Buah Salak: Kandungan, Manfaat, dan Penggunaannya


By Cindy Wijaya

Banyak orang Indonesia suka makan salak. Buah ini bisa dimakan langsung atau diolah menjadi berbagai macam hidangan. Namun di balik rasanya yang favorit banyak orang, ternyata ada beragam manfaat buah salak bagi kesehatan kita. Ingin tahu apa sajakah itu?

Dalam artikel ini kami akan mengulas mengenai buah salak, termasuk tentang kandungan nutrisinya, khasiat bagi kesehatan, jenis-jenisnya yang umum, serta penggunaannya yang umum.

Sekilas tentang Salak

Salak adalah sejenis pohon palem yang asli dari Indonesia dan sebagian wilayah Pasifik Selatan. Pohon-pohon salak dibudidayakan untuk diambil buahnya, yang tumbuh bergerombol di dekat pangkal pohonnya, serta memiliki kulit luar yang unik berwarna kemerahan dan bersisik, yang membuatnya mendapat julukan “buah ular”.

Tekstur kulit luarnya yang kasar bisa dikupas dengan mencubit salah satu ujungnya dan di dalamnya ada tiga bagian daging buah, dua atau tiga di antaranya berisi biji besar. Rasanya manis dan sedikit asam, serta punya tekstur renyah mirip apel tetapi sedikit lebih keras.

Rasa buah salak yang tidak biasa ini membuatnya menjadi buah yang populer di berbagai jenis hidangan di Indonesia serta di Pasifik Selatan. Ada lebih dari 30 varietas buah ini yang dibudidayakan, tetapi sebagian besar mempunyai kandungan nutrisi yang serupa, dengan rasa dan tingkat keasaman yang sedikit berbeda.

Kandungan Buah Salak

Salak bukan hanya buah yang disukai karena rasanya yang khas, tetapi juga karena kandungan di dalamnya yang bernutrisi. Ini termasuk kandungan serat, protein, gula, potasium (kalium), zat besi, kalsium, fosfor, vitamin C, vitamin A, serta beragam jenis antioksidan dan kandungan aktif lainnya.

Buah ini hanya mengandung sekitar 82 kalori dalam setiap 100 gramnya, yang terutama terdiri dari karbohidrat, 4% lemak, dan 1% protein. Ini juga berarti memakan salak tidak banyak berpengaruh pada asupan kalori harian kita.

Manfaat Buah Salak

Manfaat buah salak yang paling penting antara lain ialah khasiat untuk meningkatkan kesehatan mata, mengoptimalkan pencernaan, meningkatkan energi, membantu menurunkan berat badan, dan mengatur kadar gula darah bagi penderita diabetes.

Meningkatkan Daya Ingat

Berkat kandungan mineral dan kandungan aktif lain di dalam buah ini, misalnya potasium (kalium), beta-karoten, dan pektin, salak punya manfaat untuk meningkatkan aliran darah ke otak. Sehingga buah ini mampu meningkatkan kemampuan kognitif serta daya ingat kita. Bahkan salak juga dijuluki “buah daya ingat”. Salak juga membantu menghilangkan stres oksidatif dan menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif (contoh: Parkinson dan Alzheimer).

Meningkatkan Energi

Penelitian mendapati bahwa buah salak punya khasiat untuk meningkatkan stamina dan merangsan metabolisme, yang bisa meningkatkan tingkat energi kita. Karbohidrat pada buah ini juga baik untuk menjaga tingkat energi sepanjang hari.

Menurunkan Berat Badan

Ada kandungan serat tingkat tinggi pada salak, yang ideal untuk meningkatkan rasa kenyang dan mencegah keinginan untuk mengemil atau makan berlebihan. Ini juga meningkatkan efisiensi sistem pencernaan serta menghilangkan gejala sembelit, kembung, dan kram.

Meningkatkan Kesehatan Jantung

Kandungan potasium (kalium) pada buah salak akan membantu menurunkan tekanan darah kita, karena kandungan ini punya manfaat sebagai vasodilator. Vasodilator artinya kemampuan untuk menurunkan tekanan pada pembuluh darah dan arteri, yang mengurangi tekanan keseluruhan pada sistem kardiovaskular (berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah).

Melindungi Kesehatan Mata

Beta-karoten merupakan salah satu kandungan antioksidan pada salak, yang membuat buah ini punya khasiat untuk kesehatan mata. Sebenarnya mengonsumsi cukup beta-karoten dari makanan adalah salah satu cara untuk mencegah penurunan fungsi mata dan memperlambat perkembangan katarak seraya usia kita bertambah.

