Tongkat Ali sebagai Herbal Disfungsi Ereksi

658
Tongkat Ali sebagai Herbal Disfungsi Ereksi
Sumber Gambar: Pinterest

Diedit:

Tongkat Ali sebagai herbal disfungsi ereksi — Pernahkah Anda mendengarnya? Seberapa efektif dan bagaimana kinerja herbal untuk impotensi tersebut? Apa kandungan alami dalam herbal tersebut?

Dalam artikel ini Anda akan melihat perbedaan penggunaan herbal dengan obat anti impotensi lainnya. Berikut info selengkapnya!

Tongkat Ali sebagai Herbal Disfungsi Ereksi

Apakah Anda kesulitan untuk mempertahankan “ereksi”? Atau sama sekali tidak dapat “ereksi”? Jika ini berlangsung lama, Anda perlu mewaspadainya sebagai “disfungsi ereksi” — dikenal juga dengan istilah “impotensi”. Bagaimana dengan penggunaan Tongkat Ali sebagai herbal disfungsi ereksi?

Mengalami disfungsi ereksi atau impotensi sering menjadi mimpi buruk bagi pria. Tak sedikit yang merasa bahwa kondisi ini berakhir dengan konflik rumah tangga ataupun kasus perselingkuhan.

Anda tentu tak ingin mengalami keadaan semacam itu bukan? Maka dari itu, penting untuk mengetahui apa sebenarnya yang menyebabkan terjadinya penurunan fungsi seksual tersebut.

Memang kondisi semacam ini seharusnya dapat diselesaikan bersama dengan pasangan Anda. Dibutuhkan komitmen dan pengertian dari kedua belah pihak untuk dapat mempertahankan hubungan pernikahan dengan kondisi tersebut.

Mengapa Memilih Tongkat Ali Sebagai Herbal Disfungsi Ereksi?

Tak dipungkiri bahwa kemesraan yang intim dalam pernikahan merupakan salah satu bagian dari kebutuhan biologis bagi pasangan menikah. Namun, sebagai pasangan menikah ada baiknya agar tidak mempertaruhkan hubungan pernikahan hanya karena penurunan fungsi seksual yang dialami oleh pasangan Anda.

Disfungsi ereksi ataupun impotensi merupakan kondisi yang masih dapat ditangani, hanya saja ini bergantung pada seberapa parah kondisi yang dialami oleh Anda ataupun pasangan.

Hal ini dapat berupa terapi, konsumsi obat, ataupun konsumsi herbal anti impotensi. Perlu diketahui bahwa kinerja herbal untuk impotensi memerlukan waktu hingga Anda merasakan manfaatnya. Jika ada herbal yang bereaksi sangat cepat bisa jadi itu mengandung senyawa obat dan bukan herbal murni.

Mengingat ciri utama pengobatan herbal ialah memberikan pemulihan secara bertahap dengan meminimalisasi efek samping yang timbul. Penggunaan sesuai dosis yang dianjurkan tak akan berbahaya bagi tubuh Anda.

Lain halnya dengan konsumsi obat-obatan kimia yang cenderung menimbulkan efek samping pada penggunaan jangka panjang. Salah satu jenis herbal yang dapat memulihkan “keperkasaan” Anda ialah Tongkat Ali sebagai herbal disfungsi ereksi.

Namun, Anda perlu memeriksakan kondisi kesehatan Anda sebelum mengonsumsi herbal ataupun obat untuk impotensi. Hal ini penting untuk mencari penyebab terjadinya “disfungsi ereksi”, serta pengobatan yang bisa diperoleh dengan konsumsi Tongkat Ali sebagai obat impotensi.

Baca juga:  Langkah Praktis Hindari Disfungsi Ereksi

Adakah Penelitian Tongkat Ali Dalam Memulihkan Disfungsi Ereksi?

Penggunaan Tongkat ali sebagai herbal disfungsi ereksi sering diperbincangkan orang. Hal ini disebabkan adanya beberapa bukti awal yang memperlihatkan kinerja herbal anti impotensi tersebut. Misalnya, sebuah penelitian yang diterbitkan Element-Based Complementary dan Alternative Medicine.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan adanya peningkatan kinerja seksual dan fungsi ereksi terhadap penggunaan suplemen produk ekstrak Tongkat Ali setelah 12 minggu pemakaian.

Penelitian lain yang juga diterbitkan oleh Element-Based Complementary dan Alternative Medicine menunjukkan bahwa ekstrak tongkat ali juga dapat membantu membantu meningkatkan gairah seksual serta kinerja fungsi ereksi.

Kesimpulan ini diperoleh setelah melakukan penelitian terhadap 109 pria berusia 30 hingga 55 tahun. Penelitian ini memperlihatkan bahwa ekstrak Tongkat Ali bukan hanya herbal untuk impotensi. Bahkan kondisi penurunan gairah seksual, motilitas sperma, ataupun volume semen juga dipulihkan.

Bagaimana Kinerja Tongkat Ali Dalam Memulihkan Disfungsi Ereksi?

