Daun kucai sudah sejak dulu digunakan dalam pengobatan tradisional Tionghoa untuk beragam masalah kesehatan. Misalnya saja untuk mengatasi kelelahan, pengobatan penyakit hati, ginjal, dan pencernaan. Bukan cuman itu, daun kucai juga dapat mengobati luka dan gigitan serangga.

Apa sebenarnya daun kucai itu? Apa saja kandungan bermanfaat di dalamnya? Mengapa ada banyak manfaat kucai bagi kesehatan kita? Bagaimana cara mengolah daun kucai? Di artikel ini kita akan mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu.

Apa Itu Daun Kucai?

Tanaman kucai (Allium tuberosum) adalah spesies tumbuhan herbal yang berasal dari genus bawang (Allium). Itu artinya tanaman kucai masih berkerabat dengan bawang merah, bawang putih, bawang daun, bawang prei, bawang bombai, dan lokio atau bawang batak. Di Indonesia, tanaman ini lebih sering disebut ‘daun kucai’. Nama lain dari daun kucai adalah bawang kucai.

Karena berasal dari genus bawang dan sangat mirip dengan jenis daun bawang lain, kadang sulit untuk mencirikan daun kucai. Untuk membantu mencari tahu perbedaan daun kucai dan daun bawang lain, ingatlah ciri-ciri bawang kucai berikut:

  • Bunga Kucai:

    Bunganya ada di paling atas tanaman dan berwarna putih. Banyak orang senang melihat kecantikan dari bunga kucai sehingga sering dijadikan tanaman hias.

  • Tanaman Kucai (Daunnya):

    Tanaman kucai memiliki tunas hijau yang tumbuh panjang dan subur, yang juga dapat dianggap sebagai daunnya.

  • Bawang Kucai (Umbinya):

    Bawang kucai tumbuh di bagian pangkal tanaman. Bawang atau umbinya berwarna putih.

  • Akar Kucai:

    Akar dari tanaman herbal ini tumbuh di bagiang bawah dari umbi atau bawang kucai.

  • Rasa Bawang Kucai:

    Bawang kucai punya rasa yang sangat kuat dan mirip seperti bawang putih.

Pada dasarnya, perbedaan daun kucai dan daun bawang biasa dapat disimpulkan begini: Ukuran daun bawang lebih lebar daripada bawang kucai. Warna daun bawang ada campuran warna putih yang terlihat di di bagian batang sampai akarnya, sedangkan campuran warna putih di daun kucai tidak terlalu terlihat.

Dari segi rasanya, daun bawang punya rasa yang tidak terlalu kuat dibandingkan dengan bawang kucai yang menyengat seperti bawang putih. Dari aroma juga tercium perbedaan daun kucai dan daun bawang, karena bawang kucai aromanya lebih mirip dengan bawang putih.

Lalu bagaimana perbedaan lokio dan kucai? Keduanya juga terlihat serupa jika dilihat sepintas. Dilihat dari bentuknya, daun kucai lebih tipis dan warnanya hijau segar seperti rumput. Perbedaan lokio dan kucai juga terlihat dari warna putih di bagian bawah daunnya, di kucai warnanya tidak menonjol sedangkan di lokio tampak jelas.

Kandungan Bermanfaat pada Daun Kucai

Tanaman kucai mengandung berbagai fitokimia dan kandungan-kandungan penting lainnya. Komponen-komponen volatil yang telah ditemukan dalam daun bawang yaitu: dipropyl disulfide, methyl pentyl disulfide, penthanethiol, penthyl-hydrodisulfid, dan cis/trans-3,5-diethyl-1,2,4-trithiolane.

Tanaman herbal ini sangat bernutrisi. Setiap 500 g kucai segar mengandung protein kasar sekitar 12 g, lemak 2,5 g, glikosida 19 g, kalsium 280 mg, fosfor 225 mg, zat besi 5 mg, Vitamin B 17,5 mg, vitamin C 95 mg. Kandungan-kandungan nutrisi tersebut bahkan melebihi yang dimiliki oleh sayuran daun lain seperti kubis, selderi, atau selada. Bahkan vitamin C yang dimiliki kucai empat kali lebih banyak daripada tomat.

Artikel ilmiah Chemical characterization of Chinese chive seed….“ mengungkapkan bahwa bagian biji dari tanaman kucai mengandung tiamin, riboflavin, dan niacin. Kandungan mineral biji tanaman kucai terdiri dari zat besi, kalsium, dan zink. Bagian bijinya juga mengandung asam amino esensial, isoluecine, tryptophan, dan lysine.

Kandungan Senyawa Aktif Bermanfaat

Jurnal ilmiah “Therapeutic Role of Functional Components in Alliums…. “ menjelaskan bahwa tanaman kucai kayak akan kandungan senyawa sulfur, quercetin, flavonoid, saponin, dan senyawa-senyawa lain. Senyawa-senyawa tersebut memiliki kemampuan sebagai anti-kanker, pencegah penyakit kardiovaskular dan jantung, anti-inflamasi, anti-obesitas, anti-diabetes, antioksidan, anti-bakteri, pelindung saraf dan sistem kekebalan.

Manfaat Daun Kucai untuk Kesehatan

Daun kucai memang jarang dijadikan bahan baku untuk resep masakan Indonesia, karena biasanya banyak dimanfaatkan pada masakan-masakan khas Tionghoa atau Asia Timur lainnya. Contohnya bubur, gyoza, dan pangsit. Tapi kadang kucai juga digunakan untuk makanan Indonesia, seperti toge goreng, nasi lengko, dan lumpia goreng.

