Kenali Gejala Usus Buntu dan Cara Mengatasinya!

493

Diedit:

Gejala usus buntu pada tahap awal mungkin sulit diidentifikasi. Pasalnya gejala yang ditunjukkan mirip dengan sakit perut biasa. Terlebih pada wanita gejala yang muncul cenderung lebih sulit dikenali karena mirip dengan gejala saat datang bulan. Adapun yang membedakan bila rasa nyeri sudah mulai terasa di area pusar dan menjalar ke perut bagian kanan bawah. Tentu bila sejumlah gejala penyakit usus buntu mulai tampak, perlu dilakukan pengobatan segera. Hal ini karena penyakit usus buntu tidak bisa dianggap remeh. Penderita akan merasakan rasa sakit dan nyeri luar biasa.

Penyakit usus buntu sendiri merupakan gangguan kesehatan yang menyerang organ kecil yang melekat pada usus besar. Tepatnya organ tersebut berada di sisi kanan perut. Sampai saat ini sebenarnya belum diketahui secara pasti fungsi dari organ usus buntu. Ada banyak ahli medis mencoba berpendapat tetapi dirasa belum cukup kuat. Bila organ tersebut diangkat dari tubuh pun diyakini tidak ada efek samping jangka panjang. Hanya saja bila pada usus buntu terjadi bengkak atau radang rasa sakit yang dirasakan bisa amat mengganggu.

Peradangan pada usus buntu bisa terjadi karena adanya penyumbatan yang disebabkan benda keras seperti tinja, kotoran yang mengeras, pembentukan batu, atau infeksi. Bila peradangan yang terjadi tidak ditangani segera dikhawatirkan usus buntu akan pecah dan mengeluarkan nanah yang bisa menyebar ke organ tubuh lain. Karenanya mengenali gejala penyakit usus buntu sejak dini penting artinya supaya upaya pengobatan bisa dilakukan sedini mungkin. Lebih cepat tentu akan lebih baik sebelum kondisi penyakit berkembang lebih parah. Berikut beberapa gejala usus buntu:

  • Nyeri Perut

    Gejala yang sering dirasakan penderita usus buntu yaitu rasa nyeri di bagian perut. Pada wanita gejala ini mungkin akan samar terasa seperti gejala nyeri saat menstruasi. Bedanya nyeri karena sakit usus buntu biasanya dimulai dari area sekitar pusar dan menjalar sampai perut bagian kanan bawah. Rasa nyeri dan tidak nyaman di perut bagian bawah tersebut bisa semakin meningkat ketika berjalan, batuk, atau tertawa. Parahnya rasa sakit dapat berlangsung beberapa jam.

  • Mual dan Muntah

    Gejala usus buntu selanjutnya mual dan muntah yang disertai dengan hilang nafsu makan. Hal ini dikarenakan peradangan dan iritasi pada usus buntu. Selain itu, juga terjadi pembengkakan pada dinding usus besar yang menyebabkan penderitanya mengalami mencret. Pasalnya pembengkakan yang terjadi menyebabkan gerakan usus menjadi tidak lancar dan kesulitan buang gas atau terjadi perut kembung. Saat Anda mengalami diare sebagai bentuk gejala sakit usus buntu tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat diare.

  • Perut Membesar

    Usus buntu bisa menyerang siapa saja. Namun, dari sejumlah kasus yang ada memang sebagian besar terjadi pada rentang usia 10-20 tahunan. Gejala usus buntu selanjutnya yang mesti diwaspadai yaitu perut membesar. Perut membesar terjadi akibat adanya peradangan usus buntu yang semakin parah. Bila pembengkakan sudah semakin parah ukurannya pun semakin besar yang menyebabkan perut terlihat buncit.

  • Demam

    Penderita usus buntu bisa mengalami demam. Demam yang terjadi merupakan lanjutan dari gejala usus buntu. Penderita akan mengalami demam yang mana ditandai dengan suhu tubuh meningkat sampai dengan 39 derajat celcius.

Baca juga:  Perawatan Rumahan Untuk Penyakit Usus Buntu: Bagian 2

Itulah beberapa gejala penyakit usus buntu. Beberapa gejala di atas wajar terjadi pada penderita usus buntu baik pria ataupun wanita. Bila sejumlah gejala usus buntu di atas mulai nampak terlihat, Anda mesti waspada dan disarankan untuk periksa ke dokter guna memastikan kondisi kesehatan. Tidak hanya itu saja, dengan bersikap tanggap diharapankan bisa dilakukan pengobatan dini. Lantas bagaimana pengobatan usus buntu yang aman?

Bagaimana Cara Pengobatan Usus Buntu?

Dari sejumlah kasus usus buntu, mereka yang positif terdeteksi menderita usus buntu memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan usus buntu. Sebenarnya jalan operasi tidak harus diambil bila penyakit sudah terdeteksi sejak awal. Inilah pentingnya mengenali apa saja gejala usus buntu. Operasi penting dilakukan saat radang usus didapati sudah semakin bengkak dan ada kemungkinan pecah. Sementara pada tahap awal penyakit masih bisa diobati dengan cara mengatur pola makan seperti menghindari asupan makanan asin, asam, dan pedas. Serta diimbangi dengan mengonsumsi makanan sehat kaya gizi dan serat.

Mengapa penderita usus buntu perlu mengatur pola makannya? Hal ini tidak lain karena salah satu faktor penyebab timbulnya penyakit usus buntu adalah asupan makanan yang sembarangan setiap hari. Seseorang yang gemar mengonsumsi makanan tinggi asam, kalori, dan pedas berisiko lebih besar terkena usus buntu.

Adapun selain dengan mengonsumsi makanan sehat, pada tahap awal penyakit usus buntu dapat dilakukan upaya pengobatan secara herbal. Misalnya dengan memanfaatkan rempah temulawak dan kunyit. Dalam hal ini Anda cukup menyediakan 30 gram temulawak segar, 25 gram kunyit, dan 500 ml air. Cuci bersih semua bahan lalu rebus sampai mendidih. Biarkan air rebusan bersisa separuhnya. Tunggu sampai dingin, saring, lalu minum teratur. Cara herbal ini sudah terbukti ampuh dan aman tanpa efek samping berbahaya bagi tubuh.

Baca juga:  Perawatan Rumahan Untuk Penyakit Usus Buntu: Bagian 1

Demikian ulasan seputar gejala usus buntu dan cara pengobatan yang aman. Kenali setiap gejala yang muncul dan segera tanggap untuk melakukan tes kesehatan. Bersikap tanggap tentu lebih baik agar bisa dilakukan pengobatan dini sebelum penyakit berkembang menjadi lebih parah. Sekian ulasan kali ini. Semoga memberi informasi kesehatan yang bermanfaat.

Advertisement
Alinesia