Dehidrasi Pada Anak Yang Sering Terjadi

496
Dehidrasi Pada Anak
Sumber Gambar - Shutterstock

Diedit:

Kesehatan buah hati adalah segalanya bagi orang tua, terutama bagi seorang ibu. Ada kalanya, saat buah hati sakit, bunda kewalahan mengupayakan pengobatan untuk kesembuhannya. Apalagi saat dehidrasi terjadi, apa sebenarnya penyebab terjadinya dehidrasi pada anak?

Karena itu, daripada mengobati, bagaimana kalau bunda melakukan tindakan pencegahan? Upaya sebelum penyakit itu datang jelas lebih penting. Misalnya, ketika buah hati Anda menunjukkan gejala dehidrasi. Mari kita kenali gejalanya sebelum ini menyerang buah hati Anda!

Dehidrasi Pada Anak

Dehidrasi umumnya dikenal dengan istilah kekurangan cairan akibat keluar secara berlebihan dari tubuh, baik dalam bentuk keringat, air seni, bahkan diare.

Namun, jangan anggap remeh gejala dehidrasi. Saat dehidrasi, tubuh tidak hanya kekurangan cairan, melainkan kekurangan zat elektrolit yang sangat diperlukan oleh tubuh.

Bagaimana bila gejala dehidrasi menyerang buah hati Anda? Pertama, kenali terlebih dahulu gejalanya. Biasanya, anak yang mengalami dehidrasi akan menunjukkan gejala dimana mulut terlihat kering dan pecah-pecah, mudah mengantuk, lemas, gelisah, dan buang air kecil lebih sedikit dengan warna yang lebih pekat.

Waspadalah! Anak-anak di bawah usia lima tahun merupakan usia yang rentan terkena bakteri dan kuman yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit dengan gejala dehidrasi karena hal berikut!

Akibat Diare

Diare merupakan penyebab nomor satu yang mengakibatkan dehidrasi pada anak. Anak-anak yang sering jajan sembarangan dapat mengalami gangguan pencernaan karena makanan yang tidak bersih. Apabila diare terus-menerus terjadi, tubuh buah hati Anda akan kekurangan cairan dan menyebabkan asupan nutrisinya menjadi berkurang pula.

Saat itulah, dehidrasi pada anak dapat terjadi. Jadi, jangan biarkan anak-anak Anda jajan di tempat sembarangan untuk meminimalisir terjadinya diare yang pada akhirnya bisa menyebabkan dehidrasi. Hal ini juga berlaku pada minuman apapun yang dikonsumsi, pastikanlah agar tetap bersih.

Akibat Muntah

Muntah dapat disebabkan karena masuk angin, alergi, atau perut kembung. Saat muntah, anak akan mengeluarkan kembali asupan makanan dan minuman yang dikonsumsinya. Karena dikeluarkan kembali, nutrisi dan cairan yang seharusnya terserap tubuh justru terbuang percuma. Akibatnya, dehidrasi pada anak terjadi.

Muntah juga dapat terjadi karena hal-hal lainnya, seperti saat Anda dalam perjalanan menggunakan boat, kereta, atau pesawat. Namun kondisi ini jarang menyebabkan dehidrasi, karena sifatnya hanya sementara.

Akibat Aktivitas Berlebihan

Masa anak-anak adalah masa yang paling aktif. Berkeringat pun menjadi hal yang biasa bagi anak. Oleh karena itu, bunda sebaiknya mengimbangi kegiatan aktif anak dengan menganjurkannya minum yang cukup meskipun tidak sedang haus.

Hal tersebut bisa Anda siasati dengan membekalinya botol minuman mineral untuk memudahkannya ketika ia haus. Anda juga bisa memberikannya banyak buah-buahan yang mengandung banyak cairan seperti belimbing, pir, apel, pepaya, dan lainnya.

Akibat Konsumsi Soda

Jangan biarkan anak Anda sering mengonsumsi soda maupun minuman lain dengan pemanis buatan. Antisipasi lain juga dapat dilakukan dengan menyediakan larutan oralit di rumah. Larutan ini sangat mudah untuk dibuat dan Anda tak harus membelinya di apotek.

Larutan ini berguna dalam mengganti cairan dan mineral esensial yang hilang dari tubuh akibat dehidrasi. Menggunakannya pada awal diare menyerang adalah langkah pertama dalam mengatasi dehidrasi. Jika gejala tak kunjung membaik dan tampak memburuk, segera bawa buah hati Anda ke pusat medis terdekat.

Demikianlah informasi lengkap sehubungan dengan dehidrasi pada anak dan beberapa kemungkinan penyebab terjadinya dehidrasi pada anak. Jangan abaikan kemungkinan terjadinya dehidrasi tersebut, sehingga Anda dapat mengetahui kondisi sang buah hati. Serta menghindari kemungkinan terjadinya dehidrasi tersebut.

Baca juga:  Menyiasati Sakit Gigi Pada Bayi di Tahun Pertama
Advertisement
Alinesia