Begitu Banyak Manfaat Wasabi, Salah Satunya Mencegah Diabetes!

192

Diedit:

Di Indonesia memang wasabi belum terlalu banyak dikenal. Tetapi dengan mulai masuknya beragam produk internasional ke pasar lokal, tak ada salahnya bukan untuk mengenal lebih jauh manfaat wasabi selain sebagai penyempurna hidangan khas Jepang.

Dalam dunia internasional, wasabi juga dikenal sebagai horseradish khas Jepang. Horseradish adalah sejenis lobak dengan rasa khas yang tajam. Jenis sayur akar-akaran ini dikenal di Amerika sebagai sayuran atau bumbu masakan. Di Jepang sendiri, wasabi memiliki banyak perbedaan karakter dengan horseradish pada umumnya. Tampaknya juga keduanya tidak berasal dari jenis sayuran yang sama secara ilmu biologi. Wasabi memiliki ciri khas kulit bersisik dengan daging akar berwarna hijau segar.

Seperti yang sudah dijelaskan di artikel “Manfaat Wasabi untuk Mencegah Kanker”, wasabi memiliki banyak kandungan nutrisi. Berkat itu, Anda bisa mendapatkan manfaat wasabi seperti berikut ini.

  • Mengatasi artritis dan osteoporosis

    Dalam buku berjudul Bioactive Food for Dietary Intervensions for Arthritis and Related Inflamatory Deseases, terbitan tahun 2013 oleh Ronald R. Watson dan Victor R. Preedy, dijelaskan bagaimana wasabi bisa menjadi salah satu pilihan mengatasi nyeri akibat arthritis. Wasabi dapat mengatasi inflamasi yang terbentuk akibat reumatik dan asam urat yang membentuk inflamasi pada ligamen atau otot, persendian dan area perlekatan tulang.

    Selain itu, menurut journal dalam HHS Public Access, wasabi juga efektif untuk mencegah osteoporosis. Membantu mengisi lubang mikro dengan kalsium dan magnesium yang terkandung dalam wasabi.

    Wasabi juga mereduksi rasa nyeri dengan membantu memberi efek nyaman pada persendian. Sejumlah hormon serotonin akan terpancing keluar bersamaan dengan Anda mengonsumsi wasabi, sementara hormon ini memberi manfaat rasa nyaman dan memberi efek mengalihkan rasa nyeri. Beberapa pakar mengatakan secara tradisional wasabi menjadi salah satu penyebab orang tua di Jepang terlihat lebih sehat.

  • Sebagai anti bakteri

    Kandungan sulfur yang tersimpan dalam wasabi menjadikan wasabi memiliki aroma khas menyengat hidung. Anda bisa merasakan hal serupa ketika mengonsumsi bawang putih mentah, tentu saja dengan tingkat yang berkali lebih ringan. Sulfur dalam wasabi relatif tinggi dan disertai dengan kandungan Allyl isothiocyanate menjadikannya lebih tajam dan menusuk.

    Tetapi rupanya justru kandungan sulfur di dalamnya bekerja sebagai anti bakteri. Dan ada kinerja dari Allyl isothiocyanate sebagai anti bakteri sesuai dengan hasil riset dari Food Science Laboratory, Tokyo Gakugei University yang diungkap dalam jurnal 6-Methilsulfinylhexyl Isothiocyanate and Its Homologues as Food originated Compounds with Antibacterial against Escherichia coli and Staphylococcus aureus.

    Dalam riset tersebut diungkap dari sekian banyak jenis sayur dengan kandungan anti bakteri yang tinggi, wasabi berada dalam urutan teratas dalam melawan inkubasi bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.

  • Melegakan pernapasan

    Wasabi ternyata juga diakui secara empirik untuk membantu kinerja sistem pernapasan. Dalam Organictfact dijelaskan bahwa aroma dan rasa menusuk yang muncul ketika Anda mengonsumsi wasabi bekerja efektif membantu melegakan pernapasan, membantu meredakan over sensitif pada mucus hidung yang memicu rasa gatal, dan membantu melegakan gatal pada tenggorokan.

