3 Tanaman Obat untuk Darah Rendah dan Tips Praktis Menaikkan Tensi


By Cindy Wijaya

Tekanan darah rendah, atau sering disebut ‘darah rendah’ saja, adalah kondisi dimana angka tensi berada di bawah 90/60 mmHg. Meski begitu, dokter biasanya baru menganggap seseorang mengalami tekanan darah rendah hanya jika ia mengalami gejala-gejala yang terkait dengannya.

Jadi, angka tensi yang rendah itu akan menjadi masalah jika disertai gejala-gejala seperti kelelahan, pusing, mual, penglihatan kabur, sulit konsentrasi, hingga ingin pingsan. Jika Anda mengalami gejala seperti itu, ada beberapa tanaman obat untuk darah rendah yang dapat membantu menormalkan lagi tekanan darah.

Dalam artikel ini akan dibahas beberapa pilihan tanaman herbal untuk darah rendah berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah. Dan juga sejumlah tips praktis untuk membantu menormalkan tekanan darah.

Tanaman Obat untuk Darah Rendah

Jika kondisi tekanan darah rendah Anda tidak parah atau gejala-gejalanya masih ringan, Anda bisa mencoba mengonsumsi beberapa herbal berikut untuk mengatasinya.

Rosemary

Tanaman rosemary sering dikaitkan dengan manfaatnya untuk menyuburkan rambut. Tapi ternyata minyak esensial dari rosemary juga dapat menaikkan tekanan darah rendah. Sebuah penelitian selama 72 minggu pada 23 pasien hipotensi (darah rendah) mengamati efek minyak esensial rosemary terhadap tekanan darah sistolik (angka tensi atas) dan diastolik (angka tensi bawah).

Hasilnya terdapat kenaikan yang signifikan pada kedua angka tensi tersebut, yang menunjukkan bahwa minyak rosemary memang memiliki khasiat anti-hipotensi. (Sumber: Journal of Ethnopharmacology, Vol. 151 No. 1)

Akar Manis

Akar manis (licorice) memiliki kandungan bernama glycyrrhizin yang dapat menaikkan tekanan darah. Sebuah penelitian selama 2 minggu mendapati bahwa konsumsi akar manis dapat menaikkan tekanan darah sistolik dan diastolik. (Sumber: PloS One Vol. 9 No. 8)

Namun tanaman herbal untuk darah rendah ini jangan dikonsumsi berlebihan. Sebab dapat menimbulkan efek samping hipertensi (tekanan darah tinggi) dan hipokalemia (kadar kalium rendah).

Ruku-Ruku

Tanaman ruku-ruku (holy basil) membantu menormalkan tekanan darah, baik pada penderita darah tinggi maupun pada darah rendah.

Penelitian yang dilakukan pada 50 wanita dewasa penderita hipotensi (usia 18-30 tahun) mendapati bahwa konsumsi jus segar 15 lembar daun ruku-ruku 2 kali sehari selama 4 minggu menghasilkan perbaikan signifikan pada tekanan darah mereka. (Sumber: International Conference on Food and Agricultural Sciences, Vol. 55 No. 16)

Tips Praktis untuk Menaikkan Tekanan Darah

Selain mengonsumsi tanaman obat untuk darah rendah seperti di atas, Anda juga perlu mengupayakan beberapa penyesuaian gaya hidup untuk menormalkan kembali tekanan darah. Ini terutama perlu jika Anda mengalami gejala-gejala darah rendah. (Sumber: Low blood pressure (hypotension) – Mayo Clinic)

Konsumsi Lebih Banyak Garam

Khusus untuk penderita tekanan darah rendah, mengonsumsi lebih banyak garam bisa bermanfaat. Tapi jangan sampai berlebihan, karena bisa memicu masalah jantung, terutama pada lansia. Jadi sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter mengenai takaran aman konsumsi garam.

Minum Lebih Banyak Air

Cairan meningkatkan volum darah dan mencegah dehidrasi—keduanya adalah faktor penting untuk mengatasi tekanan darah rendah.

Memakai Stoking Kompresi

Stoking kompresi ini biasa digunakan untuk meredakan rasa nyeri dan pembengkakan varises. Kegunaannya adalah untuk meningkatkan aliran darah dari kaki ke jantung, sehingga dapat juga digunakan untuk menaikkan tekanan darah.

Makan Porsi Kecil dan Rendah Karbo

Untuk membantu mencegah tekanan darah turun drastis setelah makan, makanlah dalam porsi lebih kecil tapi lebih sering. Batasi juga makanan tinggi karbohidrat seperti kentang, nasi, mie, dan roti.

Dokter juga mungkin menyarankan untuk minum 1-2 cangkir kopi atau teh berkafein kental saat sarapan. Karena kafein bisa memicu dehidrasi, jadi pastikan untuk banyak minum air atau cairan lain (non-kafein) saat mengonsumsinya.

Perhatikan Posisi Tubuh

Jangan terlalu cepat mengubah posisi dari berbaring/duduk/jongkok ke posisi berdiri. Jangan duduk dengan kaki disilangkan.

Jika gejala darah rendah muncul saat berdiri, silangkan lah paha seperti gunting dan remas. Atau letakkan satu kaki di kursi dan condongkan tubuh ke depan sejauh mungkin. Gerakan ini mendorong aliran darah dari kaki ke jantung.

Teratur Olahraga

Upayakan untuk olahraga intensitas sedang setidaknya 30 menit setiap hari. Tapi hindari olahraga dalam kondisi udara yang panas dan lembap.

Kesimpulan tentang Tanaman Obat untuk Darah Rendah

Tekanan darah dianggap rendah (hipotensi) jika angka tensinya di bawah 90/60 mmHg. Namun kondisi ini biasanya baru menjadi masalah jika sudah muncul gejala-gejala seperti pusing, pandangan kabur, rasa ingin pingsan, kelelahan, sulit konsentrasi, atau mual.

Jika kondisi tekanan darah rendah Anda masih ringan, Anda bisa mencoba mengatasinya dengan mengonsumsi tanaman herbal untuk darah rendah seperti rosemary, akar manis (licorice), dan ruku-ruku (holy basil).

Selain itu Anda juga perlu melakukan penyesuaian gaya hidup, misalnya dengan konsumsi lebih banyak garam, minum lebih banyak air, makan porsi kecil dan rendah karbo, dan memperhatikan posisi tubuh.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang tanaman obat untuk darah rendah. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Tentang Penulis

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di Bogor “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Silakan klik di sini untuk kontak penulis via WhatsApp.

Anda mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}