Batuk Berdahak dan Batuk Kering, Kenali Bedanya!

535
Getty Images

Diedit:

Tak semua batuk itu sama, dan tak semua jenis batuk bisa diatasi dengan cara yang sama. Kenali dulu dengan baik apa jenis batuk yang Anda alami agar bisa menemukan cara terbaik mengatasinya. Salah memilih obat batuk, bisa jadi justru memperburuk keadaan.

Kadang kita sering mengira bahwa batuk itu sama saja dan bisa diatasi dengan cara yang sama. Padahal ada cukup banyak jenis batuk. Setiap jenis batuk memiliki penanganan yang berbeda.

Jenis-Jenis Batuk

Pada dasarnya, menurut NHS batuk adalah mekanisme alami tubuh dalam melindungi diri. Ketika silia dalam saluran pernapasan menemukan keberadaan benda asing yang masuk ke dalam, maka silia ini akan memberi rasa menggelitik yang akhirnya menyebabkan Anda batuk.

Normalnya dengan batuk, Anda akan mendorong keluar bakteri, virus, kotoran, debu juga lendir yang berada dalam saluran pernapasan. Jadi secara alami batuk adalah hal normal dan bisa saja terjadi bukan karena keberadaan penyakit.

Tetapi bila batuk datang terus-menerus, besar kemungkinan benda asing itu sulit untuk dikeluarkan oleh tubuh. Dan akhirnya menyebabkan efek yang lebih serius seperti peradangan. Bila batuk disertai dengan masuknya bakteri atau virus, maka peradangan bisa berkembang karena adanya infeksi yang terjadi. Ini kemudian kita kenal dengan batuk-flu atau radang tenggorokan.

Namun kadang, batuk berkepanjangan juga dapat disebabkan oleh reaksi alergi. Alergi ini menyebabkan silia pada saluran pernapasan menjadi lebih sensitif dan menimbulkan rasa gatal menggelitik sehingga terus timbul keinginan untuk batuk.

Silia yang sangat sensitif dan kondisi batuk yang terus-menerus ini akhirnya memicu peradangan dengan ditandai menebalnya dinding saluran perna[asan. Ini yang kemudian memicu penderita asma mengalami sesak napas.

Selain karena infeksi virus, bakteri, juga reaksi alergi, penyebab batuk lain bisa jadi akibat iritasi berkepanjangan dari interaksi dinding saluran pernapasan dengan benda asing bersifat korotif. Ini lazim terjadi pada perokok, pekerja pabrik yang dilingkupi polusi udara tinggi, atau mereka yang kerap menghirup asap kendaraan bermotor.

Menurut sumber Health, batuk juga bisa disebabkan oleh efek kenaikan asam lambung (GERD) ke area saluran pernapasan. Tidak ada kaitannya dengan sistem pernapasan, tetapi tentu saja asam lambung mengganggu fungsi dari sistem pernapasan. Efek senyawa asam membuat tenggorokan kering dan terasa menggelitik, inilah yang mendorong seseorang batuk. 

Juga mungkin disebabkan oleh penggunaan obat ACE inhibitor dalam jangka panjang untuk menangani hipertensi. Penggunaan obat ini menyebabkan sejumlah saraf pada sistem pernapasan mengalami gangguan sehingga lebih sensitif dan mudah merasa gatal serta batuk. Kadang pasien juga menjadi mudah tersedak karenanya.

Baca juga:  Batuk Tak Kunjung Sembuh: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Infeksi serius seperti pertusis yang memicu batuk rejan dan pneumonia juga mungkin menyebabkan gejala batuk. Situasi yang terjadi cukup khas, seperti pada batuk rejan Anda bisa mendengar suara melengking pada akhir batuk. Sedangkan pada batuk pneumonia ditemukan lendir kental berwarna kehijauan kuning yang menandakan adanya infeksi serius pada pernapasan.

Batuk Berdahak dan Batuk Kering

Selain dibedakan berdasarkan penyebab, jenis batuk juga dikenal berdasarkan tanda-tanda yang muncul. Batuk kadang disertai dengan produksi lendir berlebih. Kita biasa mengenal batuk semacam ini dengan istilah batuk berdahak.

Lendir ini memenuhi saluran pernapasan dan membuat sirkulasi udara masuk-keluar terganggu. Biasanya lendir terbentuk sebagai bentuk proteksi diri terhadap infeksi atau masuknya substansi tertentu yang bekerja mendorong produksi lendir.

Namun dalam beberapa kondisi batuk terbentuk hanya karena efek silia pada saluran pernapasan yang terstimulasi kuat. Ini membentuk dorongan batuk yang agresif tanpa adanya produksi lendir berlebihan.

Anda akan mengalami batuk kering yang gatal dan menyiksa. Pada umumnya, silia yang menjadi sangat aktif ini didorong oleh masuknya benda asing seperti debu atau asap ke dalam saluran pernapasan.

