Penyebab Usus Buntu dan Pengobatannya

554

Diedit:

Usus buntu adalah sebuah organ yang terletak di dalam rongga perut di mana organ ini berbentuk seperti tabung kecil dan tipis. Organ ini memiliki ukuran sekitar 5 hingga 10 cm dan terhubung dengan usus besar (tempat pembentukan feses). Mengapa pengangkatan usus buntu tidak mempengaruhi kualitas kesehatan? Hingga kini masih belum diketahui jawabannya.

Namun jika organ usus buntu ini mengalami peradangan dan pembengkakan, penderita akan mengalami sakit yang sangat luar biasa di bagian perutnya. Penyakit usus buntu (atau istilah medisnya disebut dengan apendistis) harus segera mendapat penanganan secara medis karena jika dibiarkan saja penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi.

Umumnya penyakit usus buntu diderita oleh remaja atau mereka yang berusia 10 hingga 20 tahun. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan penyakit ini dapat menyerang berbagai kalangan usia. Maka dari itu, segera periksakan kesehatan Anda apabila tiba-tiba Anda merasakan sakit di bagian perut Anda. Rasa sakit yang dirasakan akibat adanya gejala penyakit usus buntu biasanya dirasakan oleh penderita secara perlahan dan lambat laun rasa sakit semakin parah dan menyebar ke seluruh bagian rongga perut.

Bagaimana Cara Mengenali Gejala-Gejala Penyakit Usus Buntu?

Adapun beberapa gejala umum penyakit usus buntu yaitu timbul rasa sakit pada perut terutama di bagian tengah rongga perut. Rasa sakit akibat serangan penyakit usus buntu tidak dirasakan secara terus menerus, melainkan datang dan pergi. Usai mengalami rasa sakit di perut, rasa sakit akan hilang dengan sendirinya. Beberapa jam kemudian, penderita akan merasakan kembali rasa sakit yang sama seperti rasa sakit sebelumnya. Hanya saja rasa sakit lanjutan ini terasa di rongga perut bagian kanan bawah di mana organ usus buntu berada. Penderita kemudian akan merasakan sakit yang parah dan berat secara terus-menerus.

Penderita akan merasakan semakin sakit di bagian perut kanan-bawah ketika di bagian tersebut ditekan atau pada saat penderita berjalan, bergerak, dan bahkan batuk. Gejala-gejala lainnya adanya peradangan dan pembengkakan usus buntu antara lain:

  • Menurunnya nafsu makan
  • Terjadi pembengkakan di bagian perut
  • Penderita tidak bisa buang gas
  • Mual dan muntah
  • Penderita mengalami diare atau sembelit (konstipasi)
  • Penderita mengalami demam
  • Penderita mengalami sakit dan nyeri ketika sedang buang air kecil
  • Penderita merasakan kram di perut
Baca juga:  Perawatan Rumahan Untuk Penyakit Usus Buntu: Bagian 2

Sekilas gejala-gejala di atas mirip dengan gejala gangguan di perut pada umumnya. Tak heran jika awalnya si penderita usus buntu mengira gangguan atau rasa sakit yang tengah dialaminya dianggap sebagai gejala-gejala akibat keracunan makanan, iritasi pada bagian usus, penyakit infeksi saluran kemih, dan konstipasi. Remaja puteri atau wanita muda yang pernah atau sering mengalami gejala-gejala di atas sering mengaitkannya dengan sakit perut akibat menstruasi atau adanya masalah pada kandungan.

Sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila Anda merasakan beberapa gejala di atas, terlebih lagi jika rasa sakit yang Anda alami bertambah parah. Bisa saja organ usus buntu ternyata sudah pecah. Organ usus buntu yang pecah dapat menyebabkan infeksi berkelanjutan yang sangat serius di mana infeksi lanjutan ini dapat menyerang lapisan perut di bagian dalam (pertonitis).

Apa Saja Penyebab Usus Buntu?

Lantas faktor apa saja yang dapat menyebabkan penyakit usus buntu? Penyebab pasti munculnya penyakit usus buntu belum diketahui hingga sekarang. Demikian juga dengan pencegahannya. Namun sebagian besar ahli medis menduga bahwa adanya sumbatan di saluran masuk menjadi penyebab utama penyakit usus buntu. Sumbatan yang dimaksud bisa berupa penumpukan tinja atau kelenjar getah bening yang mengalami pembengkakan di bagian dinding usus.

Pembengkakan kelenjar getah bening ini umumnya terjadi karena adanya infeksi di saluran pernafasan atas. Dua jenis sumbatan ini kemudian menyebabkan inflamasi serta pembengkakan pada organ usus buntu. Tekanan yang besar akibat pembengkakan kemudian dapat memicu pecahnya organ usus buntu.

Karena gejala-gejala penyakit usus buntu yang mirip dengan beberapa penyakit lain, seringnya dokter mengalami kesulitan untuk mendiagnosa. Letak organ usus buntu yang berbeda pada tiap individu menambah kesulitan dalam proses diagnosa. Beberapa letak organ usus buntu yang umumnya terdeteksi antara lain di bagian panggul, di bagian belakang usus besar, atau di belakang organ hati.

Baca juga:  Perawatan Rumahan Untuk Penyakit Usus Buntu: Bagian 1

Untuk memastikan ada tidaknya penyakit usus buntu, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan seperti pemeriksaan fisik dengan menekan perut di bagian kanan bawah secara perlahan, tes darah untuk mendeteksi apakah ada infeksi, tes urin untuk mendeteksi apakah ada kemungkinan penyakit-penyakit lain terutama penyakit infeksi saluran kemih atau penyakit batu ginjal, USG atau CT Scan untuk melihat apakah ada pembengkakan pada organ usus buntu, dan pemeriksaan terhadap organ intim wanita.

Bagaimana Cara Pengobatan Penyakit Usus Buntu?

Operasi pengangkatan organ usus buntu (apendektomi) saat ini menjadi solusi terbaik untuk mengatasi penyakit usus buntu. Pengangkatan organ usus buntu ini tidak akan mempengaruhi kinerja organ-organ lainnya karena pada dasarnya organ usus buntu ini tidak memiliki fungsi yang krusial bagi tubuh. Hanya saja akan ada efek samping pasca operasi, yaitu adanya infeksi karena luka operasi. Efek samping lainnya yaitu terjadinya pendarahan.

Beberapa penderita penyakit usus buntu juga kerap menggunakan bahan-bahan herbal sebagai obat tradisional penyakit usus buntu. Beberapa bahan herbal yang efektif untuk meredakan dan menyembuhkan gejala-gejala penyakit usus buntu antara lain sambiloto, temulawak, madu dan buah noni. Anda yang pernah mengalami beberapa gejala di atas boleh juga mencoba bahan-bahan herbal ini sebagai obat herbal untuk mengatasi gejala penyakit usus buntu.

Advertisement
Alinesia