• Home
  • Blog
  • Kista
  • Kista Pilonidal: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengobatinya

Kista Pilonidal: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengobatinya


By Cindy Wijaya

Selama ini kita mungkin pernah mendengar bahwa kista dapat tumbuh di bagian-bagian tubuh seperti di tangan, kaki, wajah, hingga organ dalam tubuh seperti di ovarium, rahim, atau ginjal. Tapi ada satu jenis kista yang tumbuh di lokasi yang tidak biasa, yaitu di bagian bawah tulang ekor. Kista ini disebut kista pilonidal, yang bisa terinfeksi dan berisi nanah.

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai apa itu kista pilonidal, bagaimana ciri-cirinya, apa penyebabnya, dan bagaimana cara mengobati kista ini.

Apa Itu Kista Pilonidal?

Kista pilonidal adalah kantung jaringan bulat yang berisi udara atau cairan. Jenis kista yang umum ini tumbuh di lipatan bokong (mulai dari tulang ekor hingga anus). Biasanya disebabkan oleh infeksi kulit dan sering kali memiliki rambut yang tumbuh ke dalam.

Sebenarnya kista ini cukup banyak dialami orang-orang, tetapi sering kali orang merasa terlalu malu untuk mengatakannya, bahkan kepada dokter mereka.

Kista ini sangat terasa sakit, terutama saat duduk, dan perlu diobati. Kista ini bisa menjadi masalah yang muncul satu kali (akut) atau mungkin juga kambuh kembali (kronis). Jika tidak diobati, kista yang kronis dapat menyebabkan abses (kantong infeksi yang membengkak) dan rongga sinus (ruang kosong di bawah kulit).

Meski semua orang bisa mengalami kista ini, namun ada beberapa orang yang lebih berisiko: Pria (3 – 4 kali lebih mungkin daripada wanita), orang-orang berusia antara 20 hingga 40 tahun, orang yang duduk sepanjang hari (misalnya pengemudi kendaraan dan pekerja kantoran), orang kegemukan, orang yang punya rambut tebal atau kasar, dan orang yang memakai pakaian ketat.

Apa Penyebab Kista Pilonidal?

Kebanyakan dokter menduga bahwa penyebab kista pilonidal sering kali adalah rambut yang tumbuh ke dalam. Itulah asal-usul dari namanya, pilonidal berarti “sarang rambut”, dan kadang dokter menemukan folikel rambut di dalam kista tersebut.

Pendapat lain mengenai penyebab kista pilonidal adalah karena cedera pada bagian tubuh tersebut.

Selama Perang Dunia II, lebih dari 80.000 tentara menderita kista ini yang membuat mereka dirawat di rumah sakit. Orang-orang mengira kista itu akibat iritasi karena mengendarai Jeep di jalan yang bergelombang. Untuk sementara waktu kondisi itu sempat disebut “penyakit Jeep”.

Anda mungkin lebih rentan untuk mengalami kista ini jika memiliki lesung pipit kecil di kulit di antara bokong Anda. Lesung pipit ini cenderung mengalami infeksi.

Ada juga faktor-faktor lain yang memperbesar risiko, termasuk obesitas, punya rambut yang banyak, kurang olahraga, duduk lama, dan keringat berlebihan.

Apa Saja Ciri-Ciri Kista Pilonidal?

Kista ini dapat mengalami infeksi sehingga membengkak (menjadi abses pilonidal). Berikut adalah ciri-ciri kista pilonidal yang mengalami infeksi:

  • Terasa sakit, yang makin terasa saat duduk
  • Kulit jadi kemerahan
  • Kista membengkak
  • Demam

Apabila kista pilonidal pecah, maka dapat keluar cairan darah atau nanah darinya. Nanah yang keluar itu dapat mengeluarkan bau tidak sedap.

Ukuran kista ini bisa berbeda-beda. Kista yang Anda miliki bisa saja hanya seukuran jerawat kecil atau bisa juga berukuran besar dan menyakitkan.

Bagaimana Cara Mengobati Kista Pilonidal?

