• Home
  • Blog
  • Gatal
  • Susah Tidur Karena Gatal Malam Hari? Simak Penyebab dan Cara Mengatasinya

Susah Tidur Karena Gatal Malam Hari? Simak Penyebab dan Cara Mengatasinya


By Cindy Wijaya

Kulit gatal malam hari yang tanpa sebab bisa terasa menjengkelkan dan mengganggu tidur nyenyak Anda. Tetapi sebenarnya ini adalah masalah yang umum dirasakan orang dan seringkali dapat diatasi dengan baik. Biasanya ini disebabkan oleh proses alami tubuh, kondisi yang mengiritasi kulit, atau penggunaan obat tertentu.

Anda bisa mengatasinya dengan obat rumahan, obat apotik, atau obat resep. Namun dalam kasus-kasus tertentu, yang jarang terjadi, kulit gatal di malam hari bisa jadi gejala dari kondisi yang lebih serius, seperti penyakit hati atau ginjal.

Karena itu cobalah cari tahu apa saja penyebab gatal malam hari serta bagaimana cara mengatasi rasa gatal di malam hari.

Apa Penyebab Gatal Malam Hari?

Penyebab gatal malam hari bisa beragam, mulai dari kondisi kulit yang umum hingga stres sehari-hari. Berikut adalah sejumlah penyebab paling umum untuk membantu mencari tahu mana yang sedang Anda alami.

Ritme Sirkadian

Ritme sirkadian atau irama sirkadian adalah irama alami yang dimiliki oleh tubuh kita, untuk memastikan semua fungsi dan proses tubuh berjalan dengan baik selama 24 jam. Beberapa bagian dari ritme sirkadian yang sehat dapat menyebabkan perubahan pada kulit di malam hari, yang kadang menjadi penyebab gatal malam hari tanpa ruam yang terlihat.

Perubahan pada kulit di malam hari tersebut antara lain perubahan suhu tubuh, kelembapan kulit, dan fluktuasi (naik-turunnya) hormon.

Suhu tubuh: Pada malam hari, suhu tubuh kita menurun karena hipotalamus, kelenjar di otak yang bertanggung jawab untuk mengatur suhu tubuh. Kelenjar itu memberi isyarat kepada tubuh untuk melalui fase pendinginan alami pada tahap tidur non-rapid eye movement (NREM), atau tepat ketika kita mulai tertidur. Ketika kulit melepaskan panas ke luar selama fase ini, ini dapat meningkatkan sensasi gatal yang menyebabkan kulit gatal di malam hari.

Dehidrasi kulit: Kulit kita secara pasif kehilangan kelembapan sepanjang malam, proses yang disebut transepidermal water loss. Tetapi ketika kesehatan lapisan terluat kulit kita (stratum corneum) terganggu akibat kondisi kulit seperti kekeringan atau dermatitis atopik, hal itu dapat menyebabkan kulit gatal di malam hari.

Fluktuasi hormon: Hormon penetral peradangan, yaitu kortisol, mengikuti ritme sirkadian. Karena kadarnya paling rendah pada malam hari dan tengah malam, kita mungkin hanya punya sedikit bantuan untuk mengurangi efek peradangan, sehingga meningkatkan potensi kulit gatal di malam hari.

Stres

Pada siang hari, kita berada di bawah kontrol eksekutif kortikal (cortical executive control) yang lebih tinggi, yang berarti otak kita bekerja keras untuk menangani keputusan kehidupan dari menit ke menit.

Pada malam hari, ketika gangguan-gangguan berkurang dan perhatian kita lebih terfokus, kita lebih mungkin untuk merasakan gatal-gatal yang mungkin merupakan gangguan yang disingkirkan otak pada siang hari.

Usia

Suka atau tidak, seraya usia bertambah ada beberapa faktor alami yang dapat menjadi penyebab gatal malam hari. Kulit kering, penurunan fungsi imun, dan degenerasi saraf dapat meningkatkan kemungkinan untuk mengalami iritasi kulit yang gatal.

Infestasi

Infestasi maksudnya adalah serangan hama atau parasit dalam jumlah besar pada inang yang dapat menimbulkan penyakit. Infestasi adalah salah satu penyebab gatal malam hari yang lebih serius.

