Bagikan Artikel Ini:

Terakhir Diedit:

Kami sempat mengulas mengenai manfaat tanaman jelatang dalam kesempatan sebelumnya di artikel ini. Dan pada kesempatan kali ini kami kembali akan melanjutkan pembahasan kami mengenai manfaat jelatang yang belum kami tuntaskan dalam kesempatan sebelumnya.

Tanaman jelatang di Indonesia kerap kali dipandang remeh. Dianggap sekedar tanaman perdu liar, justru tanaman yang permukaannya memberi efek gatal ini kaya akan manfaat untuk kesehatan.

Masyarakat barat mengenalnya dengan sebutan stinging nettle. Daunnya khas dengan permukaan berbulu . bulu-bulu ini akan memberi efek seperti tersengat ketika tersentuh dan menyisakan iritasi yang terasa perih dan gatal.

Manfaat-Manfaat Jelatang yang Lainnya

Pada ulasan sebelumnya, kita sudah membahas bahwa daun jelatang bermanfaat untuk detoksifikasi, anti inflamasi, anti alergi, anti biotik alami hingga bermanfaat untuk kesehatan ginjal dan organ kewanitaan.

Dan selain itu, sejumlah manfaat jelatang lain dapat Anda temukan dalam uraian berikut.

  • Melindungi Kehamilan

    Beberapa wanita memiliki kondisi kandungan yang rentan sehingga saat hamil, mudah sekali mereka mengalami perdarahan. Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab kondisi tersebut.

    Dan menurut sumber organicfacts.net, terapi dengan teh jelatang akan membantu Anda memperkuat jaringan pada sel-sel dinding rahim sehingga mencegah perdarahan saat kehamilan.

    Tidak hanya itu, rupanya daun jelatang sendiri dapat bekerja sebagai senyawa terapi koagulan. Kandungan vitamin K dalam daun jelatang membantu mencegah mudahnya sel pembuluh darah rusak dan memicu perdarahan.

    Daun jelatang juga dikenal memiliki manfaat pada fungsi hormonal atau endokrin. Peran ini baik untuk meregulasi perubahan abnormal pada hormon kewanitaan selama kehamilan. Wanita hamil mutlak membutuhkan peran hormonal untuk membantu berjalannya proses kehamilan dan menyusui.

  • Menjaga Kesehatan Tulang

    Pada dasarnya ada peran hormonal dalam mempertahankan kadar densitas atau kepadatan tulang. Peran daun jelatang dalam menjaga keseimbangan hormonal akan mencegah tubuh mengalami efek kekurangan dan kelebihan estrogen.

    Dan tentu saja, tubuh akan mengalami masalah bila tidak mendapatkan suplai estrogen. Jadi peran jelatang dalam melindungi hormonal akan secara langsung berpengaruh pada kesehatan tulang sekaligus mencegah osteoporosis.

    Bukan hanya itu, ditemukan pula komponen boron. Senyawa ini memang asing tetapi justru membantu menjaga densitas dan kekuatan tulang.

  • Membantu Sistem Pernafasan

    Dijelaskan dalam ulasan sebelumnya bahwa daun jelatang memiliki manfaat sebagai terapi anti alergi. Termasuk di dalamnya membantu menjaga pasien asma untuk tidak sering kumat.

    Tetapi selain sebagai anti alergi, diketahui pula bahwa daun jelatang membantu mencegah produksi mucus atau lendir berlebihan. Juga membantu meredakan rasa gatal pada tenggorokan akibat efek iritasi ringan.

    Dalam catatan Institut Pertanian Bogor juga dijelaskan bahwa jelatang secara tradisional dikenal sebagai pereda peradangan pada sistem pernafasan. Termasuk astringent efektif untuk keluhan peradangan pada paru-paru.

  • Baik untuk Kesehatan Prostat

    Menurut Penn State Health Milton S. Hershey Medical Center, jelatang juga memiliki kemampuan merawat kesehatan fungsi prostat.