Cara mengobati kista pilonidal yang paling tepat harus disesuaikan dengan kondisi yang Anda alami. Tergantung pada tingkat keparahan gejala Anda, Anda mungkin membutuhkan atau tidak membutuhkan operasi untuk mengangkat kista tersebut. Ada beberapa metode pengobatan lain yang tersedia selain operasi, antara lain:

  • Mengeringkan kista: Prosedur ini dapat dilakukan langsung di klinik dokter. Sayatan kecil akan dibuat untuk membuka dan mengalirkan cairan dari kista yang terinfeksi.
  • Injeksi: Suntikan (fenol, senyawa kimia asam) dapat mengobati dan mencegah kista pilonidal yang tingkat keparahannya ringan dan sedang.
  • Antibotik: Obat antibiotik dapat mengobati peradangan kulit. Namun antibiotik tidak bisa menyembuhkan kista dengan sendirinya.
  • Terapi laser: Terapi laser dapat menghilangkan rambut yang mungkin tumbuh ke dalam dan menyebabkan lebih banyak kista muncul kembali.

Sambil menunggu jadwal untuk perawatan Anda, Anda bisa mencoba untuk mengatasi rasa sakit di area kista menggunakan kompres hangat untuk menenangkan kulit Anda.

Cara Mengobati Kista Pilonidal secara Alami

Terdapat berbagai cara mengobati kista pilonidal secara alami untuk mengurangi rasa sakit dan bengkaknya. Berikut beberapa diantaranya:

  • Mandi sitz: Duduk di bak berisi air hangat sampai pinggul dapat meredakan rasa sakit dan mengurangi kemungkinan kista untuk memburuk.
  • Suplemen vitamin C dan zinc dapat membantu proses penyembuhan. Vitamin A juga membantu perbaikan jaringan. Konsultasikan dengan dokter untuk dosis yang tepat sebelum minum suplemen apapun.
  • Minyak esensial, seperti minyak tea tree dan minyak sage, dapat menenangkan kista dan bahkan dapat membantu mengobati infeksi.
  • Minyak jarak yang dioleskan ke kista dapat membantu mengurangi peradangan.
  • Bantal dapat memberikan dukungan dan kenyamanan saat duduk.
  • Olahraga teratur membantu meningkatkan aliran darah, yang dapat membantu penyembuhan.

Ada yang menyarankan mengoleskan bawang putih mentah langsung ke kista untuk membantu mengobati infeksi, tetapi hal ini bisa sangat mengiritasi kulit dan luka terbuka.

Sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menggunakan suplemen herbal atau obat alami karena beberapa mungkin berinteraksi secara negatif dengan obat medis yang sedang dikonsumsi.

Selain itu, jika kista Anda telah dikeringkan dan sudah dibuka, Anda harus mengikuti petunjuk perawatan dari dokter Anda.

Bagaimana Cara Mencegah Kista Pilonidal?

Ada beberapa tips untuk mencegah munculnya kista di area tulang ekor atau untuk mencegahnya kambuh kembali.

  • Cuci dan keringkan area bokong secara teratur untuk menjaganya tetap bersih.
  • Turunkan berat badan jika saat ini Anda kegemukan.
  • Hindari duduk terlalu lama untuk menjaga tekanan dari area tersebut.
  • Cukur rambut di sekitar bokong, seminggu sekali atau lebih. Anda juga bisa menggunakan produk hair removal untuk menghindari rambut tumbuh ke dalam.

Walaupun kista pilonidal bukanlah penyakit yang berbahaya, namun kista ini bisa sulit untuk diobati dan berubah menjadi kondisi kronis jika Anda tidak segera mengobatinya dengan benar. Itulah kenapa penting untuk periksa ke dokter begitu melihat adanya ciri-ciri kista pilonidal ini. Bicarakan dengan terbuka kepada dokter Anda mengenai gejala-gejala yang Anda alami.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang penyebab, ciri-ciri, dan cara mengobati kista pilonidal. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda. Temukan juga artikel-artikel menarik lain yang membahas seputar masalah kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

WebMD. What Is a Pilonidal Cyst?. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/pilondial-cyst

Mayo Clinic. Pilonidal cyst. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pilonidal-cyst/symptoms-causes/syc-20376329

Medicine Net. Pilonidal Cyst. https://www.medicinenet.com/pilonidal_cyst/article.htm

Cleveland Clinic. Pilonidal Cyst. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15400-pilonidal-disease

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>