Kutu kasur (bedbug): Kutu kasur adalah makhluk yang aktif di malam hari yang hanya memakan darah. Jika penyebabnya adalah kutu kasur, Anda mungkin akan melihat bekas gigitan yang mencolok pada kulit yang menyebabkan kulit gatal di malam hari. Jika ini sumber masalahnya, kecil kemungkinan Anda akan mengalami gatal-gatal tanpa sebab di seluruh tubuh.

Kudis (skabies): Kudis adalah kondisi kulit gatal yang disebabkan oleh tungai, yang juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan di malam hari karena tungai aktif di malam hari.

Reaksi Alergi Terhadap Obat Baru

Setiap orang memiliki reaksi berbeda terhadap obat baru. Kadang, sebaliknya dari mendapat manfaat, tubuh menganggap obat itu sebagai sesuatu berbahaya dan memasang pertahanan imun terhadapnya, menyebabkan lepuh, ruam, atau gatal-gatal. Cobalah baca kembali efek samping dari obat apapun yang mungkin Anda konsumsi untuk melihat apakah kulit gatal termasuk salah satunya.

Polisitemia Vera

Kulit gatal adalah gejala umum dari polisitemia vera, suatu kondisi yang disebabkan oleh susmsum tulang terlalu banyak memproduksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Lebih dari 40% pasien polisitemia vera mengalami gatal-gatal, terutama setelah mereka mandi (atau membasahi kulit).

Penyakit Peradangan Kulit

Gatal-gatal juga bisa menunjukkan adanya gangguan kulit (dermatologis) yang umum. Perhatikan bahwa menggaruk berlebihan, apapun penyebabnya, dapat menyebabkan iritasi lebih lanjut atau bercak kasar pada kulit yang disebut Lichen simplex chronicus.

Dermatitis atopik: Juga dikenal sebagai eksem, adalah kondisi kulit kronis. Penderita dermatitis atopik lebih sulit tidur dan dapat terbangun karena kulit gatal, sehinggga mereka bisa mengalami kelelahan, kantuk, dan insomnia.

Psoriasis: Ini adalah gangguan kulit autoimun peradangan kronis yang dapat menyebabkan bercak kulit terkelupas. Bagian lain dari psoriasis ini adalah termo-disregulasi, yang kadang membuat kulit menjadi hangat saat seharusnya mendingin secara alami, yaitu selama beberapa jam pertama dari tidur. Akibatnya adalah kulit gatal di malam hari dan ketidaknyamanan lain.

Lichen Planus: Ini adalah penyakit yang diperantarai oleh imun, yang paling sering berdampak pada bagian dalam mulut dan juga beberapa bagian tubuh lain, termasuk kuku dan kulit kepala. Kondisi ini juga memengaruhi kulit, muncul sebagai ruam di area gatal berwarna ungu.

Penyebab Gatal Malam Hari Lainnya

Ada juga masalah kesehatan lain yang dapat menjadi penyebab kulit gatal di malam hari, antara lain: penyakit hati, penyakit ginjal kronis, gangguan darah, gangguan neurologis, masalah psikologis, penyalahgunaan zat, sindrom kaki gelisah, uremia, kolestasis, limfoma Hodgkin, hipertiroidisme, dan infeksi HIV.

Tips Mencari Tahu Penyebab Gatal Malam Hari


Perhatikan baik-baik kulit Anda. Jika Anda melihat adanya ruam, serpihan kulit, atau benjolan di lokasi terbatas, maka masalahnya kemungkinan ada pada kulit atau akibat faktor luar (eksternal) lainnya.

Tetapi jika tidak ada tanda-tanda fisik yang terlihat, maka masalahnya kemungkinan ada pada fungsi dalam tubuh (internal), gangguan kesehatan, atau reaksi terhadap obat baru.

Cara Mengatasi Rasa Gatal di Malam Hari

Beruntung terdapat berbagai cara mengatasi rasa gatal di malam hari. Ada beberapa pilihan perawatan untuk membantu menenangkan kulit Anda agar tidur malam lebih nyenyak. Namun jika Anda menduga bahwa gatal yang dirasakan terkait dengan kondisi kesehatna yang lebih serius, misalnya penyakit hati atau ginjal, sebaiknya temui dokter untuk mendapat perawatan yang sesuai.

Obat Medis

Terdapat sejumlah obat untuk kulit gatal di malam hari yang dapat Anda peroleh di apotik terdekat.

