Informasi Seputar Bedah Jantung

595

Diedit:

Memasuki tahun 2012, semakin banyak orang yang terkena penyakit jantung dan mengalami kematian. Menurut penelitian, pada tahun 2004, di Amerika Serikat ada 452.327 korban yang meninggal akibat serangan jantung dan setiap tahunnya di Amerika Serikat ada kira-kira 233.000 korban perempuan yang meninggal akibat serangan jantung.

Seperti telah diketahui secara umum, ketika sakit jantung sudah berdampak buruk bagi seluruh tubuh maka salah satu langkah penanggulangannya adalah dengan pembedahan jantung.

Pembedahan jantung harus dilakukan, biasanya untuk sakit jantung yang sudah parah seperti jantung koroner. Pada awalnya, pembedahan jantung sangat ditentang oleh banyak pihak karena dianggap tidak pantas membedah anggota tubuh yang dipercaya sebagai sumber kehidupan.

Namun, seiring berjalannya waktu, operasi pembedahan jantung semakin diterima oleh masyarakat karena ternyata memang dibutuhkan pada saat-saat genting demi menyelamatkan kehidupan. Untuk itu, mari kita cermati cara-cara apa saja yang  dibutuhkan sebelum menjalani operasi bedah jantung.

Tahapan Operasi Bedah Jantung

Sebelum membahas tahapannya, kita perlu mengetahui siapa saja yang dapat menerima operasi bedah jantung. Operasi bedah jantung dapat dilakukan mulai dari bayi yang baru beberapa hari sampai dengan orang tua berusia 90 tahunan. Tahapan pertama sebelum melakukan pembedahan jantung adalah pemeriksaan rutin misalnya EKG, treadmill, dan echocardiogram.

  • Elektrokardiografi (EKG)
    Pemeriksaan jantung yang paling sering dilakukan terutama sebelum melakukan pembedahan jantung. Elektrokardiografi ini digunakan untuk mengetahui denyut jantung dengan dibuatnya grafik yang terekam oleh arus listrik. Arus listrik yang dihasilkan ini akan menyebar ke seluruh tubuh dan setelah mencapai kulit akan diukur menggunakan alat bernama elektrode. Dan setelah terekam, dokter menafsirkan rekaman ini sehingga mengetahui fungsi jantung sebelum melakukan pembedahan jantung.
  • Treadmill
    Melatih beban jantung dengan melakukan kegiatan yang menyebabkan stress fisiologi dan dapat menyebabkan abnormalitas sistem peredaran darah (kardiovaskular). Latihan ini akan menyebabkan respon jantung meningkat secara linier sehingga dapat mengetahui informasi fungsi jantung.
  • Echocardiogram
    Echocardiogram atau disebut juga Echocardiography. Tes ini berbeda dengan treadmill karena tes ini tidak menyakitkan atau membuat tubuh kehabisan tenaga. Tes echocardiograhpy ini menggunakan USG agar dokter dapat mengetahui ukuran jantung pasien dan dapat mengetahui seberapa baik bilik dan katup jantung pasien bekerja. Selain itu, tes ini dapat menunjukan seberapa baik darah mengalir dari katup jantung pasien. Dengan adanya tes ini, dapat diketahui masalah-masalah apa yang terjadi pada jantung Anda sebelum melakukan bedah jantung.  
Baca juga:  Gagal Move On, Anda Rentan Kena Sindrom Patah Hati

Uraian di atas adalah tahapan yang sering dilakukan penderita jantung untuk mengetahui kondisi jantungnya, ketika masa perawatan jantung maupun menjelang pembedahan jantung. Tahapan setelah pemeriksaan rutin yaitu imaging seperti Slice CT Scan, kardiologi nuklir, katerisasi.

  • Slice Computed Tomography Scanner
    Slice CT Scan adalah cara terbaru yang sudah banyak digunakan terutama untuk penyakit-penyakit dalam yang sulit untuk didiagnosa. Teknologi ini sudah sangat canggih sehingga dapat menghasilkan gambar jantung dan pembuluh utama. Hasil scan tidak akan menghasilkan gambar yang kabur oleh karena gerakan di dalam tubuh. Hasil scan juga dapat diatur sedemikian rupa sehingga dapat melihat kelainan jantung yang dimiliki sehingga sebelum melakukan bedah jantung dapat diketahui di bagian mana yang membutuhkan pembedahan.
  • Kardiologi Nuklir
    Kardiologi nuklir adalah pemeriksaan jantung menggunakan alat radioaktif. Dengan pemeriksaan kardiologi nuklir ini, para dokter akan mengetahui masalah pada bagian jantung mana yang perlu dibedah. Dokter dapat mengevaluasi fungsi pompa jantung yang menghasilkan darah dan mengetahui ukuran jantung.
  • Katerisasi
    Katerisasi dilakukan ketika seorang dokter memasukan selang plastik yang tipis ke dalam pembuluh darah arteri jantung atau arteri koroner lalu diarahkan ke jantung untuk mengetahui kelainan jantung yang diderita. Dengan kamera monitor yang sudah disambungkan dengan selang, dokter dapat memastikan pengobatan atau penanggulangan macam apa yang perlu dibuat.

Tahapan di atas adalah tahapan kedua yang dilakukan beberapa orang dalam penanggulangan sakit jantung yang terlampau parah. Jantung adalah organ terpenting dalam tubuh. Karena itu, perlu diketahui keamanan pembedahan jantung. Simak selanjutnya.

Amankah Operasi Bedah Jantung di Indonesia?

Menurut penelitian RS Pondok Indah, bedah jantung di Indonesia sudah dikategorikan aman. Teknologi yang digunakan sudah mendekati teknologi yang digunakan di luar negeri.

Baca juga:  Pengobatan Penyakit Jantung

Tenaga dokter yang tersedia pun merupakan lulusan luar negeri yang sudah terlatih sebelum melakukan pembedahan. Memang, di Indonesia peralatan belum secanggih di luar negeri dalam kategori pembedahan jantung, namun menurut standarisasi rumah sakit di seluruh dunia, Indonesia dikategorikan aman dan memiliki resiko yang sama dengan operasi yang dijalankan di negeri-negeri lain.

Demikian sedikit informasi yang dapat kami bagikan mengenai bedah jantung. Ketika sanak saudara Anda atau bahkan Anda sendiri terkena penyakit jantung, ada banyak hal yang perlu Anda ketahui mengenai fasilitas yang dilengkapi untuk menanganinya, salah satunya informasi di atas.

Artikel kami berikutnya akan memberikan informasi seputar jantung yaitu penanganan lain selain bedah jantung yaitu dengan ring jantung. Semoga artikel kami bermanfaat!