Bahaya Mie Instan bagi Kesehatan Anda!


By Cindy Wijaya

Acara jalan-jalan batal karena hujan deras tentu bikin kesal. Apa yang bisa membuat kekesalan tersebut sedikit terobati? Salah satunya ialah dengan menikmati mie instan rebus dengan kuah panas dan irisan cabai rawit yang menghangatkan badan kala cuaca dingin. Selain itu, mie instan juga kerap dinikmati sebagai menu makan utama. Makanan cepat saji ini memang enak, tapi waspadailah bahaya mie instan bagi kesehatan Anda.

Mie instan sangat praktis penyajiannya, cukup dengan direbus bersama air selama kira-kira 3 menit, taburkan bumbu diatasnya, dan makanan lezat pun siap disantap. Kandungan mie instan kebanyakan terdiri atas karbohidrat dan mengandung kalori rata-rata sebanyak 350 Kkal.

Sesekali mengonsumsi mie instan memang tidak berbahaya, namun terlalu sering mengonsumsinya akan membahayakan kesehatan tubuh Anda. Jumlah konsumsi mie instan yang digolongkan terlalu sering yakni 3 kali seminggu atau lebih.

Terlalu sering makan mie instan dapat meningkatkan risiko menderita sindrom kardiometabolik. Sindrom ini menyebabkan seseorang rentan terkena penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Ini berdasarkan penelitian di Amerika Serikat yang dimuat oleh Journal of Nutrition.

Dr. Hyun Joon Shin, ketua dari penelitian yang dilakukan di Korea Selatan, menyatakan bahwa bahaya mie instan lebih berdampak buruk pada wanita. Masyarakat Korea Selatan sangat menggemari mie atau ramen instan dan produknya juga terkenal di berbagai negara Asia. Korea Selatan juga adalah negara dengan tingkat konsumsi mie instan tertinggi di dunia.

Dalam beberapa tahun belakangan di Korea Selatan ditemukan peningkatakan masalah kesehatan, khususnya penyakit jantung dan kegemukan. Karena alasan itulah Dr. Shin meneliti kaitan antara makan mie instan dengan masalah kesehatan tersebut. Sama seperti makanan cepat saji yang lain, mie instan mengandung sejumlah besar garam—inilah yang dapat memicu penyakit jantung dan stroke.

Penelitian lain yang berbeda juga dilaksanakan oleh Braden Kuo, seorang ahli kesehatan sistem pencernaan dari Massachusetts General Hospital, Boston. Ia menggunakan kamera berukuran mikro untuk melihat aktivitas pada organ pencernaan seusai seseorang menyantap ramen instan.

Mayoritas mie/ramen instan memiliki kandungan zat tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ), yang merupakan zat pengawet makanan dan juga dimanfaatkan dalam industri minyak. Dari penelitian yang dilakukan Kuo, didapati bahwa setelah 1-2 jam, mie ramen instan sulit dicerna oleh usus sehingga rentan menimbulkan masalah pencernaan.

Bahaya mie instan bagi kesehatan juga terdapat pada kandungan kalorinya. Rata-rata produk mie instan memiliki 350 Kkal. Jumlah demikian bisa Anda dapatkan dengan makan 7 buah pisang berukuran sedang atau seporsi kecil nasi beserta lauk dan sayur. Tentu, Anda bisa kehilangan sejumlah besar gizi bila terlalu sering makan mie instan sebagai menu makan utama.

Kalori akan menumpuk dan menjadi timbunan lemak jika dikonsumsi sebagai makanan selingan ataupun camilan, terlebih jika Anda jarang berolahraga. Demikianlah bahaya-bahaya mie instan bagi kesehatan yang perlu Anda ketahui. Sebenarnya Anda tidak perlu khawatir akan bahaya-bahaya tersebut apabila hanya sesekali makan mie instan.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}