Antihistamin: Obat antihistamin yang memiliki efek penenang, seperti diphenhydramine (contohnya Benadryl), bekerja dengan otak untuk mengurangi sensasi gatal. Obat ini juga menyebabkan kantuk, yang dapat membantu tidur pulas. Karena itu obat ini lebih sering digunakan untuk mengobati gatal malam hari daripada antihistamin lain yang tidak menyebabkan kantuk.

Antidepresan dosis rendah: Obat mirtazapine atau doxepin memiliki efek anti-gatal dan penenang. Obat-obatan ini sering digunakan sebagai obat pertama untuk cara mengatasi rasa gatal di malam hari, karena efeknya yang mencakup berbagai penyebab yang mendasari. Namun mirtazapine dan doxepin harus diperoleh dengan resep dokter.

Salep kortikosteroid: Hydrocortisone, sejenis obat kortikosteroid, efektif dalam mengurangi gatal yang terkait masalah kulit (dermatologis).

Ilustrasi Cara Mengatasi Rasa Gatal di Malam Hari
Credit Photo: LightField Studios/Shutterstock

Obat Rumahan

Beberapa pengobatan dan perawatan di rumah sendiri dapat menjadi cara mengatasi rasa gatal di malam hari secara alami dan membantu Anda untuk bisa tidur pulas.

Melatonin: Suplemen melatonin tidak hanya membantu untuk tidur pulas, tetapi juga terbukti membantu mengatur ritme sirkadian untuk secara keseluruhan memperbaiki siklus tidur Anda.

Valerian: Ini adalah herbal yang banyak digunakan sebagai alternatif antidepresan yang efektif dalam mengurangi insomnia.

GABA (Gamma-aminobutyric acid): Suplemen GABA populer digunakan untuk mengurangi kecemasan dan stres, yang juga telah membantu untuk menenangkan rasa gatal malam hari.

Kompres dingin: Menempelkan kompres dingin di area kulit yang gatal dapat membantu meredakan rasa gatal.

Pelembap atau krim berbahan dasar petroleum: Lembapkan kulit dengan krim atau pelembap berbahan dasar petroleum yang tanpa pewangi dan alkohol untuk meredakan kulit gatal di malam hari.

Mandi air hangat: Beberapa orang mandi air hangat sebelum tidur untuk menenangkan kulit dan membuat tubuh lebih rileks. Anda juga bisa menambahkan oatmeal ke bak mandi untuk berendam.

Kapan Sebaiknya Periksa ke Dokter?


Kulit gatal di malam hari yang kronis atau berlangsung lama haruslah diperiksakan ke dokter, terutama jika tidak ada kaitannya dengan masalah kesehatan apapun yang sedang Anda alami.

Anda juga sebaiknya menemui dokter untuk gejala gatal di malam hari yang seperti berikut:

  • Gatal tiba-tiba tanpa sebab yang berlangsung selama lebih dari 2 minggu.
  • Kulit gatal di malam hari yang tidak membaik dengan pengobatan sendiri.
  • Kulit gatal di malam hari yang mengganggu kualitas tidur.
  • Gatal-gatal di seluruh tubuh.
  • Gatal-gatal disertai gejala lain, seperti perubahan pada kulit, demam, kelelahan, atau berat badan turun.

Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kapapun kondisi kulit gatal menjadi sangat mengganggu atau membuat Anda sulit untuk beraktivitas.

Kesimpulan tentang Gatal Malam Hari

Kulit gatal di malam hari pasti menjengkelkan, apalagi jika itu membuat Anda sulit tidur. Ada banyak penyebab gatal malam hari: mulai dari siklus alami tubuh Anda, masalah pada kulit seperti eksem, atau kondisi kesehatan yang lebih serius seperti polisitemia vera.

Beruntung terdapat berbagai pengobatan rumahan untuk cara mengatasi rasa gatal di malam hari, seperti herbal untuk membuat tidur pulas dan krim kortikosteroid untuk menenangkan kulit. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat obat medis yang cocok dengan kondisi Anda.

Dengan mengatasi gejala kulit gatal di malam hari, Anda bisa kembali memperoleh tidur yang nyenyak setiap malam. Tidur yang cukup sangat penting guna menjaga kesehatan fisik, mental, dan emosi Anda. Demikianlah artikel ini, semoga bermanfaat bagi Anda dan keluarga.

Sumber

Verywell Health. Why Does My Skin Itch at Night?. https://www.verywellhealth.com/itchy-skin-at-night-5212394

Medical News Today. What’s to know about itchy skin at night?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319387

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>