Jenis Makanan Diet Berkalori!

528
Shutterstock

Diedit:

Sesekali makan-makanan yang memiliki kalori berlebih dari yang dibutuhkan memang tidak masalah. Namun, bagaimana jika Anda menjadi terbiasa mengonsumsinya? Tentu menjadi masalah bagi berat badan Anda dan gangguan kesehatan lainnya. Lalu, bagaimana agar hal ini dapat dihindari? Ya, Anda bisa melakukannya dengan menghitung makanan diet berkalori yang Anda santap. Diet yang tepat hendaknya disesuaikan dengan banyaknya aktivitas Anda. Apabila diet yang Anda jalani tidak tepat, hal ini tentu akan menimbulkan gejala pusing, lemas, pingsan, bahkan mengalami malnutrisi.

Saat ini memang sudah banyak makanan diet yang dijual dalam bentuk kemasan, hal ini tampaknya membantu Anda yang sedang berdiet – mengingat banyak makanan dalam kemasan yang sudah mencantumkan nilai kalori. Untuk yang ingin mencoba berdiet secara alami tentu menjadi tantangan tersendiri sewaktu hendak menghitung jumlah kalori pada makanan atau aktivitas yang mereka lakukan, maka cara dasar yang biasanya sering dilakukan oleh beberapa orang ialah mengurangi porsi makanan dan melakukan olahraga tambahan guna membakar kalori yang tersimpan di dalam tubuh.

Beberapa jenis makanan diet berkalori yang sering direkomendasikan ialah; gandum, kacang merah, almond, kedelai, ubi, brokoli, bayam, ikan salmon, apel, blueberry, dan susu. Seseorang yang sedang melakukan diet juga perlu minum sebanyak mungkin air mineral. Lalu, bagaimana menghitung jumlah kalori dari jenis makanan diet berkalori? Biasanya nilai gizi dari suatu baham makanan tertera dalam setiap kemasan yang telah disesuaikan dengan ketentuan BPOM.

Misalnya pada minuman; segelas jus apel dengan ukuran 248 gram, memiliki perkiraan kalori sebesar 117 kkal. Softdrink atau cola dengan ukuran 330 gram, memiliki perkiraan kalori sebesar 140 kkal. Kopi instan dengan ukuran 179 gram, memiliki perkiraan kalori sebesar 4 kkal. Setengah gelas es krim dengan ukuran 66 gram, juga memiliki perkiraan kalori sebesar 133 kkal. Sedangkan, segelas susu untuk diet berukuran 25 gram, memiliki perkiraan kalori sebesar 200 kkal.

Baca juga:  Apa itu Diet?

Lalu, pada makanan; sebuah pisang berukuran 118 gram, memiliki perkiraan kalori sebesar 105 kkal. Sepotong kue cokelat dengan ukuran 64 gram, memiliki perkiraan kalori sebesar 235 kkal. Setengah bagian dada ayam berukuran 86 gram, memiliki perkiraan kalori hingga 142 kkal. Sebuah telur goreng berukuran 46 gram, memiliki perkiraan kalori 92 kkal. Sebuah jeruk berukuran 131 gram, memiliki kalori sebesar 62 kkal. Sebuah kentang berukuran 156 gram, memiliki kalori sebesar 145 kkal. Sedangkan, sepiring nasi berukuran 175 gram, memiliki perkiraan kalori sebesar 200 kkal.

Selama melakukan diet, ada fase yang perlu Anda perhatikan! Fase ini disebut fase Plato. Fase ini merupakan kondisi dimana Anda tidak mengalami penurunan berat badan. Bagaimana prosesnya? Begini, sewaktu Anda menjalani diet – penurunan berat badan akan terlihat cepat, kemudian sampai satu waktu proses penurunan berat badan terhenti. Apa yang menyebabkan hal ini? Penurunan berat badan menyebabkan perubahan dalam kisaran metabolisme basal (BMR), maka agar dapat mengalami penurunan berat badan ‘lagi’, Anda perlu meningkatkan aktivitas atau kurangi porsi makan.