Kenali Indikasi dan Pemicu Migrain


By Fery Irawan

Rasa nyeri yang hebat dapat amat menyiksa penderita migrain dan menurunkan kualitas hidup mereka. Penderita migrain boleh jadi merasa jenuh menghadapi penyakit ini. Memang, belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan migrain secara permanen. Namun, mengenali pemicu terjadinya migrain dapat membantu Anda menghindari dan mengantisipasi serangan migrain. Setidaknya, ini bisa meringankan penderitaan Anda dan menghindari resiko buruk akibat migrain yang berkepanjangan.

Langkah pertama, mulailah dengan menulis catatan kesehatan tentang tubuh Anda. Tulis setiap tahap yang Anda lalui, dari awal gejala hingga serangan migrain terjadi. Untuk membantu Anda mengidentifikasinya, perhatikan tahap-tahap terjadinya migrain berikut.

Prodrome─sensasi firasat yang ditandai dengan rasa haus yang tak biasa, mengidam manis, sensitif dan mudah tersinggung, rasa mudah mengantuk, dan pada beberapa orang bisa jadi mencakup sembelit, diare, dan leher yang kaku.

Aura─ditandai dengan adanya gangguan visual, sensori, dan gangguan berbicara.

Tahap selanjutnya adalah ketika migrain yang sebenarnya menyerang. Serangan migrain dapat berlangsung selama beberapa jam bahkan selama berhari-hari.

Setelah serangan migrain, penderita memasuki tahap akhir yang dikenal dengan isilah postdrome. Pada tahap ini, penderita migrain akan mengalami kelelahan kronis.

Dalam catatan Anda, tulislah tanda-tanda dan gejala apa saja yang Anda alami dari setiap tahapan migrain di atas. Selain itu, Anda juga bisa mencatat beberapa hal yang bisa jadi memicu serangan migrain.

Ini akan membantu Anda mengenali kondisi tubuh Anda guna menghindari migrain. Berikut beberapa pemicu migrain.  

Konsumsi Kafein

Kadar sensitifitas seseorang terhadap zat tertentu berbeda satu sama lain. Pada beberapa orang, konsumsi sedikit kafein, dalam bentuk kopi misalnya, dapat menghasilkan efek relaksasi pada sistem saraf dan meringankan gejala sakit kepala.

Namun, pada orang yang berbeda, konsumsi kafein (kopi, teh, cokelat) justru memicu timbulnya migrain. Para ilmuwan yang memelajari hal ini menduga bahwa timbulnya migrain pada orang yang mengonsumsi kafein, bisa jadi diakibatkan adanya ‘sindrom penarikan diri’/ketagihan.

Sindrom ini muncul sebagai tanda bahwa tubuh ‘menagih’ kafein dalam batas yang biasa dikonsumsi seseorang. Atau, ketika seseorang tiba-tiba menghentikan konsumsi kafein yang sudah lama dilakukannya.

Akibatnya, timbulah migrain. Anda pernah mengalaminya? Untuk mengatasi ketergantungan kafein ini, Anda bisa mengurangi asupan kafein secara bertahap untuk membiasakan tubuh Anda dengan tingkat kafein yang berterima bagi Anda.

Stres

Selama stres, tubuh melepaskan peptida yang merupakan bagian kecil penyusun protein. Dampaknya, terjadi pelebaran pembuluh darah yang mengakibatkan peradangan.

Selanjutnya, ini akan memengaruhi saraf-saraf Anda dan memicu ketegangan otot di sekitar otak. Akibatnya, serangan migrain siap menghampiri Anda.

Siklus Menstruasi

Ketidakstabilan kadar estrogen yang terjadi pada wanita selama periode menjelang dan ketika menstruasi tiba, dapat memicu kontraksi di pembuluh darah dan mengakibatkan rasa nyeri mendenyut pada penderita migrain.

Kekurangan Nutrisi

Apapun alasannya, jangan biarkan tubuh Anda kekurangan nutrisi dengan menunda-nunda waktu makan Anda. Tahukah Anda? Jika Anda tidak makan, migrain bisa jadi menyerang. Ini mungkin ada kaitannya dengan pelepasan hormon stres ketika Anda berada dalam kondisi lapar.

Makanan Berpengawet

Tubuh manusia tidak dirancang untuk mencerna banyak zat adiktif/pengawet yang terdapat dalam berbagai makanan instan/kalengan.

Zat adiktif dalam makanan tersebut dapat memicu terjadinya migrain. Salah satunya, senyawa nitrat yang dapat ditemukan dalam daging olahan seperti hotdog, dikenal sebagai pemicu migrain tercepat.

Kurang Tidur

Ketika Anda tidur, sebenarnya Anda memberikan waktu bagi tubuh Anda untuk memperbaiki diri. Pastikan Anda mencukupi waktu tidur Anda karena ternyata, kurang tidur dapat menjadi pemicu terjadinya migrain.

Kebutuhan tidur masing-masing orang berbeda, namun umumnya, dibutuhkan 6-8 jam waktu tidur bagi orang dewasa.

Mencari tahu apa saja pemicu migrain dapat membantu Anda menghindari serangan migrain. Membuat catatan pribadi dapat membantu Anda memantau semua hal yang terjadi sebelum migrain menyerang Anda.

Tentu saja ini dapat membantu Anda melacak pemicu migrain pada diri Anda. Semakin banyak Anda mengenali pemicunya, semakin besar peluang Anda untuk menghindari migrain.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}