Selain budidaya bawang kucai untuk masakan, banyak juga orang yang menanamnya untuk penghias saja karena bunga kucai yang indah ketika mekar. Tapi mengingat banyaknya manfaat daun kucai untuk kesehatan, kita juga bisa menanamnya untuk keperluan kesehatan. Berikut akan dijelaskan sejumlah manfaat kucai.

Penurun Darah Tinggi

Manfaat daun kucai untuk penurun darah tinggi dimungkinkan karena adanya kandungan senyawa quercetin. Sebagaimana dibuktikan dalam jurnal “Quercetin Reduces Blood Pressure in Hypertensive Subjects”, senyawa ini sanggup menurunkan tekanan darah pada penderita darah tinggi. Karena itu herbal ini dapat dimanfaatkan sebagai cara menurunkan darah tinggi yang alami.

Penurun Asam Urat Tinggi

Bawang kucai bisa dijadikan makanan untuk asam urat karena mengandung senyawa quercetin dan senyawa aktif lain yang berfungsi sebagai antioksidan di dalam tubuh. Bila dikonsumsi rutin, senyawa-senyawa tersebut akan bekerja dengan cara menghambat aktivitas xanthine oxidase yang merupakan pemicu kenaikan asam urat dalam tubuh. Dengan begitu, kadar asam urat pun secara bertahap akan kembali normal.

Menjaga Kesehatan Hati

Senyawa-senyawa bersifat antioksidan yang dimiliki bawang kucai dapat memulihkan kerusakan atau gangguan pada fungsi hati yang diakibatkan oleh radikal bebas. Bila fungsi hati terjaga dengan baik, maka kesehatan hati pun dapat terpelihara.

Menjaga Kesehatan Ginjal

Kandungan senyawa sulfur yang dimiliki bawang kucai dapat bertindak secara amelioratif pada fungsi ginjal. Amelioratif artinya bersifat memperbaiki. Kesehatan ginjal dapat dijaga apabila fungsinya terpelihara dengan baik.

Menjaga Kesehatan Pencernaan

Manfaat kucai untuk pencernaan dimungkinkan oleh kandungan senyawa di dalamnya yang bertugas sebagai antioksidan dan anti-bakteri. Antioksidan membantu menangkal dan memperbaiki kerusakan maupun gangguan yang terjadi pada sistem pencernaan akibat radikal bebas. Sedangkan aktivitas anti-bakteri akan membantu mengatasi gangguan pencernaan apa pun yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Mengatasi Kelelahan

Senyawa-senyawa aktif pada bawang kucai dapat menjadi antioksidan dalam tubuh kita. Tubuh kita setiap hari terkena radikal bebas yang dapat melukai sel-sel tubuh. Antioksidan berfungsi melawan radikal-radikal bebas tersebut dan memulihkan kerusakan yang telah terjadi. Dengan begitu sistem kekebalan tubuh kita pun menjadi lebih kuat. Dengan kekebalan yang kuat, tubuh akan lebih mudah mengatasi kelelahan serta mengelola energi dengan baik.

Mengobati Luka & Gigitan Serangga

Aktivitas anti-inflamasi yang dihasilkan oleh senyawa-senyawa aktif dalam bawang kucai akan mempercepat penyembuhan dari luka dan bekas gigitan serangga. Aktivitas itu akan mengurangi reaksi peradangan (inflamasi) dan merangsang pembentukan pembuluh-pembuluh darah baru pada bekas luka sehingga penyembuhannya lebih efektif.

Cara Mengolah Daun Kucai

Bawang kucai dapat dijadikan bumbu untuk berbagai masakan sup, salad, sayuran, daging, seafood, dan masakan-masakan lain. Untuk cara memasak daun kucai, umumnya tidak dianjurkan memasak lebih dari 5 menit karena akan menghilangkan cita rasanya. Karena itulah biasanya daun kucai dimakan mentah-mentah atau ditambahkan terakhir saat masakan sudah siap.

Jika ingin lebih memanfaatkan tanaman kucai untuk herbal, bisa dengan cara merebusnya. Anda hanya perlu menyiapkan 15 – 20 helai daun kucai, cuci sampai bersih, lalu rebus dengan 3 gelas. Biarkan airnya mendidih sampai tersisa tinggal 1 gelas. Air rebusannya bisa diminum 3 kali sehari setelah makan.

Efek Samping Daun Kucai

Meskipun belum ada laporan mengenai efek samping daun kucai, tetapi orang yang alergi bawang atau daun bawang sebaiknya tidak mengonsumsi herbal ini. Dan bila dikonsumsi secara berlebihan, ada kemungkinan akan timbul rasa tidak nyaman pada perut. Jadi disarankan untuk mengonsumsi bawang kucai secukupnya saja agar bisa merasakan manfaat kucai tanpa efek samping.

Demikianlah ulasan artikel ini tentang daun kucai. Semoga dengan adanya informasi ini kita semua jadi punya wawasan lebih luas seputar herbal-herbal bermanfaat yang ada di Indonesia. Nantikan juga ulasan-ulasan menarik lain mengenai herbal, pemanfaatan herbal, dan info serta tips kesehatan lainnya hanya di Deherba.com.