Kinerja Sarang Semut dan Daun Sirsak

633
Kinerja Sarang Semut dan Daun Sirsak
Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

Diedit:

Beberapa bulan terakhir ini banyak yang mencari informasi tentang kinerja sarang semut dan daun sirsak untuk pengobatan kanker. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh tiga terbitan terakhir majalah Trubus yang membahas manfaat daun sirsak bagi para penderita kanker.

Namun, ada sedikit pengingat yang ingin kami tambahkan lagi untuk melengkapi kedua artikel tersebut melalui tulisan ini. Yaitu mengenai cara menggunakan herbal secara efektif. Pertanyaan-pertanyaan yang sering dilontarkan ialah: Apakah kombinasi sarang semut dan daun sirsak bisa digunakan untuk mengobati kanker? Mana yang lebih baik untuk pengobatan kanker; Sarang Semut atau daun Sirsak? Apakah Sirsak cukup aman untuk dikonsumsi?

Kinerja Herbal Kanker: Sarang Semut dan Daun Sirsak

Berdasarkan informasi pada umumnya masyarakat kita cenderung menggonta-ganti herbal yang dikonsumsi seiring dengan tren yang sedang populer. Terutama bila mendengar berita bombastis tentang manfaat herbal tertentu dengan harapan akan mendapatkan reaksi serupa dan segera sembuh.

Hal di atas bisa dimaklumi karena tentunya pasien atau pun anggota keluarga mereka pasti mengharapkan hasil yang nyata dengan penggunaan obat-obatan alternatif yang telah dikonsumsi. Tetapi berdasarkan keterangan dari beberapa dokter dan herbalis yang sudah berpengalaman, praktek bergonta-ganti herbal dalam waktu singkat tidaklah dianjurkan. Mengapa demikian? Mari kita perhatikan kinerja sarang semut dan daun sirsak berikut.

Selengkapnya Tentang Sarang Semut dan Daun Sirsak

Penjelasan sederhananya adalah karena setiap herbal itu bersifat unik dan punya “jalannya” sendiri dalam memerangi sebuah penyakit.  Maka, dengan berhenti menggunakan sebuah herbal dan beralih ke herbal lain dalam waktu singkat bisa disamakan seperti jika Anda ingin pergi ke sebuah tempat, sudah setengah jalan kemudian tiba-tiba berhenti dan berputar arah untuk menggunakan jalan alternatif lain.

Nah, sekarang bisa Anda bayangkan jika setiap kali ada herbal/obat baru, seseorang menghentikan pengobatan yang lama dan beralih ke yang baru, maka pastilah dia tidak akan sampai-sampai di tujuan atau dengan arti lain lebih lama mendapatkan kesembuhan. Karena belum tuntas suatu herbal berkerja, sudah digantikan dengan yang lain. Melelahkan bukan proses seperti itu?

Lantas bagaimana jika Anda penasaran untuk mencoba-coba herbal baru, seperti daun Sirsak? Beberapa orang memilih untuk mengombinasikannya dengan herbal yang sedang dikonsumsi. Sebagai contoh jika Anda sudah mengkonsumsi Sarang Semut dan sudah merasakan perbaikan, tetapi ingin mencoba daun Sirsak, sebaiknya jangan menghentikan konsumsi Sarang Semut lalu beralih pada daun Sirsak.

Baca juga:  Yang Wajib Anda Lakukan bila Pengobatan Herbal Tampaknya Tidak Efektif

Kedua herbal tersebut mempunyai cara kerja yang berbeda dalam memerangi kanker. Bagaimana kinerja sarang semut dan daun sirsak jika dikombinasikan? Sarang Semut akan terus bekerja menghancurkan kanker dengan metodenya, sementara dari sisi lain daun Sirsak akan bekerja juga menghancurkan kanker dengan caranya sendiri. Anda bisa membayangkannya seperti dua kelompok prajurit (herbal) yang menyerang sebuah benteng (kanker) dari sisi dan cara yang berbeda, pasti kemenangan (kesembuhan) akan lebih cepat didapat.

Hasil Ekstraksi Sarang Semut dan Daun Sirsak

Dari hasil maserasi Sarang semut diperoleh rendemen rata-rata sebesar 18,97 %. Sedangkan dari ekstraksi daun sirsak diperoleh rendemen sebesar 15,77 %. Dari pemekatan didapatkan randemen ekstrak sarang semut fraksi air sebesar 12,53%b/b, randemen ekstrak sarang semut fraksi butanol sebesar 9,48%b/b, randemen ekstrak daun sirsak fraksi air sebesar 14.11%b/b. dan randemen ekstrak daun sirsak fraksi butanol sebesar 10.25%b/b. Hasil ekstraksi ini tentu menentukan kinerja sarang semut dan daun sirsak dalam memerangi serangan kanker.

