Bahaya Kelebihan Testosteron pada Wanita


By Cindy Wijaya

Hormon testosteron memang identik dengan hormon pria. Namun wanita juga mempunyai hormon testosteron dalam kadar yang lebih rendah. Memang ada beberapa wanita yang memiliki hormon testosteron dalam kadar yang tinggi. Kini yang menjadi pertanyaan; adakah efek samping atau bahaya kelebihan testosteron pada wanita?

Tentu saja ada, bahkan menurut Dr David P. Cohen, MD, Kepala The Section of Reproductive Endocrinology and Infertility dari University of Chicago, mereka yang mengalami keluhan hipo testosteron perlu lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi obat atau suplemen peningkat kadar testosteron, lakukan dalam dosis terbatas karena pada wanita, bahaya dari hormon testoseron tinggi bisa lebih tinggi dari risiko hormon testosteron rendah.

Bila pada kasus kekurangan testosteron, wanita harus berhadapan dengan masalah penurunan kondisi tubuh hingga tubuh kehilangan libido dan energi, maka pada wanita beberapa kondisi berkebalikan justru akan dihadapi ketika mereka mengalami kelebihan testosteron. Tetapi bukan hanya itu ancaman dari kelebihan testosteron. Beberapa bahaya kelebihan testosteron bisa berakibat pada masalah kesehatan serius.

Namun sebelum kita memahami apa saja bahaya kelebihan testosteron, ada baiknya kita pahami apa yang menyebabkan wanita mengalami kelebihan testosteron, mengingat dalam kondisi normal wanita tak memproduksi banyak testosteron, hanya sekitar 1/10 dari total produksi pria. Sebenarnya ada beberapa penyebab seorang wanita mengalami kelebihan testosteron, antara lain:

Masalah dengan sistem genital

  • Ketika terjadi masalah pada sistem reproduksi dan genital wanita terutama pada sistem ovarium, lokasi dimana kelenjar pembentuk hormon seksual beroperasi, maka beberapa ketidakseimbangan hormonal bisa terjadi. Termasuk produksi testosteron berlebihan.

  • Masalah adrenal

    Masalah produksi hormon adrenalin kadang mempengaruhi produksi hormon testosteron. Menurut Testosterone Center of Texas Medical dikatakan ada kaitan erat antara kedua hormon ini sehingga satu sama lain dapat saling meningkatkan kadar.

  • Diabetes

    Beberapa riset menunjukan wanita dengan kadar gula darah tinggi cenderung mengalami masalah produksi testosteron berlebihan.

  • Masalah tiroid

    Hormon tiroid kerap kali mendorong tubuh menjadi lebih aktif. Dan kadang memicu produksi hormon testosteron berlebihan.

  • Olahraga berlebihan

    Wanita penggemar olahraga berlebihan dan tertarik membentuk massa otot mereka juga cenderung menunjukan peningkatan kadar testosteron.

Lalu apa saja bahaya kelebihan testosteron pada wanita? Berikut beberapa rangkuman yang kami dapatkan dari beberapa sumber jurnal kesehatan.

  • Siklus haid yang tidak teratur

    Wanita dengan kadar testosteron tinggi kerap menunjukan siklus haid yang tidak teratur ahkan kadang menjadi absen. Ini karena proses mekanisme terjadinya menstruasi yang notabene dijalankan oleh hormon estrogen dan progesteron tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga terjadi keterlambatan atau absen sama sekali. Pada beberapa kasus, sel endometrium pada dinding rahim tidak sempurna terbentuk dan menjadi penebalan dinding yang kerap memicu mion, kista dan kasus endometriosis.

  • PCOS

    Kasus PCOS adalah satu bentuk keluhan penumpukan kista pada area ovarium. Kasus ini sangat erat kaitannya dengan peningkatan kadar testosteron. Kadang masalah pada ovarium meningkatkan kadar testosteron dan ketika testosteron meningkat sistem kerja ovarium mengalami gangguan, produksi dan pelepasan telur terganggu dan terbentuk PCOS. PCOS bisa berbuntut infertilitas dan kanker ovarium pada wanita.

  • Kegemukan

    Bila kekurangan testosteron akan membuat seseorang gemuk dengan menumpuk lemak pada pinggang dan perut bawah, maka bahaya kelebihan testosteron justru memicu seseorang menumpuk lemak pada seluruh tubuh atasnya dengan merata dan membentuk bentuk buah apel pada tubuh. Kasus kegemukan dengan bentuk apel cenderung berbahaya karena bisa jadi terdapat pelapisan lemak pada jantung, pembuluh darah sampai organ hati yang dapat menurunkan kinerja organ.

  • Jerawat dewasa

    Tanda paling mudah dikenali akan keberadaan masalah kelebihan testosteron adalah munculnya jerawat di usia dewasa. Secara umum memang usia ABG sedang dalam masa penyesuaian hormonal sehingga wajar mengalami keluhan jerawat. Tetapi seharusnya pada usia dewasa, hormon sudah seimbang dan kadar testosteron relatif rendah sehingga taka da lagi jerawat. Bila di usia dewasa jerawat masih muncul, sangat besar kemungkinan terjadi masalah hormonal.

  • Hirsutisme

    Gejala hirsutisme adalah perubahan bentuk dan tampilan menyerupai pria, seperti tumbuhnya bulu yang berlebihan seperti cambang tebal, kumis atau bulu dada tipis, mengecilnya ukuran payudara dan pada beberapa penderita juga menunjukan tanda perubahan suara yang cenderung merendah serupa dengan pria dan menurunkan fungsi reproduksi sehingga memicu infertilitas wanita.

Kini Anda lebih memahami ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan sebagai wanita. Termasuk memperhatikan masalah hormonal Anda. Karena bagi wanita hormon seksual termasuk testosteron mempengaruhi kesehatan seorang wanita. Ada baiknya hindari bahaya kelebihan testosteron ini untuk kesehatan tubuh Anda secara menyeluruh.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}