Blog Herbal No. 1 Indonesia

Manfaat Keji Beling untuk Diabetes, Batu Ginjal, Maag, dan Sembelit


By Cindy Wijaya

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang berlimpah, sehingga menyimpan banyak tumbuh-tumbuhan yang dapat digunakan masyarakat untuk pengobatan berbagai macam masalah kesehatan. Salah satu tanaman yang dapat dijadikan obat adalah keji beling. Tanaman keji beling mempunyai berbagai kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan kita.

Sejumlah penyakit yang dipercaya dapat dibantu pengobatannya dengan kejibeling antara lain batu ginjal, diabetes, sembelit, dan maag. Tanaman herbal ini kini telah diolah menjadi dalam berbagai bentuk, misalnya menjadi teh, serbuk/bubuk, dan kapsul. Dengan begitu penggunanya tidak perlu lagi mengolahnya, ini meningkatkan minat masyarakat untuk mengonsumsi tanaman herbal asli Indonesia.

Apa Itu Tanaman Keji Beling?

Kejibeling memiliki nama latin Strobilanthes crispus. Di Indonesia tanaman ini juga disebut dengan sejumlah nama lain, seperti keci beling, picah beling (Betawi), dan enyoh kelo (Jawa).

Tanaman ini tumbuh liar di hutan, di ladang-ladang, dan juga sengaja ditanam di pekarangan sebagai pagar hidup. Bila tumbuh di tanah yang subur, sedikit terlindung, dan di tempat terbuka, tumbuhan kejibeling gampang berkembang. Habitat idealnya adalah di tempat dengan ketinggian 1 – 1.000 meter di atas permukaan laut, curah hujan 2.500 – 4.000 mm/tahun, kelembapan dan penyinaran sedang, dan pH 5,5 – 7.

Keci beling merupakan tanaman perdu atau semak yang memiliki tinggi mencapai 1 – 2 meter. Batang keci beling beruas-ruas. Batang yang masih muda mempunyai bulu kasar dan berwarna hijau.

Ciri-ciri daun keji beling memiliki tangkai pendek, berbentuk lanset memanjang atau hampir lonjong. Panjang helaian daun sekitar 9 – 18 cm dan lebarnya 3 – 8 cm. Kedua permukaan daun kasar dan berambut. Tulang daunnya menyirip dengan sudut sekitar 60 derajat terhadap ibu tulang.

Bunga kejibeling berbentuk majemuk, dengan mahkota berbentuk corong yang terbagi lima, panjangnya 1,5 – 2 cm, memiliki rambut dan berwarna kuning. Buah keci beling berbentuk bulat, berwarna cokelat, dan berjumlah 2 – 4. Bijinya berwarna cokelat muda, berbentuk bulat, kecil, dan pipih.

Daun keji beling memiliki kandungan seperti kalium kadar tinggi, natrium, kalsium, garam alkali, asam silikat, karbonat, sejumlah senyawa saponin, flavonoid, sterol, glikosid, kelompok terpen seperti triterpena, dan lemak.

Manfaat Keji Beling bagi Pengobatan Penyakit

Tumbuhan keci beling mengandung sejumlah kandungan yang bermanfaat dalam membantu pengobatan berbagai penyakit, seperti batu ginjal, diabetes, sakit maag, dan sembelit.

Manfaat Keji Beling untuk Diabetes

Daun keji beling mengandung berbagai zat kimia yang diduga bermanfaat dalam menurunkan kadar glukosa darah. Zat-zat kimia itu antara lain kalium, kalsium, natrium, saponin, alkaloid, flavonoid, dan polifenol. Kandungan kimia tersebut bekerja sinergis untuk menghambat aktivitas enzim alfa glukosidase. Enzim tersebut berperan penting dalam hidrolisis atau pemecahan karbohidrat menjadi glukosa.

Penghambatan kerja enzim alfa glukosidase akan menghambat penyerapan glukosa di usus sehingga dapat mengurangi kebutuhan akan insulin. Kemudian, penghambatan enzim tersebut juga akan menurunkan kadar glukosa darah yang meningkat. Banyak penelitian ilmiah telah dilakukan dan telah membuktikan manfaat keji beling untuk menurunkan kadar gula darah.

Cara mengolah keci beling untuk diabetes: Siapkan 3 lembar daun keji beling yang masih segar, lalu cuci sampai bersih dengan air mengalir. Anda bisa langsung makan daun ini sebagai lalapan setiap hari.

