Share:

Diabetes di Indonesia adalah salah satu penyakit degeneratif yang belakangan terdiagnosa dalam angka relatif sangat tinggi. gaya hidup dan kebiasaan makan yang tidak sehat dan berimbang kerap dianggap sebagai penyebab utama tingginya kasus diabetes di dunia. Cari tahu lebih banyak Fakta Diabetes vs Mitos Diabetes di Indonesia pada artikel berikut!

Simak keterangan dalam artikel berikut ini terkait dengan fakta dan mitos diabetes! Ingin tahu info selengkapnya? Silahkan simak pada artikel berikut ini!

Fakta Diabetes VS Mitos Diabetes di Indonesia

Fakta diabetes menunjukan, bahwa diabetes berada pada level yang perlu menjadi kekhawatiran bersama. Bahwa diabetes di Indonesia semakin berkembang dan menyebar di masyarakat. Dan penyakit ini sendiri adalah salah satu silent killer yang siap menyebabkan rentetan komplikasi mematikan.

Yang amat disayangkan, bersamaan dengan perkembangan ini, justru informasi seputar diabetes di Indonesia tidak serta merta berkembang dengan baik di masyarakat.

Fakta Diabetes Indonesia

Dalam data International Diabates Federation (IDF) pada tahun 2016, jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai kisaran 10 juta orang dan ini menempatkan Indonesia pada peringkat ketujuh di dunia.

Sedang data WHO tampaknya lebih menyeramkan dengan prediksi tahun 2030  yang dirlisnya. Dikatakan di Indonesia sendiri diprediksi jumlah pasien yang akan mencapai kisaran 21,3 juta orang.

Tingkat prevalensi diabetes di Indonesia  juga relatif tinggi. dari 5,7% pada tahun 2007 menjadi 6,9% pada tahun 2013. Dan yang cukup memprihatinkan karena menunjukan bahwa 2/3 dari pasien diabetes di Indonesia tidak menyadari dirinya mengidap diabetes.

Saat ini Diabetes menjadi pembunuh ke enam di dunia. Sedang menurut sumber Data Sample Registration Survey tahun  2014 penyakit gula darah tinggi ini menjadi penyebab kematian ketiga di Indonesia.

gula darah tinggi

sumber : http://optieyewear.co.za

Dan menurut data BPJS dari tahun 2015, setidaknya 33% dari seluruh kasus yang dipertanggungjawabkan rutin pada BPJS adalah pasien diabetes di Indonesia.

Baca juga  Bagaimana Mengatasi Resistensi Insulin?

Banyak informasi yang tersebar tidak seluruhnya adalah fakta yang berdasar riset dan pembuktian ilmiah, melainkan hanya mitos diabetes. Masyarakat tanpa sadar sudah termakan dengan mitos-mitos sesat seputar penyakit gula darah tinggi ini, tanpa memahami kebenaran dari mitos diabetes tersebut.

Sejumlah mitos diabetes menyamarkan kebenaran seputar diabetes di Indonesia termasuk penanggulangan dan pencegahannya. Dan karenanya penting bagi kita untuk mengenal lebih baik apa saja mitos diabetes yang perlu kita pahami lebih jelas.

Mitos Diabetes Indonesia

Masyarakat awam di Indonesia memang kebanyakan tidak cukup matang soal ilmu kesehatan. Masyarakat Indonesia masih sulit membedakan mana informasi kesehatan yang benar dan mana yang tak lebih dari mitos diabetes.

Seperti halnya mitos diabetes. Ada banyak informasi yang bertebaran di masyarakat seputar masalah gula darah tinggi, padahal sebenarnya tak lebih dari sekedar isapan jempol. Hanya info menyesatkan yang tidak mendasar riset maupun uji medis memadai.

Itulah mitos diabetes yang akhirnya justru menyesatkan pandangan masyarakat. Dan beberapa mitos diabetes yang perlu kita luruskan lebih dalam antara lain adalah.

Penderita Tidak Bisa Makan Gula

Mitos diabetes di masyarakat mengatakan bahwa pasien diabetes tidak boleh mengonsumsi gula. Fakta diabetes, tubuh manusia tetap membutuhkan gula dan protein untuk mendapatkan energi cukup untuk otak dan otot.

