Cermati Gejala-Gejala Tekanan Darah Rendah Ini!

402

Diedit:

Siapapun dari segala usia dapat mengalami tekanan darah rendah. Bahkan ada orang yang tekanan darahnya memang selalu rendah, sehingga ia tidak mengalami gangguan apapun dan tidak membutuhkan perawatan. Namun banyak penderita tekanan darah rendah yang kerap mengalami gejala-gejala tak mengenakkan di saat-saat tertentu. Apa saja gejala-gejala darah rendah tersebut?

Mereka yang selalu memiliki tekanan darah rendah mengalami kondisi yang disebut hipotensi kronis asimtomatik (tanpa gejala). Ini artinya tekanan darah mereka adalah sesuatu yang normal, meskipun lebih rendah dari tekanan darah orang-orang pada umumnya.

Ada tiga jenis utama tekanan darah rendah, takni hipotensi ortostatik, hipotensi dimediasi neural, dan hipotensi berat. Gejala-gejala tekanan darah rendah yang dialami seseorang mungkin berbeda dengan yang dirasakan orang lain.

Gejala Hipotensi Ortostatik dan Hipotensi Dimediasi Neural

Secara umum, gejala hipotensi ortostatik dan hipotensi dimediasi neural dapat disamakan. Gejala-gejalanya mencakup:

  • Kepala terasa ringan dan pusing
  • Penglihatan kabur
  • Kebingungan
  • Lemah
  • Kelelahan berlebih
  • Merasa mual

Gejala tekanan darah rendah jenis ortostatik biasanya hanya berlangsung selama beberapa detik atau menit saat bangkit berdiri dari posisi duduk atau berbaring. Anda mungkin merasa ingin pingsan, atau bahkan pingsan, sesaat setelah bangkit berdiri. Gejala-gejala demikian akan menghilang bila Anda duduk atau berbaring selama beberapa menit sampai tekanan darah kembali normal. Pada hipotensi dimediasi neural, gejala di atas juga dapat diakibatkan oleh respon terhadap situasi tidak menyenangkan, menjengkelkan, atau menakutkan.

Gejala Hipotensi Berat yang Berkaitan dengan Syok

Syok adalah suatu keadaan dimana darah dan oksigen yang mengalir ke sebagian besar organ (termasuk otak) tidak mencukupi sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah yang drastis. Gejala awal dari kekurangan aliran darah menuju otak biasanya adalah kepala terasa ringan, rasa kantuk berlebih, dan kebingungan. Syok tahap awal cenderung sulit dideteksi karena gejalanya tidak selalu tampak. Pada orang tua, gejala pertama yang muncul mungkin hanya perasaan bingung.

Baca juga:  7 Gejala Darah Rendah: Waspadai Keluhan Pusing, Kelelahan, Kurang Konsentrasi, dll

Beberapa saat kemudian, ketika syok memburuk, seseorang mungkin tidak sanggup lagi berdiri tanpa merasa ingin pingsan. Bila terus berlanjut, seorang penderita syok akan kehilangan kesadaran. Syok dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Gejala tekanan darah rendah yang diakibatkan oleh syok tidak selalu sama. Bila kehilangan volume darah atau masalah pada fungsi jantung yang menyebabkan syok, maka gejala yang ditimbulkan biasanya yaitu:

  • Warna kulit menjadi pucat atau membiru dan terasa dingin serta berkeringat. Warna kulit perlahan kembali normal jika ditekan.
  • Denyut nadi menjadi lemah dan cepat.
  • Penderitanya mulai bernapas dengan sangat cepat.

Bila syok disebabkan oleh relaksasi ekstrim pada pembuluh darah, orang tersebut mungkin awalnya merasa hangat atau panas kemudian kulitnya menjadi dingin dan berkeringat. Syok adalah gejala tekanan darah rendah yang harus segera ditangani. Jika Anda atau orang di dekat Anda menunjukkan tanda-tanda syok, segeralah bawa dia ke rumah sakit terdekat.

Advertisement
Alinesia