Kandungan kolagennya bahkan dikatakan lebih baik dari rata-rata kandungan kolagen dalam buah dan sayuran, sehingga memberi manfaat lebih bagi kesehatan kulit dan regenerasi sel secara general.

Mereka yang dalam tubuhnya menyimpan cukup kolagen akan memiliki kulit yang lebih sehat dan elastis. Bahkan kulit yang ternutrisi dengan kolagen yang cukup juga akan memiliki permukaan yang lebih halus dan bebas dari kerutan serta noda gelap.

Manfaat kolagen bukan hanya berada pada seputaran kesehatan regenerasi sel dan kulit, tetapi juga membantu menjaga elastisitas dan kesehatan pembuluh darah. Kolagen juga baik dalam membantu proses penyerapan kalsium dan protein tertentu dalam tubuh. Selain juga dikatakan kolagen akan baik pula untuk mendorong pembakaran lemak.

Membantu mempercepat penyembuhan luka dan kerusakan sel

Kandungan kolagen dan sejumlah komponen protein dalam ceker ayam, termasuk pula sejumlah komponen albumin menjadikan ceker ayam memiliki khasiat untuk mempercepat penyembuhan luka juga membantu mengatasi kerusakan sel akibat efek inflamasi. Kolagen sendiri merupakan salah satu komponen penting dalam proses pembentukan sel baru sehingga dengan menambah asupan kolagen, maka proses pembaruan sel akan berjalan lebih cepat.

Membantu merawat kesehatan sendi dan tulang rawan

Kolagen merupakan salah satu komponen penting dalam sendi dan tulang rawan, termasuk dalam jaringan ikat antar tulang. Sehingga mengasup ceker ayam yang notabene kaya akan kolagen akan sangat membantu merawat keutuhan sendi dan area tulang rawan di antara dua tulang.

Kolagen juga membantu meningkatkan daya serap tubuh terhadap kalsium sehingga membantu tulang ternutrisi oleh kalsium dengan lebih optimal. Sedang dalam ceker ayam juga terkandung sejumlah komponen protein, lemak sehat,komponen chondroitin dan glucosamine dan cartilage yang bekerja dalam merawat tulang rawan, persendian dan menjaga pelumasan dalam area persendian tercukupi.

Menjaga kesehatan kuku dan rambut

Rupanya manfaat ceker ayam bukan hanya bekerja pada kulit, tetapi juga pada kuku dan rambut. Tubuh membutuhkan sejumlah komponen protein seperti glysine, hydroxipoline dan proline dan cartilage, juga komponen kalsium dan fosfor untuk melangsungkan fungsi regenerasi sel tanduk pada kuku dan rambut. Sedang tubuh juga membutuhkan kolagen untuk menjaga kekuatan struktut dalam rambut dan kuku.

Semua komponen tersebut bisa Anda temukan dalam ceker ayam, sehingga mereka yang sering mengonsumsi ceker ayam sehari-hari akan cenderung memiliki struktur rambut dan kuku yang juga sehat dan kuat.

Baik untuk kesehatan pencernaan

Kolagen juga menjadi salah satu komponen penting dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan dengan membantu merawat kekuatan, kelenturan dan kesehatan dinding usus. Kolagen adalah komponen penting dari regenerasi sel pada dinding usus.

Sejumlah komponen glyserine dalam ceker ayam terbukti juga membantu memperbaiki kinerja enzim dalam pencernaan. Juga bisa bekerja sebagai probiotik yang mendukung perkembangan biota sehat dalam pencernaan.

Memperbaiki sistem imunitas

Tentu saja sangat menarik mengetahui Anda bisa meningkatkan kinerja imunitas tubuh Anda dengan mengonsumsi ceker ayam. Ternyata karena dalam ceker ayam tersimpan sejumlah kandungan zink, magnesium, fosfor, tembaga dan sejumlah komponen vitamin C serta glysine yang memiliki peran dalam fungsi daya tahan tubuh.

Ditambah dengan kemampuan ceker ayam dalam mendorong percepatan proses pergantian sel rusak, maka mengonsumsi ceker ayam akan sangat membantu tubuh meningkatkan daya lawannya terhadap serangan infeksi. Kerusakan sel karena infeksi dengan lebih cepat teratasi, sehingga tubuh akan lebih efektif dalam melawan serangan bakteri yang masuk.

Menjaga kesehatan gusi dan mulut

Gigi sendiri adalah bentuk lain dari zat tanduk yang terbentuk dalam tubuh. Karenanya komponen kalsium, fosfor, dan komponen kolagen juga diperlukan dalam membantu gigi tetap dalam komposisi yang tepat. Ini sebabnya mengonsumsi kaldu yang terbuat dari rebusan ceker ayam pada anak-anak sangat baik untuk membantu proses pembentukan dan pertumbuhan tulang dan gigi mereka.

