Blog Herbal No. 1 Indonesia

Makanan untuk Penderita Kanker Nasofaring: 6 Jenis Buah yang Membantu Pemulihan


By Nurul Kuntarti

Sebagaimana sudah dibahas sebelumnya mengenai penyakit kanker nasofaring, bahwa diet atau pola makan dapat berpengaruh langsung dengan peningkatan risiko kanker nasofaring. Dan itu artinya pasien juga perlu memahami pola diet kanker nasofaring. Apa saja makanan untuk penderita kanker nasofaring? Apakah ada buah-buahan yang membantu untuk mengobati kanker nasofaring?

Dalam Chinese Journal of Cancer tahun 2017, dijelaskan bahwa pola diet dan kebiasaan makan rupanya memiliki pengaruh kuat mendorong terbentuknya kanker nasofaring. Memahami dengan baik apa saja faktor peningkat resiko dan apa saja yang bersifat mencegah terhadap penyakit kanker nasofaring akan berperan besar dalam proses pemulihan.

Sejumlah makanan bekerja positif untuk penderita kanker nasofaring. Sejumlah jenis buah baik untuk mengobati kanker nasofaring. Ini menjadi dasar pola diet kanker nasofaring yang baik untuk proses pemulihan. Dengan terapi dan perubahan gaya hidup yang tepat, prognosis (kemungkinan bertahan hidup) dari kanker nasofaring dapat ditingkatkan.

Diet Kanker Nasofaring: Kaitan Pola Makan dengan Kanker Nasofaring

Sebagaimana telah disinggung, sejumlah makanan dapat berbahaya dan memicu kanker nasofaring. Dan sejumlah makanan sehat untuk penderita kanker nasofaring.

Ini terkait dengan tingginya kadar garam pada sejumlah jenis kuliner khas yang lazim ditemukan di kawasan Indocina, Cina Selatan dan Asia Tenggara. Kebiasaan mengonsumsi makanan bercita rasa asin rupanya meningkatkan sensitivitas sel skuamous pada nasofaring terhadap stimulasi dari unsur karsinogenik. Memudahkannya mengalami iritasi, peradangan dan mitosis sel.

Ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat kawasan ini untuk mengawetkan makanan dengan garam seperti konsep ikan asin dan makanan awetan lain yang juga lazim ditambahkan bumbu ekstra garam untuk menambah ketahanan makanan.

Tidak hanya ikan asin, sejumlah makanan awetan dan makanan olahan dari daging juga dikhawatirkan menjadi pendorong terbentuknya kanker pada hidung dan tenggorokan. Sebut saja seperti daging asap, sosis, kornet, nugget dan lain sebagainya.

Selain ditengarai memiliki kadar natrium lebih tinggi, makanan olahan daging mengandung kadar nitrit dan nitrat yang tinggi. Kedua unsur senyawa kimia turunan ini memiliki efek buruk pada ketahanan imunitas tubuh dan membuat kinerja imunitas tidak dapat berjalan normal.

Konsumsi berlebihan makanan olahan yang ternyata dapat mempengaruhi tingginya resiko seseorang mengidap kanker nasofaring dijelaskan dalam International Journal of Cancer tahun 2000.

Dalam pandangan lain dikatakan mereka yang gemar mengonsumsi keripik, makanan kering olahan, gorengan juga memiliki resiko tinggi untuk mengidap penyakit kanker nasofaring.  Hal ini juga diungkap dalam Asian Pasific Journal of Cancer Prevention tahun 2011.

Bahkan dalam pengungkapan lain, penyakit kanker nasofaring juga disebut sebagai kanker kanton. Ini karena banyak sekali temuan pasien kanker nasofaring pada penduduk berdarah kanton. Ini yang mengaitkan orang-orang dari ras mongoloid sebagai orang-orang yang memiliki resiko lebih tinggi mengidap kanker nasofaring.

Faktanya, sejumlah pakar sepakat pola makan dan ciri khas kuliner yang lazim ditemukan pada masyarakat kanton yang diduga kuat meningkatkan resiko untuk menderita penyakit kanker ini.