Bagaimana kinerja Tongkat Ali sebagai herbal disfungsi ereksi? Tongkat Ali mengandung beberapa senyawa alami yang memengaruhi kinerja tubuh dalam memproduksi hormon testosteron.

Penelitian pada hewan dan manusia menunjukkan adanya kemungkinan peningkatan testosteron dalam tubuh. Apa kandungan alami yang berperan penting dalam meningkatkan kemampuan ereksi?

Hasil penelitian menunjukkan adanya senyawa fenolik, flavonoid, terpenoid, alkaloid, protein dan glikosida jantung dalam ekstrak Tongkat Ali.

Tampaknya komponen flavonoid pada herbal untuk impotensi berperan menghambat aktivitas Phosphodiesterase 5 (PDE-5). Phosphodiesterase 5 (PDE5) adalah enzim phosphodiesterase dominan dalam salah satu dari dua bagian spons jaringan ereksi (corpus cavernosum) yang mengkatalisis hidrolisis ikatan phosphodiester.

Penghambat Phosphodiesterase 5 (PDE-5) telah menjadi terapi utama untuk disfungsi ereksi, seperti yang direkomendasikan oleh American Urological Association (AUA) dan European Association of Urology (EAU).

Pengaruh flavonoid dapat mengurangi risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular yang seringkali menjadi penyebab terjadinya impotensi.

Sehingga herbal Tongkat Ali juga dapat digunakan untuk mencegah terjadinya disfungsi ereksi. Apa lagi potensi Tongkat Ali yang bekerja layaknya herbal disfungsi ereksi?Bagaimana kinerja herbal untuk impotensi ini?

Adakah Pengguna Tongkat Ali Dalam Memulihkan Disfungsi Ereksi?

Untuk mengetahui potensi tongkat ali sebagai herbal disfungsi ereksi diperlukan adanya penelitian. Oleh sebab itu dilakukanlah penelitian guna memastikan efektifitas ekstrak Tongkat Ali terhadap peningkatan fungsi ereksi.

Baca juga:  Disfungsi Ereksi: Gangguan Seksual Pria

Penelitian dilakukan dengan melakukan uji coba terhadap 2 kelompok orang yang berbeda sebanyak 139 partisipan. Sebagian diberikan Tongkat Ali dan sebagian lagi hanya “plasebo” (pemberian obat kosong yang tidak mengandung substansi apapun).

Hasil uji coba secara acak ini memperlihatkan adanya perbedaan perubahan kondisi awal dan setelah konsumsi Tongkat Ali ataupun “plasebo”. Guna menentukan perbedaan hasil tersebut digunakan metode “weighted mean difference” (WMD).

Metode ini merupakan cara menentukan hasil melalui perbandingan dengan perhitungan yang sama. Kualitas metodologis dari penelitian kemudian dinilai dengan menggunakan “skala kualitas Jadad” dan “risiko bias Cochrane“.

Skala kualitas Jadad dikenal sebagai penilaian Jadad atau sistem penilaian kualitas yang merupakan prosedur independen dalam menilai kualitas metodologis uji klinis.

Sedangkan risiko bias Cochrane diperlukan untuk menilai potensi bias dalam uji coba secara acak termasuk tinjauan sistematis dan meta-analisis. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diketahui bahwa ekstrak herbal Tongkat Ali memiliki potensi efek klinis terhadap fungsi ereksi.

Sudahkah Anda Memilih Tongkat Ali?

Itulah penggunaan Tongkat Ali sebagai herbal disfungsi ereksi yang bisa dipertimbangkan oleh Anda. Selain konsumsi herbal anti impotensi, Anda juga perlu membuat beberapa penyesuaian hidup.

Mulai dari aktivitas harian, pola makan, ataupun kebiasaan hidup. Sehingga efekivitas herbal untuk impotensi dalam mengembalikan “keperkasaan” yang sempat Anda rasakan semakin optimal.

Jika Anda lebih memilih penggunaan obat anti impotensi yang dijual bebas ada baiknya untuk memperhatikan tingkat keamanan dan efek samping bagi tubuh Anda. Mengingat penggunaan jangka panjang pada obat untuk impotensi dapat meningkatkan gangguan kesehatan dalam tubuh Anda.

Hal ini tidak sama dengan penggunaan herbal yang mengandalkan senyawa alami guna meningkatkan potensi tubuh dalam meningkatkan kemampuan “ereksi”. Hal ini menjadikan Tongkat ali sebagai herbal dengan kemampuan seperti obat impotensi tanpa pengaruh berbahaya.


Kotirum S, Ismail SB, dan Chaiyakunapruk N. 2015-07-31. Efficacy of Tongkat Ali (Eurycoma longifolia) on erectile function improvement: systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Complement Ther Med. 2015 Oct;23(5):693-8. doi: 10.1016/j.ctim.2015.07.009. Epub 2015 Jul 31. URL: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26365449. Diakses 2019-01-02.