Uji Aktifitas Antioksidan Sarang Semut dan Daun Sirsak

Kombinasi ekstrak sarang semut dan ekstrak daun sirsak (perbandingan 1:1) dibuat dengan berbagai konsentrasi yaitu : 20, 40, 60, 80, 100 ppm. Berdasarkan hasil percobaan diperoleh persamaan regresi linier y = 0,3973x + 21,756, maka dapat diketahui nilai IC50-nya yaitu sebesar 71,09 ppm.

Hasil pengujian aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak sarang semut dan ekstrak daun sirsak memiliki aktivitas antioksidan yang lebih baik jika dibandingkan dengan aktivitas antioksidan ekstrak sarang semut fraksi air, ekstrak sarang semut fraksi butanol, ekstrak daun sirsak fraksi air, dan ekstrak daun sirsak fraksi butanol.

Hal ini dibuktikan dengan nilai IC50 kombinasi ekstrak sarang semut dan ekstrak daun sirsak sebesar 71.09 ppm, nilai ini lebih kecil dari nilai IC50 ekstrak dalam bentuk tunggalnya. Ekstrak sarang semut fraksi air memiliki IC50 76,64 ppm, ekstrak sarang semut fraksi butanol memiliki IC50 76,82 ppm, ekstrak daun sirsak fraksi air memiliki IC5073.48 ppm, sedangkan ekstrak daun sirsak fraksi butanol memiliki IC50 99,70 ppm. Tentu saja nilai IC50 ini berperan penting dalam kinerja sarang semut dan daun sirsak untuk mengatasi kanker.

Uji Fitokimia Sarang Semut dan Daun Sirsak

Uji kualitatif fitokimia dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa sampelekstrak sarang semut dan ekstrak daun sirsak yang diduga memiliki aktivitas antioksidan. Uji fitokimia yang dilakukan meliputi uji alkaloid, uji flavonoid, uji terpenoid, uji saponin dan uji tanin.

  • Uji alkaloid dengan penambahan pereaksi Bouchardat menunjukkan hasil positif karena terbentuk endapan coklat, dengan pereaksi dragendorff juga menunjukkan hasil positif dengan terbentuknya warna jingga. Dengan pereaksi mayer juga menunjukkan hasil positif menunjukkan endapan putih kekuningan, dengan pereaksi wagner juga menunjukkan hasil positif dengan terbentuk endapan coklat.
  • Uji flavonoid menunjukkan hasil positif dengan terbentuk warna merah muda setelah penambahan serbuk seng dan HCl 2N. Hasil positif juga ditunjukkan dengan warna hitam setelah penambahan HCl dan FeCl3 dan warna hijau kekuningan setelah penambahan H2SO4.
  • Uji terpenoid dengan penambahan pereaksi Liebermann – Bouchard menunjukkan hasil negatif tidak terbentuk warna ungu atau merah yang berubah menjadi biru ungu atau biru hijau.Hasil yang terbentuk adalah warna kuning jernih.
  • Uji Saponin menunjukkan hasil positif dengan terbentuknya busa yang stabil setelah penggojogan bahkan setelah didiamkan dalam posisi tegak selama 10 menit dan dengan penambahan HCl 2N.
  • Uji Tanin menunjukkan hasil positif dengan terbentuknya endapan setelah penambahan gelatin 1%.
Baca juga:  Panduan Pemilihan Herbal

Uji penegasan juga menunjukkan hasil positif dengan terbentuk warna hijau kecoklatan setelah penambahan FeCl3. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Tanaman sarang semut dan daun sirsak mengandung alkaloid, flavonoid, tannin dan saponin. Fraksi air sarang semut mempunyai IC50 sebesar 76,64 ppm sedang fraksi butanol sebesar 76,82 ppm. Kombinasi ekstrak sarang semut dan ekstrak daun sirsak (1:1) mempunyai IC50 sebesar 71,09 ppm.

Fraksi air daun Sirsak mempunyai IC50 73,48 ppm sedang fraksi butanol memiliki IC50 99,70 ppm sehingga fraksi air lebih baik dibandingkan fraksi butanol. Kombinasi ekstrak sarang semut dengan daun sirsak dengan perbandingan 1:1 memiliki aktifitas antioksidan lebih baik dari bentuk tunggalnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja sarang semut dan daun sirsak bermanfaat dalam membantu penderita kanker.


Rachael Link, MS, RD. The Vitamin C Superfruit that May Help Fight Cancer. October 31, 2018. URL: https://draxe.com/soursop/.

Subroto, M. Ahkam, Saputro, Hendro. 2007. Gempur Penyakit dengan Sarang Semut. Jakarta: Penebar Swadaya.

wimpy, wimpy. “Antioxidants Activity of Myrmecodia Pendans Extract Combine with Annona Muricata Leaf Extract Using DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrilhidrazyl) Methode.” Antioxidants Activity of Myrmecodia Pendans Extract Combine with Annona Muricata Leaf Extract Using DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrilhidrazyl) Methode 3, no. 1 (2014): 18–24.


Advertisement
Alinesia