    Bukan hanya baik untuk menjaga fungsi prostat berjalan baik, tetapi juga membantu mengatasi kasus Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). Ini adalah kondisi penyakit dimana terjadi pembengkakan prostat . Pembengkakan ini akan menyebabkan efek tekanan pada fungsi uretra, menyebabkan And kesulitan untuk BAK atau malah membuat Anda demikian mudah BAK tanpa bisa ditahan.

    Kasus ini tidak berkaitan dengan kanker, ini hanya efek dari proses penuaan tubuh. Tetapi pengaruh jangka panjangnya bisa cukup berat bila diabaikan. Dapat mempengaruhi kinerja fungsi ginjal dan menyebabkan gangguan pada kandung kemih dan saluran kemih.

Catatan Seputar Herbal Jelatang

Dikatakan bahwa jelatang merupakan jenis tanaman herbal yang baik untuk tubuh. Diakui dunia sebagai herbal yang patut Anda pertimbangkan sekalipun duri tipisnya menyebabkan efek gatal bila Anda tidak tepat dalam menyentuhnya.

Akan tetapi, sejumlah informasi empiris juga menguak fakta bahwa daun jelatang ini memiliki efek samping yang perlu Anda waspadai. Artinya dalam kadar moderat jelatang tentu saja aman dan bermanfaat bagi tubuh. Tetapi perlu anda cermati dosis harian yang Anda tentukan demi menghindari efek samping di jangka panjang. Apa saja catatan yang perlu Anda pahami terkait konsumsi jelatang?

  • Memiliki Efek Hepatoksik

    Meski dalam skala rendah, terbukti berdasar riset bahwa dalam jelatang terdapat kandungan hepatoksik dalam kadar rendah.  Dalam laporan riset Institut Pertanian Bogor, ditemukan bahwa terapi dengan jelatang dalam dosis 1 gram/BB selama 90 hari pada tikus menunjukan perkembangan kasus steatosis, yakni menurunnya kemampuan hati mengolah lemak hingga mendorong terbentuknya lemak hati.

  • Memengaruhi Kadar Gula Darah

    Ada beberapa kondisi yang menyebabkan pasien diabetes sebaiknya lebih berhati-hati dalam mengonsumsi jelatang. Ini karena jelatang bekerja dengan berbeda pada sejumlah pasien kasus diabetes.

    Dalam sejumlah riset jelatang menyebabkan naiknya kadar gula darah dengan cepat. namun sejumlah riset  lain justru menunjukan arah berlawanan. Sejumlah pasien mengalami efek hipoglikemik yang juga tak kalah berbahaya bagi pasien.

  • Kontradiksi dengan Obat Lain

    Efek daun jelatang dalam mempengaruhi sirkulasi, tekanan darah dan sejumlah efek terhadap tubuh termasuk diuretik, membuat Anda yang tengah mengonsumsi terapi pengencer darah untuk lebih berhati-hati.

    Efeknya dalam menurunkan tekanan darah bisa cukup efektif dan mungkin saja justru menjadi berbahaya ketika Anda padukan dengan obat-obatan anti tekanan darah tinggi. hati-hati pula memadukan jelatang bersama terapi diuretik dan terapi Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs).

Perhatikan dengan baik beberapa catatan dalam mengonsumsi jelatang. Anda akan mendapatkan manfaat jelatang dengan optimal selama Anda mengonsumsinya dalam kadar yang moderat dan sesuai dengan kadar toleransi tubuh Anda. Pastikan tubuh Anda cukup aman mengonsumsi jelatang sebelum memutuskan untuk menjalankan terapi manfaat jelatang.

Cindy Wijaya

Cindy sudah menulis beragam artikel kesehatan sejak tahun 2014. Senang meriset serta berbagi tentang berbagai topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk Deherba.com. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.