    Kemampuannya dalam mengatasi rasa gatal ini menyebabkan wasabi juga kerap dimanfaatkan sebagai terapi alergi pada sistem pernapasan. Kandungan wasabi tak hanya membantu meredakan sensitivitas mucus pada sistem pernapasan, tetapi juga meredakan bengkak dan membantu meredakan produksi senyawa kimia pembawa faktor histamin atau pembawa faktor alergi.

    Kandungan anti bakteri dalam wasabi juga terbukti ampuh dalam membantu mengatasi inkubasi patogen dalam sistem pencernaan. Sebagaimana bisa Anda lihat dalam Journal of Antimicrobacterial Chemoterapy pada tahun 2001 dengan tajuk Antibacterial activity of essential oils and their major constituents against respiratory tract pathogens by gaseous contact.

  • Mengatasi kavitis

    Sebagaimana dijelaskan bahwa kadar sulfur dan Allyl isothiocyanate dalam wasabi efektif bekerja sebagai anti bakteri, termasuk terhadap serangan bakteri Staphylococcus, maka terbukti pula bahwa wasabi akan efektif mengatasi kavitis.

    Keluhan ini hampir serupa dengan sariawan, namun dengan kerusakan jaringan yang lebih berat dan berisiko. Kadang akan mengakibatkan peradangan pada mulut dan dinding dalam mulut. Dan kavitis sendiri disebabkan oleh infeksi Staphylococcus dalam dinding dalam mulut. Kemampuannya tak hanya untuk melawan inkubasi dari bakteri, tetapi juga mengatasi endapan glukosa yang tersisa dalam mulut yang biasanya menjadi makanan bagi bakteri yang hidup dalam mulut.

  • Mencegah diabetes

    Kandungan mangaan dalam wasabi terbukti memberikan manfaat terhadap kondisi diabetes. Mangaan berperan untuk mendorong metabolisme dan membantu hormon tiroid bekerja efektif.

    Ada kaitan erat antara hormon tiroid, keseimbangan hormonal tubuh secara keseluruhan terhadap produksi hormon insulin. Kondisi ini menyebabkan produksi hormon insulin akan memaksimalkan fungsinya dalam menstimulasi sel-sel tubuh dalam menyerap kelebihan glukosa dalam darah.

Baca juga:  Begitu Banyak Manfaat Wasabi, Salah Satunya Mencegah Kanker!

Wasabi memang memiliki cukup banyak manfaat bagi kesehatan. Namun seiring dengan deretan manfaat tersebut, rupanya juga tersimpan sejumlah risiko yang perlu Anda pahami. Mengonsumsi wasabi juga ternyata perlu dalam kadar secukupnya mengingat wasabi juga mengandung sejumlah komponen mineral yang relatif berat bagi tubuh.

Reaksi utama yang biasa muncul dari terlalu banyak mengonsumsi wasabi adalah penurunan kondisi liver. Ini karena sejumlah komponen dalam wasabi juga memiliki efek hepatotoksin yang akan memberatkan fungsi hati.

Selain masalah kesehatan hati, Anda juga bisa berhadapan dengan keluhan alergi. Meski kasusnya tidak tinggi, tetapi sejumlah kasus alergi terhadap sulfur dan senyawa turunannya isotheocyatane ternyata juga bermunculan. Kasus ini menyebabkan sesak nafas dan diare karena efek pedas tajam wasabi juga bisa menyerang pencernaan.

Oleh sebab itu, ingatlah Anda memang bisa mendapatkan banyak manfaat wasabi untuk kesehatan, namun dengan karakter aroma dan rasa tajamnya, bijaklah dalam mengonsumsi wasabi. Karena dari sanalah sejumlah reaksi efek samping juga bisa menghampiri Anda.