Mengendalikan Diabetes

Menurut penelitian pada hewan baru-baru ini yang dilakukan oleh Asian Pacific Journal of Tropical Medicine, cuka olahan dari buah salak memiliki kandungan polifenol yang tinggi dan memiliki efek signifikan pada profil lipid dari hewan percobaan yang mengidap diabetes. Selain itu didapati juga bahwa kadar gula darah mereka juga menurun.

Mengurangi Heartburn

Heartburn adalah gejala perih dan panas di dada, yang dapat memburuk ketika sedang berbaring atau menunduk. Gejala ini disebabkan oleh naiknya asam lambung dari lambung ke bagian kerongkongan. Salak secara tradisional sudah lama digunakan untuk mengobati heartburn.

Jenis-Jenis Buah Salak yang Umum

Sebagaimana sudah disebutkan, ada lebih dari 30 varietas buah ini yang dibudidayakan, namun yang akan disoroti kali ini adalah tiga jenis yang paling umum. Tiga jenis itu yaitu salak yogyakarta, salak bali, dan salak gula pasir.

Buah Salak Yogyakarta

Salak yogyakarta sering juga disebut sebagai salak “pondoh”. Jenis salak ini sangat disukai oleh orang Indonesia karena aromanya yang kuat dan khas. Terdapat tiga jenis unggulan dari salak ini, yang disebut salak pondoh super, pondoh madu, dan pondoh gading.

Buah Salak Bali

Bentuk saak ini bulat atau bisa juga kerucut dan terdiri dari 10 – 20 buah setiap gerombolannya. Sepanjang musim pohon salak ini dapat menumbuhkan tiga sampai lima gerombolan buah. Buah ini dilapisi kulit sisik cokelat yang tampak seperti pola kulit ular disertai duri, oleh sebab itu dijuluki “buah ular”.

Buah Salak Gula Pasir

Ini adalah jenis varietas salak yang biasanya paling mahal. Buah ini berukuran lebih kecil dibandingkan salah biasa dan juga yang paling bagus dari semua jenis salak. Salak gula pasir terkenal dengan rasa manisnya yang berair, dan kadang difermentasikan menjadi wine salak. Wine salak ini mengandung alkohol 13,5 persen, mirip seperti wine anggur.

Penggunaan Umum dari Buah Salak

Salak sering kali dimakan begitu saja tanpa diolah. Rasanya sudah enak, perpaduan manis dan asam.  Selain disukai karena rasanya yang lezat, buah salak juga banyak disukai karena punya kandungan nutrisi yang baik untuk manfaat kesehatan. Di samping dimakan langsung, salak juga dapat diolah menjadi berbagai macam makanan, seperti:

Keripik Salak

Keripik salak dibuat menggunakan peralatan penggorengan yang unik. Daging buah diiris sangat halus dan setelah itu dimasukkan ke dalam freezer sekitar satu atau dua jam sebelum digoreng dengan alat khusus. Keripik salak dimakan sebagai camilan.

Permen Salak

Membuat permen salak tidaklah sulit. Bahan yang dibutuhkan hanya gula pasir, air matang, sedikit garam, dan tentunya buah salak itu sendiri. Cara membuatnya juga sederhana, cukup dengan mencampurkan semua bahan tadi dalam sebuah wadah. Setelah itu diamkan kurang lebih 1 minggu. Dan permen salak siap dimakan.

Acar Salak

Untuk membuat acar salak, siapkan bahan-bahan seperti air, kapur sirih, pasta cabai merah, setengah sendok makan garam, gula pasir, cuka bersama satu sendok makan makanan. Langkah pembuatannya, pertama kupas salaknya dan belah jadi dua dan buang bijinya. Setelah itu rendam dalam larutan air dan garam. Biarkan selama satu jam, cuci bersih, dan tiriskan.

Kemudian rendam salak sekali lagi ke dalam larutan air serta kapur sirih sekitar 1 jam, cuci bersih dan tiriskan. Kemudian masukkan salak lagi ke dalam larutan air selain cuka dan garam yang telah direbus dan didinginkan sebelumnya. Diamkan selama satu sampai dua malam. Acar salak siap untuk dinikmati.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang buah salak, termasuk kandungan nutrisi, khasiat bagi kesehatan, jenis-jenisnya, dan penggunaannya. Semoga informasi artikel ini dapat menambah wawasan Anda terhadap kekayaan tanaman bermanfaat yang terdapat di nusantara.

Sumber

Sumber Referensi:

Organic Facts. Nutrition Facts & Health Benefits Of Salak (Snake Fruit). URL: https://www.organicfacts.net/salak-snake-fruit.html

Health Benefits Times. Salak fruit facts and health benefits. URL: https://www.healthbenefitstimes.com/health-benefits-of-salak-fruit/

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.