Batuk kering biasanya menyebabkan seseorang batuk tidak henti-henti. Bisa menyebabkan efek iritasi dan peradangan dengan lebih cepat. Karena lendir sendiri bisa bekerja melumasi dinding saluran pernapasan, ketika Anda mengalami batuk kering, kontraksi dinding saluran pernapasan tidak dilindungi lendir sehingga rentan iritasi. Kadang pada beberapa orang dinding saluran pernapasan lebih mudah bengkak, jadi lebih mudah pula tersedak dan sesak napas.

Bagaimana Cara Mengobati Batuk yang Benar?

Untuk dapat mengobati batuk hingga tuntas harus dengan dua langkah, yakni menangani gejala yang muncul dan mengatasi penyebabnya. Hanya berfokus pada gejala yang muncul tidak akan efektif menuntaskan masalah. Itu sebabnya, Anda perlu memahami dengan baik apa penyebab batuk dan bagaimana gejala yang muncul.

Di sinilah yang kerap menyebabkan orang-orang gagal mengobati batuk. Banyak orang salah memilih obat, sehingga justru memperburuk keadaan. Setiap gejala dan penyebab hanya bisa diatasi dengan penanganan yang sesuai.

Mari kita lihat dulu dari sisi penyebab. Pasien bisa mengalami batuk karena infeksi, asma, alergi, naiknya asam lambung ke tenggorokan, sampai masalah racun seperti dari rokok dan efek pengobatan hipertensi.

Pada kasus infeksi, pasien sebaiknya mengonsumsi antibiotik. Namun kadang antibiotik tak cukup efektif mengatasi masalah, apalagi bila yang Anda hadapi adalah flu yang disebabkan oleh virus. Virus tak mempan diserang dengan antibiotik, melainkan hanya melemah. Anda tetap perlu meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi vitamin C, sumber flavonoid, dan banyak minum air.

Baca juga:  Batuk Anda Tak Kunjung Sembuh? Mungkin Karena 7 Alasan Ini

Berbeda bila penyebab batuk adalah alergi, maka yang Anda perlukan adalah obat antihistamin. Obat ini menekan respon tubuh terhadap faktorpemicu alergi sehingga dapat mengurangi gejala gatal, pembengkakan, produksi lendir, dan rasa menggelitik yang memicu batuk.

Sedangkan pada kasus kenaikan asam lambung, yang Anda butuhkan adalah obat antasida yang bekerja pada lambung. Pengendalian produksi asam lambung akan membantu meredakan batuk.

Disamping mengatasi masalah, Anda perlu mengatasi batuk langsung berdasarkan gejala yang muncul. Karena itu Anda mesti memperhatikan apakah sedang mengalami batuk berdahak atau batuk kering.

Bila Anda sedang batuk berdahak, yang dibutuhkan adalah obat yang bekerja dengan fungsi ekspektoran. Ekspektoran berarti bekerja mengencerkan dahak dan mencegah dahak melekat pada dinding saluran pernapasan. Beberapa contoh obat yang lazim digunakan untuk fungsi ekspektoran antara lain bromhexine, guaiphenesin, dan succus liquiritiae.

Karena pada umumnya batuk berdahak berkaitan dengan infeksi dan peradangan akibat iritasi tenggorokan, maka biasanya Anda juga disarankan mengonsumsi ibuprofen atau parasetamol yang memiliki fungsi anti-demam, analgesik dan anti-radang.

Sedangkan batuk kering memiliki kondisi yang berbeda, dan tentu saja penanganan yang juga berbeda. Batuk kering cenderung terasa menggelitik, sedikit menimbulkan sesak napas, batuk yang lebih agresif dan lebih menyakitkan. Batuk kering sangat mudah menyebabkan terjadinya iritasi pada dinding saluran pernapasan.

Pada batuk berdahak sel-sel pada kelenjar lendir bekerja lebih aktif, sedangkan pada batuk kering, sel-sel silia pada dinding saluran pernapasan-lah yang justru diaktifkan. Inilah yang memicu rasa gatal hebat sehingga Anda batuk terus-menerus.

Dorongan batuk menyebabkan kontraksi dinding saluran pernapasan, padahal dinding tidak terlapisi lendir yang cukup. Situasi inilah yang kemudian menyebabkan pasien mudah sekali mengalami radang tenggorokan dan bronkitis, atau radang pada area bronkheolus.

Untuk mengatasi batuk kering, Anda membutuhkan pengobatan antitusive. Pengobatan ini bekerja pada sistem saraf dengan mengurangi respon otak terhadap stimulasi silia. Ini akan menurunkan intensitas refleks batuk yang terjadi. Anda bisa menggunakan beberapa jenis obat supresan semacam ini, tetapi di pasaran terapi dengan dextrometrophane adalah pilihan populer.

Biasanya pasien juga disarankan mengosumsi obat anti-radang dan analgesik, mengingat kadang pasien juga mengeluhkan demam, nyeri pada tenggorokan dan dada, serta pusing karena dorongan batuk yang terus-menerus.

Kini Anda bisa paham bahwa mengobati batuk tidak boleh sembarangan. Ada kemungkinan banyak orang merasa tidak sembuh-sembuh masalah batuknya karena mereka salah cara penanganannya. Bisa jadi penyebabnya dimulai dari kesalahan dalam mengenali jenis batuk yang sedang diderita dan apa penyebabnya.

Advertisement
Alinesia