Hanya saja, melemahnya pankreas membuat pasien tidak cukup mampu menjalankan metabolisme dengan sebagaimana mestinya. Tubuh dua hingga tiga kali lebih rentan terhadap efek gula dan komponen lain.

Tentu saja ada batasan yang perlu dipahami oleh setiap pasien ketika mereka mengkonsumsi gula atau makanan yang akan diubah oleh tubuh menjadi gula, yakni karbohidrat.

Setiap pasien memiliki toleransi berbeda sebanyak apa kadar gula yang bisa mereka asup. Tetapi bukan berarti sama sekali tidak mengonsumsi gula.

Justru ketika Anda menghindari makanan sumber gula sementara Anda juga menjalankan pengobatan diabetes, Anda akan rentan mengalami masalah hipoglikemik. Ini terjadi saat kadar gula darah drop dibawah level normal. Hipoglikemik juga dapat memicu efek lemas dan kehilangan kesadaran.

Penyakit Ini Bukan Jenis Yang Serius

Beberapa kalangan awam kerap kali memandang diabetes tipe 2 sebagai diabetes yang tidak serius dan tidak beresiko tinggi. ini karena anggapan bahwa diabetes tipe 2 disebabkan oleh kesalahan pola makan dan diabetes tipe 1 karena kelainan bawaan yang menyebabkan tubuh tidak bisa memproduksi insulin.

Fakta diabetes tipe 2 juga tak kalah beresikonya dengan diabetes tipe 1. Bahkan pasien diabetes tipe 2 juga bisa berakhir dengan suntikan insulin secara rutin bilamana tidak menjalankan perawatan sebagaimana mestinya.

Malah dalam health.com dijelaskan diabetes tipe 2 kerap kali berkaitan dengan masalah metabolisme sehingga mungkin akan berkaitan dengan keluhan lain seperti masalah tekanan darah, jantung dan masalah kanker.

Dan tingkat kematian dari penderita diabetes tipe 2 sendiri menurut catatan WHO lebih tinggi dibandingkan karena pengaruh AIDS dan HIV. Mengingat 80% kasus diabetes sendiri adalah tipe 2.

Penderita Obesitas Lebih Berpotensi

Ada anggapan yang muncul bahwa diabetes di Indonesia hanya akan muncul pada mereka dengan masalah obesitas. Yang kemudian menyebabkan mereka dengan berat badan normal dianggap aman dari resiko gula darah tinggi atau  diabetes.

Fakta diabetes mengatakan bahwa kegemukan memang meningkatkan resiko diabetes sebagaimana dijelaskan dalam  Circulation Research tahun 2016. Tetapi fakta diabetes lain menunjukan bahwa hanya sekitar 10% dari mereka yang memiliki masalah kegemukan juga memiliki masalah diabetes.

Ada aspek-aspek lain yang perlu Anda pahami diluar aspek obesitas yang juga memiliki peran besar terhadap masalah gula darah tinggi. Di antaranya adalah aspek genetik, pola hidup, pola makan dan kebiasaan beraktivitas fisik.

Hanya saja memang Anda yang memiliki sejumlah kondisi beresiko sekaligus seperti memiliki genetik diabetes dan kondisi obesitas cenderung memiliki resiko lebih tinggi untuk mengidap diabetes di Indonesia.

Penyakit Ini Hanya Menyerang Usia 40-an

Pada beberapa tahun lalu mungkin anggapan ini bisa dikatakan mendekati benar. Karena fakta diabetes di lapangan menunjukan tingkat resiko tertinggi dari diabetes terjadi pada mereka dengan usia di atas 40 tahun.

Aspek menurunnya kemampuan metabolisme tubuh menjadi alasan kuat mengapa memasuki usia 40 tahun resiko seseorang mengidap diabetes meningkat. Tetapi fakta diabetes di tahun-tahun belakangan ini cukup berlawanan dengan data tersebut.

Karena kini diabetes di Indonesia bisa dengan mudah muncul pada pasien dengan usia 30 tahunan. Kebiasaan buruk seperti stress tinggi, pola tidur kurang, pola makan tidak sehat dan kurangnya olahraga menjadi faktor penyebab meningkatnya jumlah pasien diabetes di usia produktif.