Pantangan Makanan untuk Penderita Kanker Nasofaring

Dari gambaran di atas, dapat disimpulkan adanya sejumlah makanan yang diduga kuat dapat meningkatkan resiko untuk menderita kanker nasofaring.  Adapun pantangan makanan untuk penderita kanker nasofaring tersebut antara lain

  • Makanan dengan rasa asin berlebihan
  • Makanan olahan dan awetan
  • Makanan dengan rasa asam berlebihan
  • Makanan dengan rasa pedas berlebihan
  • Makanan berupa keripik yang renyah
  • Makanan yang diolah dengan cara digoreng lama
  • Makanan yang diolah dengan cara dibakar

Sejumlah makanan di atas dikatakan berbahaya untuk pasien penyakit kanker nasofaring karena makanan-makanan tersebut dapat menyebabkan efek iritasi dan mendorong terbentuknya peradangan pada area mulut, tenggorokan, nasal, kerongkongan hingga esofagus.

Pantangan Makanan untuk Penderita Kanker Nasofaring
Makanan yang Diasinkan, Salah Satu Pantangan Makanan untuk Penderita Kanker Nasofaring (Credit Photo: Poring Studio – Shutterstock)

Semakin rentan dan mudahnya seseorang mengalami iritasi dan peradangan di area ini, semakin rentan mereka untuk mengalami infeksi serius. Dan ini yang dikhawatirkan dapat menjadi cikal bakal kanker.

Dan pada pasien yang telah terdiagnosis mengidap penyakit ini, diet kanker nasofaring sangat disarankan. Pasien disarankan menjalankan diet kanker nasofaring dan memasukan datar makanan di atas untuk dihindari, mengingat makanan-makanan di atas sifatnya akan memperburuk kondisi pasien.

Saran Makanan untuk Penderita Kanker Nasofaring

Bila diet kanker nasofaring sangat direkomendasikan bagi pasien penyakit kanker nasofaring. Dan pasien disarankan menjauhi sejumlah makanan yang dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi pasien, bagaimana dengan makanan yang disarankan untuk penderita kanker nasofaring?

Salah satu makanan yang diyakini secara medis sangat efektif mencegah kanker nasofaring adalah sayuran dan buah-buahan segar. Hal ini dijabarkan dalam Scientific Report tahun 2014. Dijelaskan mereka dengan pola makan padat sayuran dan buah segar, memiliki faktor resiko lebih rendah untuk mengidap kanker pada perut, tenggorokan, nasal (hidung), usus, dan esofagus. Termasuk pula di dalamnya tentu penyakit kanker nasofaring.

Buah dan sayuran tentu saja dipahami mengandung kadar vitamin yang tinggi dan mengandung sejumlah unsur fitokimia yang baik untuk menutrisi sel-sel tubuh, mengatasi efek oksidasi sel dan membantu menstimulasi imunita serta sistem regenerasi sel.

Menjalankan diet kanker nasofaring dengan mengimbangi kebiasaan kita mengonsumsi makanan yang bersifat karsinogenik dengan lebih banyak mengonsumsi sayuran dan buah akan efektif mencegah dan membantu proses pemulihan penyakit kanker nasofaring.

6 Buah untuk Mengobati Kanker Nasofaring

Sebagaimana dijelaskan di atas, jenis buah untuk mengobati kanker nasofaring adalah yang dapat membantu proses pemulihan kanker nasofaring. Bukan hanya bekerja menjaga kondisi tubuh pasien, tetap agresif turut berperan dalam proses pemulihan. Adapun beberapa jenis buah untuk mengobati kanker nasofaring adalah sebagai berikut:

1. Buah Berry

Bicara soal makanan untuk penderita kanker, termasuk kanker nasofaring rasanya tidak bisa meninggalkan buah yang satu ini, berry. Buah ini telah dikenal lama sebagai makanan yang sangat baik untuk pencegahan kanker dan untuk membantu proses pemulihan kanker.

Kandungan antioksidan di dalam buah berry sangat tinggi dan sangat lengkap. di dalamnya tersimpan sederet kandungan nutrisi termasuk di dalamnya vitamin A, C, B, E dan juga kandungan fitokimia seperti flavonoid, resveratrol, betakaroten, antosianin dan masih banyak lagi.

