Kenali Lebih Jauh Apa Penyebab Batuk!


By Cindy Wijaya

Batuk adalah respon alami tubuh menanggapi iritasi di tenggorokan dan saluran pernapasan. Iritasi tersebut merangsang saraf disana untuk mengirim sinyal batuk ke otak Anda. Otak kemudian memerintahkan otot-otot di perut dan dinding dada untuk memberikan dorongan udara yang kuat ke paru-paru guna mengusir keluar penyebab iritasi. Apa saja iritasi yang dimaksud yang jadi penyebab batuk?

Sesekali batuk adalah sesuatu yang normal dan sehat. Namun batuk yang tidak kunjung sembuh setelah beberapa minggu atau yang disertai dahak kental atau berdarah bisa jadi pertanda adanya penyakit yang butuh penanganan medis.

Suatu serangan batuk bisa jadi sangat kuat dan keras—dengan kecepatan udara hampir mendekati 500 mil per jam melewati pita suara. Batuk keras yang berkepanjangan dapat melelahkan dan menyebabkan susah tidur, sakit kepala, beser, dan bahkan patah tulang rusuk.

Berbagai Penyebab Batuk yang Berkepanjangan

  • Asma. Batuk yang disebabkan asma biasanya datang dan pergi sejalan dengan musim, muncul setelah terserang infeksi saluran pernapasan atas, jadi lebih buruk ketika udara sedang dingin, atau mencium wewangian tertentu. Pada salah satu jenis asma, gejala utamanya ialah batuk-batuk.
  • Penyakit GERD. Penyakit ini menyebabkan asam lambung mengalir kembali ke dalam tabung alami yang menghubungkan perut dan kerongkongan. Iritasi yang terus-menerus terjadi bisa menyebabkan batuk kronis. Dan pada gilirannya batuk akhirnya memperburuk GERD.
  • Postnasal drip. Ketika hidung atau sinus menyebaban lendir tambahan, itu dapat mengalir ke bagian belakang tenggorokan dan memicu refleks batuk. Kondisi ini juga disebut sindrom batuk saluran napas atas.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ketiga penyebab batuk diatas bertanggung jawab untuk sekitar 90 persen kasus batuk berkepanjangan. Disamping itu, ada juga beragam penyebab batuk yang lainnya, yakni:

  • Infeksi. Batuk bisa terus ada meskipun gejala lain dari flu, pilek, pneumonia, atau infeksi saluran pernapasan atas yang lainnya sudah menghilang. Salah satu penyebab batuk kronis pada orang dewasa yang tidak biasa adalah pertusis, atau dikenal sebagai batuk rejan.
  • Obat darah tinggi. Obat penghambat enzim Angiotensin-converting (ACE) yang biasa diresepkan bagi pasien darah tinggi dan gagal jantung diketahui dapat menyebabkan batuk kronis pada beberapa orang.
  • Bronkitis kronis. Peradangan yang berkepanjangan pada saluran pernapasan utama (tabung bronkus) dapat membuat hidung tersumbat, sesak napas, bengek, dan batuk berdahak. Kebanyakan pasien bronkitis kronis adalah seorang perokok atau mantan perokok.

Sepeti yang sudah disinggung, sesekali batuk memang normal, tetapi batuk yang berkepanjangan bisa jadi sinyal adanya masalah kesehatan serius. Batuk dikatakan “akut” apabila berlangsung lebih dari 3 minggu, dan dikatakan “kronis” apabila berlangsung lebih dari 4 minggu.

Jika batuk sudah berminggu-minggu tidak sembuh, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter agar diketahui apa penyebab batuk yang dialami. Dengan penanganan medis yang tepat Anda bisa terbebas dari batuk yang menyiksa.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}