Manfaat Keji Beling untuk Batu Ginjal

Daun keji beling memiliki kandungan kalium yang membantu menghambat perkembangan penyakit batu ginjal. Berdasarkan riset oleh Institut Pertanian Bogor pada tahun 2009 lalu, setidaknya terdapat kandungan 51 persen kalium yang dimiliki daun keji beling kering.

Tanaman herbal ini juga memiliki kandungan mineral bermanfaat lain yaitu natrium. Perpaduan antara kalium dan natrium ini menghasilkan efek diuretik sehingga meningkatkan produksi urine dan membantu mengeluarkan batu ginjal yang berukuran kecil. Efek diuretik juga membantu mencegah terbantuknya batu ginjal.

Cara mengolah keci beling untuk batu ginjal: Siapkan 8 lembar daun keci beling, lalu cuci sampai bersih dengan air mengalir. Rebus daun dengan 3 gelas air, tunggu sampai airnya tersisa 2 ¼ gelas. Setelah itu dinginkan dan saring. Minum 3 kali sehari, setiap kali minum ¾ gelas.

Daun Keji Beling
Credit Photo: Medicine Newbie

Manfaat Keji Beling untuk Sakit Maag

Daun keci beling dipercaya dapat membantu menetralkan asam yang berasal dari lambung. Dengan begitu dapat membantu mengobati sakit maag.

Cara mengolah keci beling untuk sakit maag: Siapkan 3 lembar daun keji baling yang masih segar, lalu cuci sampai bersih dengan air mengalir. Daun ini bisa langsung dimakan sebagai lalapan setiap hari.

Manfaat Keji Beling untuk Sembelit

Kejibeling mengandung berbagai kandungan kimia bermanfaat seperti kalium, natrium, asam silikat, dan sejumlah senyawa lain. Kejibeling juga mempunyai efek diuretik dan pencahar, yang tentunya bermanfaat untuk membantu mengatasi sembelit.

Cara mengolah keci beling untuk sembelit: Siapkan setengah genggam daun keji beling yang masih segar, lalu cuci sampai bersih dengan air mengalir. Rebus dengan 2 gelas air, tunggu sampai airnya tersisa 1 gelas. Saring dan minum.

Pengingat Sebelum Mengonsumsi Obat Keji Beling

Meskipun kejibeling memiliki beragam manfaat bagi kesehatan, tetapi Anda tetap harus bijak saat hendak mengonsumsinya. Masih dibutuhkan penelitian lebih mendalam untuk memastikan manfaat dan keamanan konsumsinya pada manusia. Sebaiknya juga tidak asal dan jangan berlebihan dalam mengonsumsi daun keji beling.

Bagi Anda yang sedang mengonsumsi herbal atau obat lain, ada baiknya berhati-hati. Jika perlu konsultasikan dulu dengan dokter untuk memastikan apakah kejibeling bisa berinteraksi negatif pada herbal atau obat lain yang sedang Anda konsumsi.

Ingat juga bahwa tidak ada pengobatan apapun, baik herbal maupun medis, yang dapat sepenuhnya menjamin kesembuhan dari penyakit. Selain itu kondisi tubuh masing-masing orang juga berbeda, jadi herbal yang cocok bagi satu orang belum tentu cocok bagi orang lain.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang tanaman herbal keji beling. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan Anda terhadap tanaman obat asli Indonesia. Temukan juga artikel-artikel informatif lain seputar herbal dan kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Ghasemzadeh, A., Jaafar, H.Z. & Rahmat, A. Phytochemical constituents and biological activities of different extracts of Strobilanthes crispus (L.) Bremek leaves grown in different locations of Malaysia. BMC Complement Altern Med 15, 422 (2015). https://doi.org/10.1186/s12906-015-0873-3

Yahya, Stephanie, Wijaya. (2009). Pemanfaatan Teh Daun Keji Beling (Strobilanthes crispus BL) Sebagai Alternatif Pengobatan Penyakit Batu Ginjal dan Diabetes. Program Kreativitas Mahasiswa. Institut Pertanian Bogor.

TA Larasati, Meiwa Rizky Ardhi Bella Putri. (2021). Uji Efektivitas Daun Keji Beling (Strobilanthes crispus [Sinonim=Sericocalyx crispus L]) sebagai Anti Diabetes Mellitus. JK Unila. 5(1): 16-24.

Mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review ★★★★★

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}