Bagaimana Cara Menenangkan Bayi yang Kolik?


By Fery Irawan

Apakah Bayi Anda sering menangis dan tidak mau berhenti? Ya, kondisi seperti ini sering disebut dengan istilah “kolik” yang biasanya disertai dengan sakit perut yang datang tiba-tiba. Tangisan anak yang tiada henti seringkali berlangsung beberapa jam dengan kurun waktu 3 hari dalam seminggu. Wah, tentu saja membingungkan jika bayi Anda mengalami hal ini, terlebih jika ini pengalaman pertama Anda merawat sang buah hati. Apa yang perlu Anda lakukan?

Berapa lama bayi mengalami kolik?

Banyak dokter anak menyarankan Anda untuk menunggu dan memang hal ini bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Lalu, timbul pertanyaan, sampai berapa lama Anda harus menunggu hingga sang buah hati berhenti menangis? Sebuah laporan penelitian memperlihatkan hasil pengamatan pada sejumlah anak yang mengalami kolik dan mendapati bahwa 85% kasus kolik mulai reda setelah anak menginjak usia 3 bulan.

Tiga bulan? Wah merawat anak yang menangis tiada henti selama itu bisa menjadi tantangan bagi para ibu, namun ternyata tidak semua bayi mengalami kolik. Artikel dalam sebuah surat kabar Globe and Mail menyebutkan bahwa perbandingan bayi yang mengalami sindrom ini adalah 1 dari 4.

Apakah peristiwa semacam ini dapat berpengaruh bagi kesehatan mental sang ibu? Penelitian yang sama dipimpin oleh dr. Tammy Clifford di sebuah institut penelitian Ontario Timur dengan hasil yang memperlihatkan tidak adanya pengaruh permanen bagi kesehatan mental sang ibu, setelah masa-masa kolik berakhir sang ibu malah lupa akan hal itu.

Penelitian yang dilakukan oleh dokter Tammy dan rekannya juga memperlihatkan bahwa ada 3 jenis kolik yang bisa terjadi pada anak. Pertama, selama tiga bulan pertama bayi mengalami kolik yang sering muncul dan hilang. Kedua, selama beberapa bulan sang bayi terus menerus mengalami kolik. Ketiga, setelah beberapa bulan sejak dilahirkan bayi baru mengalami kolik.

Cara menenangkan bayi yang kolik!

Jika bayi Anda mengalami kolik, sebaiknya tidak menggoyang bayi terlalu kuat. Mengapa? Guncangan yang terlalu kuat walau hanya sebentar dapat memengaruhi organ tubuh mereka, bayi bisa saja mengalami kerusakan saraf permanen hingga kematian.

Lalu apa yang bisa Anda lakukan, ketimbang berupaya membuat anak diam demi kenyamanan Anda dan orang disekitar, ada baiknya untuk memberikan perhatian ekstra kepada buah hati Anda, misalnya: perlihatkan senyuman dari wajah Anda sewaktu menatapnya, ajak bicara sang bayi dengan nada hangat walau ia belum bisa memahami setiap kata, dan berikan sentuhan atau pelukan yang menenangkan.

Jika Anda merasa bahwa ia lapar sebaiknya berikan ASI, sewaktu sedang menyusui pastikan memang bayi sudah benar-benar selesai menggunakan satu sisi payudara sebelum berpindah kesisi lainnya, guna menghindari sendawa. Anda juga dapat menyanyikan sebuah lagu dengan irama yang lembut guna menenangkannya.

Jika Anda merasa kewalahan merawat sang buah hati ada baiknya untuk berbagi tugas dengan pasangan atau keluarga yang rela membantu Anda. Demikianlah kiat-kiat atau cara Anda dapat menenangkan bayi yang tidak mau berhenti menangis atau mengalami kolik.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}