Bukan hanya gigi, sebagaimana pada usus, pembuluh darah dan kulit, gusi juga merupakan bagian dalam tubuh yang membutuhkan banyak kolagen dalam proses regenerasinya. Sehingga mendapatkan asupan kolagen dalam kadar cukup akan membantu menjaga kesehatan gusi, melindungi kerusakan pembuluh darah tepi pada area gigi yang membuatnya mudah mengalami perdarahan dan membantu mempercepat kerusakan pada dinding gusi karena infeksi jamur dan bakteri.

Menjaga keseimbangan hormonal

Salah satu kunci dari keseimbangan hormonal adalah cukupnya kadar zink dalam tubuh. Dan kabar baiknya ceker ayam mengandung kadar zink yang mampu memenuhi setidaknya 1/3 kebutuhan tubuh dalam setiap porsinya.

Lemak baik dalam ceker ayam juga membantu meningkatkan kinerja kelenjar-kelenjar dalam tubuh, karena sejumlah kelenjar dalam tubuh bekerja dengan bantuan peran lemak sehat dalam tubuh. Kesehatan sistem pembuluh darah karena efek kolagen juga berperan membantu menjaga suplai sel darah menuju sejumlah titik pusat kendali hormonal termasuk pada sistem saraf pusat di dalam otak dan pada sejumlah kelenjar di seluruh tubuh.

Benarkah Makan Ceker Ayam Berlebihan Berbahaya?

Dikatakan ceker ayam sebagai salah satu makanan murah meriah yang bernutrisi dan baik untuk kesehatan tubuh Anda. Tapi ternyata sejumlah suara bermunculan soal ceker ayam yang bisa memicu terjadinya kanker payudara dan kanker endometrium. Apakah benar demikian?

Menurut nationalgeographic.co.id, pada dasarnya kanker payudara dan kanker endometrium terjadi akibat tingginya kadar estrogen dalam tubuh yang berlangsung dalam jangka panjang. Tubuh yang mengalami kenaikan kadar hormon estrogen terus menerus bisa menjadi rentan membentuk sel-sel abnormal dalam sejumlah bagian tubuh terutama pada dinding rahim dan pada jaringan payudara.

Pada dasarnya, masalah estrogen bisa dikaitkan dengan lemak tidak sehat dan kolesterol atau LDL. Dan faktanya memang dalam ceker terkandung kolesterol yang meski sebagian dalam formula HDL tetapi sejumlah bagian juga merupakan LDL. Namun sebenarnya kadarnya tak sepenuhnya perlu dikhawatirkan.

Dan kontradiksi lain justru datang dari pandangan bahwa ceker ayam menjadi salah satu bagian ayam yang banyak mendapatkan susupan senyawa dalam suntikan hormonal yang mendorong ayam ternak tumbuh dengan agresif. Dikhawatirkan suntikan hormonal ini mengganggu keseimbangan hormonal dalam tubuh manusia.

Sejauh ini riset mengenai kaitan ceker ayam dan suntikan hormonal ini memang belum terlalu didalami. Belum ada bukti klinis yang memadai mengenai pengungkapan ini. Klaim terkuat mengenai bahaya dari ceker ayam bersumber dari pengungkapan seorang dokter asal Cina yang menyatakan bahwa kebiasaan makan camilan ceker dan sayap ayam yang sebelumnya ketika hidup mendapatkan suntikan hormonal dan antibiotik tertentu bisa menyebabkan peningkatan resiko kanker payudara dan kanker endometrium. Sebagaimana dijelaskan dalam missnews.net .

Ini semacam dua sisi mata uang, karena di satu sisi kandungan zink dalam ceker ayam memang terbukti cukup tinggi dan diketahui zink akan bekerja dalam menyeimbangkan kadar hormonal. Rupanya kolagen sendiri bekerja dengan dua sisi berlawanan terhadap kanker.

Sebagaimana dijelaskan dalam Tumour Biology tahun 2014 dengan tajuk Collagen as a double-edged sword in tumor progression mengatakan bahwa kolagen dapat bekerja melindungi fungsi regenerasi sel sehingga mencegah pembentukan sel kanker, tetapi juga akan mempercepat pertumbuhan sel kanker ketika sel kanker sudah terlanjur tumbuh. Pada dasarnya berlebihan dengan kolagen cenderung meningkatkan resiko pertumbuhan sejumlah jenis sel kanker.

Jadi bagaimana cara tepat mengonsumsi ceker ayam? Ceker ayam sudah mengandung cukup banyak lemak dan kolesterol, jadi mengonsumsinya dalam bentuk sajian gorengan bisa jadi akan memperburuk kadar kolesterol dalam ceker ayam. Sajian rebus, kukus atau tumis akan lebih sehat ketimbang goreng dalam rendaman minyak (deep fry).

Untuk wanita di atas usia 30 tahun sebaiknya memang mengonsumsi ceker ayam dalam jumlah moderat. Berlebihan dengan ceker ayam dikhawatirkan akan mendorong peningkatan berlebihan kadar kolagen dalam tubuh. Sementara itu justru anak-anak akan disarankan mengonsumsi ceker ayam beberapa kali dalam satu pekan untuk membantu mensuplai lemak dalam tubuhnya.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}