Dalam Journal Antioxidant tahun 2016, dijelaskan bahwa mengonsumsi berry sebagai buah untuk mengobati kanker termasuk kanker nasofaring dapat bekerja sebagai anti inflamasi, stimulan imunitas, mendorong melemahnya sel kanker dalam tubuh dan membantu proses pemulihan pasien pasca terapi.

2. Buah Noni

Buah noni atau mengkudu juga menjadi buah yang dapat direkomendasikan untuk membantu menunjang proses pemulihan kanker nasofaring. Buah ini sendiri dikenal memiliki sejumlah komponen fitokimia yang baik untuk membantu pengobatan kanker.

Noni sebagai buah untuk mengobati kanker nasofaring akan berperan membantu proses pemulihan pasien, menstimulasi proses regenerasi sel dan pemulihan sistem imunitas. Sehingga akan lebih efektif menyerang sel kanker.

Kandungan flavonoidnya yang sangat tinggi terbukti akan mendorong proses apoptosis atau kematian sel kanker. Juga memiliki kemampuan anti angiogenesis atau pembentukan jaringan pembuluh darah mandiri dari sel kanker. Dan memiliki khasiat anti proliferasi atau kemampuan sel kanker memperbanyak diri dengan agresif.

Kandungan proxeronine dalam buah noni akan berperan melindungi sel-sel sehat yang tersisa dari proses mutasi. Ini efektif mencegah persebaran dan perluasan invasi dari sel kanker pada nasofaring.

Ilustrasi Noni Buah untuk Mengobati Kanker Nasofaring
Noni, Salah Satu Buah untuk Mengobati Kanker Nasofaring (Credit Photo: joloei – Shutterstock)

3. Buah Nanas

Dalam buah nanas ditemukan kandungan senyawa atau enzim unik bernama bromelain. Enzim ini memiliki khasiat baik untuk kinerja sistem pernafasan dan hidung. Menjadi bahan alami yang diakui efektif mengatasi keluhan pilek, rinithis hingga radang hidung seperti sinusitis dan polip.

Buah nanas akan membantu proses pemulihan peradangan pada hidung, nasofaring, sinus dan laring. Ini tentu sangat efektif membantu mencegah kerusakan jaringan pada hidung dan tenggorokan ini berkembang menjadi kanker.  Kemampuan anti inflamasinya efektif meredam peradangan yang berkembang.

Dan sebagaimana dijelaskan dalam the Journal Cancer Letters tahun 2010, dijelaskan bahwa bromelain dalam nanas juga bekerja efektif sebagai anti kanker. Meski masih memerlukan riset lebih banyak, dipahami adanya efek bromelain untuk mencegah proses mutasi gen dan melemahkan pertahanan dari sel kanker.

Nanas juga ditengarai membantu meredam sejumlah efek samping dari kanker nasofaring, seperti di antaranya mulut kering, nyeri saat menelan, dan kesulitan untuk mengunyah makanan. Biasanya ini disebabkan terbentuknya sejumlah titik inflamasi pada mulut dan tenggorokan seiring perkembangan penyakit kanker nasofaring.

4. Buah Apel

Mengonsumsi apel masih menjadi salah satu makanan untuk penderita kanker nasofaring. Hanya saja tentu penyajiannya harus mendapat perhatian khusus. Mengingat buah satu ini cenderung keras dan renyah, sementara pasien kanker nasofaring akan cenderung sulit untuk mengunyah dan menelannya.

Olah apel menjadi smoothie untuk membantu memudahkan pasien menelan. Pengolahan dengan cara ini akan membantu mempertahankan kandungan nutrisi dalam apel. Termasuk di antaranya kandungan fitokimia di dalamnya yang bekerja sebagai anti kanker.

Sebagaimana dijelaskan dalam Nutritional Journal tahun 2004 , bahwa apel mengandung sejumlah fitokimia seperti quercetin, catechin, phloridzin dan chlorogenic acid. Keseluruhannya bekerja efektif sebagai anti kanker, membantu memperlambat perkembangan kanker, melemahkan sel kanker dan membantu mencegah peradangan yang lazim terbentuk pada area mulut dan tenggorokan pasca pasien tervonis kanker nasofaring.