Bahkan sebenarnya pola makan yang sehat sebaiknya diterapkan sedini mungkin. Mereka dengan resiko genetik tinggi akan beresiko mengalami masalah diabetes lebih dini bila sejak usia kanak-kanak kerap mengalami kadar gula darah tinggi di atas level normal karena kebiasaan makan.

Penyakit Ini Terjadi Karena Konsumsi Gula

Sebagaimana dijelaskan sejak awal, untuk seseorang mengalami diabetes diperlukan sejumlah aspek yang bekerja sekaligus. Dan pola makan yang kaya gula memang dapat menjadi salah satu di antaranya.

Akan tetapi sebenarnya, resiko dapat ditekan bilamana pasien dapat menjalankan pola hidup sehat yang seimbang. Seperti dengan rutin berolahraga, mengimbangi asupan makanan manis dengan sayuran yang kaya serat.

Karena pada dasarnya, diabetes dapat terjadi ketika kadar gula darah cukup tinggi dan tubuh tidak memproduksi insulin yang mencukupi untuk memerintahkan sel menyerap gula berlebih ini dan merubahnya menjadi energi. Insulin sendiri normalnya diproduksi berdasar sinyal kebutuhan energi.

Tetapi pada sisi lain diabetes di Indonesia juga dapat terjadi karena sel mengalami resistensi insulin hingga tak cukup sensitif dengan sinyal insulin. Sebanyak apapun insulin yang diproduksi sel tak mampu menyerap glukosa dalam darah dengan optimal.

Masalah terjadi pada sel dan ini adalah faktor genetik yang sulit dikendalikan. Tetapi menurut National Institutes of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, aspek obesitas, kurang aktivitas fisik dan tidur yang tidak sehat dapat menurunkan daya kepekaan sel terhadap insulin.

Semua Buah Tergolong Sehat Bagi Penderita

Selama ini ketika kita memaknai konsep pola makan sehat, otomatis kita akan berasumsi bahwa buah-buah akan sehat untuk dikonsumsi. Kandungan vitamin, mineral dan komponen fitokimia dalam buah-buahan yang lengkap menjadi alasan mendasar untuk pandangan ini.

Tetapi yang banyak tidak disadari adalah buah juga mengandung gula tinggi. Bukan hanya mengandung glukosa dan sukrosa, buah juga mengandung fruktosa tinggi yang  bila berlebihan dapat menurunkan kinerja liver. Dan ini justru memperburuk kondisi pasien diabetes.

Karena kebanyakan pasien gula darah tinggi akan memiliki kadar insulin berlebihan. insulin ini memberatkan kerja liver. Dan fruktosa justru semakin meningkatkan kadar beban tersebut.

Untuk mengkonsumsi buah, seorang pasien diabetes perlu memahami betul kadar gula yang terkandung di dalam buah tersebut. Batasi asupan buah yang terlalu manis untuk membantu mengontrol asupan gula.

Penderita Harus Mengonsumsi Makanan Khusus

Berkat peran dunia komersial, kita dikenalkan dengan beragam produk makanan yang berlabel makanan khusus diabetes. Pasar menciptakan asumsi bahwa pasien diabetes akan lebih sehat bila hanya mengkonsumsi makanan khusus diabetes ini.

Fakta diabetes untuk menjaga stabilitas gula dalam darah, tubuh lebih membutuhkan pola makan yang seimbang, asupan gula yang dibatasi dan gaya hidup yang lebih sehat. Termasuk dengan mengurangi stress, mengatur pola tidur dan olahraga.

Justru menjadi terlalu ketat dengan hanya mengonsumsi makanan khusus diabetes dapat memberikan sejumlah efek samping. Karena beberapa produk khusus diabetes ini mengandung gula buatan yang tidak sehat untuk liver dan ginjal.

Sedang beberapa yang lain mengandung komponen tambahan yang berperan menurunkan gula darah. Bila Anda mengkonsumsi makanan jenis ini bersamaan dengan obat khusus diabetes, besar kemungkinan Anda justru mengalami hipoglikemik yang tidak kalah berbahaya dari hiperglikemik.

Masih ada sejumlah mitos diabetes yang perlu kita luruskan di sini. Dengan memahami lebih baik mana fakta diabetes dan mana mitos diabetes, diharapkan akan mampu membantu Anda merawat pasien diabetes dengan lebih optimal.