5. Jambu Biji

Dalam Journal of Complementary and Integrative Medicine tahun 2010, dijelaskan bahwa jambu biji memiliki khasiat anti kanker. Dalam jambu biji ditemukan komponen anti proliferasi dan efektif mencegah perkembangan metastasis kanker.

Buah jambu biji ini juga memiliki pengaruh anti mutagenik, mencegah terjadinya mutasi genetik yang merusak DNA sel. Flavonoid dalam jambu biji sangat tinggi dan membantu sekali mencegah peradangan.

Ini menjadikan jambu biji sebagai buah untuk mengobati kanker nasofaring. Baik untuk mencegah peradangan di area sekitar mulut dan tenggorokan yang kerap terjadi pada pasien penyakit kanker nasofaring. Juga baik sebagai makanan untuk penderita kanker nasofaring, karena rasanya yang nyaman dikonsumsi. Tanpa rasa asam, tidak terasa keras dan tidak menyebabkan efek gatal.

6. Anggur

Buah yang acapkali dinobatkan sebagai salah satu superfood ini dikenal mengandung resveratrol. Ini merupakan sejenis senyawa fitokimia yang sangat kuat dan agresif bekerja sebagai anti oksidan dan anti karsinogenik.

Dalam Journal of Oncology tahun 2012, dijelaskan kandungan antosianin dan quercetin dalam buah anggur menjadikannya sebagai buah anti kanker yang cukup kuat. Disempurnakan dengan resveratrol dan B17 yang tersimpan pada biji anggur.

Resveratrol sendiri merupakan komponen biokimia yang efektif membantu meredakan alergi rhinitis, membantu mencegah dan mengatasi  keluhan sinusitis dan peradangan pada nasofaring yang juga kerap dialami oleh pasein alergi rhinitis. Terkadang ini menjadi cikal bakal dari pembentukan sel kanker pada nasofaring.

Dalam International Archive of Allergy and Immunology tahun 2018, dilakukan evaluasi mengenai pemanfaatan terapi resveratrol untuk keluhan pernafasan seperti sinusitis dan rhinitis. Terbukti terapi ini sangat efektif, termasuk pula terapi semprot oral pada kasus peradangan sinus kronis.

Pilihan Lain Makanan untuk Penderita Kanker Nasofaring

Selain sejumlah buah untuk mengobati kanker nasofaring sebagaimana yang disebutkan di atas, beberapa jenis makanan juga dianjurkan untuk dikonsumsi oleh pasien penyakit kanker nasofaring.

Sejumlah makanan ini dikenal baik untuk meringankan keluhan peradangan dan rasa tidak nyaman yang muncul di area mulut, tenggorokan dan hidung. Juga baik membantu menghambat perkembangan kanker di nasofaring. Termasuk pula membantu menstimulasi sistem imunitas untuk dapat bekerja lebih baik.

Adapun beberapa makanan tersebut antara lain adalah teh hijau, ikan-ikanan dengan kaya lemak omega 3, sayuran hijau seperti brokoli, kale atau bayam, jamur, kaldu daging organik, madu, yoghurt atau kefir, bawang putih dan bawang merah.

Memadukan makanan untuk penderita kanker nasofaring, baik dengan buah untuk mengobati kanker nasofaring dan beragam makanan lain, akan menjadi diet yang sempurna untuk mendukung proses penyembuhan. Diet kanker nasofaring akan menjadi pilihan lebih sehat dalam masa terapi.

Sumber

Referensi Makanan untuk Penderita Kanker Nasofaring:

Cancer Research UK. Diet Cancer Nasopharingeal. URL: https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/nasopharyngeal-cancer/living-with/diet

Medical News Today. Does bromelain have any health benefits?. URL: https://www.medicalnewstoday.com/articles/323783

Maliheh Najari Beidokhti. International Journal of Phytomedicine

55 ANTICANCER FRUITS, VEGETABLES, BEVERAGES, OILS AND SPICES. URL: https://www.arjournals.org/index.php/ijpm/article/view/1258

Mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review ★★★★★

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}