Awas! Ada Bahaya Alergi di Balik Lukisan Cantik Henna


By Cindy Wijaya

Beberapa waktu belakangan ini, penggunaan henna menjadi trend tersendiri di kalangan masyarakat modern. Henna dulunya dikenal sebagai tato temporer dari masyarakat India, Timur Tengah, dan Asia yang lazim dilukiskan di tangan dan kaki sebagai penghias tampilan di hari istimewa. Namun kini, henna sering dilukiskan sebagai aksesoris oleh-oleh dari liburan, atau sekadar bagian make-up untuk pergi ke pesta atau perayaan.

Lazimnya penggunaan henna belakangan juga disebabkan munculnya pelukis henna yang menjamur dan mulai mengenalkan desain-desain sederhana yang membuat henna tampak cocok dikenakan bahkan di hari-hari biasa.

Dan seiring dengan perkembangan ini, henna juga diproduksi secara massal dengan komposisi yang turut berkembang. Di masa lalu henna hanya berasal dari cairan khusus sejenis tanaman yang mengeluarkan getah hitam. Getah ini sudah beberapa kali melalui berbagai riset dan terbukti rendah risiko alergi.

Biasanya henna alami ini dikemas dalam bentuk bubuk, yang dicairkan dengan sejumlah materi alami seperti teh pekat, air lemon bahkan sejenis cairan kayu putih untuk membantu menghasilkan warna yang kuat, pekat, dan hasil lebih tahan lama.

Hanya saja getah ini cenderung lama kering dan kadang tidak dapat bertahan lama sebagaimana yang diharapkan pengguna. Selain itu warna henna alami ini hanya menghasilkan warna cokelat atau merah jingga dengan efek yang tidak terlalu timbul.

Ini sebabnya beberapa pabrikan produsen henna mencampur henna dengan sejenis pewarna buatan yang punya nama ilmiah para-phenylenediamine (PPD). PPD akan memberi efek pewarnaan hitam pekat pada henna dengan tekstur yang lebih kental dan pekat.

PPD sendiri sudah familier dikenakan pada campuran produk cat rambut. Sifatnya biasanya tidak berbahaya, namun bisa menyebabkan alergi bagi beberapa orang. Mereka dengan kepekaan khusus bisa mengalami gangguan kulit serius akibat paparan PPD. Apalagi biasanya henna melekat pada kulit setidaknya selama 4 minggu.

Kondisi bisa menjadi berat bila pasien menggunakan jenis henna pabrikan kecil yang sering diproduksi dengan menambahkan sejumlah senyawa minyak pelarut yang ternyata semakin banyak memiliki agen alergi. Beberapa senyawa minyak pelarut ini antara lain kerosin dan petrol yang juga merupakan jenis bahan bakar kendaraan.

Cara gampang untuk tahu apakah Anda alergi dengan henna pabrikan ini cukup dengan meihat reaksinya pada kulit. Biasanya reaksi akan segera dirasakan sekitar 2 – 3 jam setelah henna dilukiskan di kulit Anda. Gejala awal bisa berupa rasa geli, panas, dan gatal di area yang dilukiskan henna.

Secara umum berikut ini beberapa gejala dari alergi henna yang perlu Anda tahu.

  • Tanda bekas kemerahan di kulit tempat henna dilukiskan. Kadang berbentuk seperti pembengkakan, kadang berupa bintik-bintik kecil menyusuri lekukan lukisan
  • Rasa gatal perih muncul pada area kemerahan
  • Muncul lepuhan kecil berisi air mirip seperti gejala kulit terbakar.
  • Kadang disertai demam dan rasa pegal disekitar luka.

Beberapa pasien mengalami keluhan alergi yang lebih serius sampai menyebabkan pasien mengalami demam tinggi, sesak nafas, mata berair dan kemerahan, pembengkakan dan efek sakit kepala ringan sampai berat.

Waspada dengan PPD!

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, bahwa henna alami sebenarnya cukup aman bagi yang punya alergi. Namun jika Anda menggunakan jenis henna pabrikan berwarna hitam, maka Anda menambahkan risiko alergi henna pada diri Anda. Henna hitam sebenarnya adalah jenis henna tidak alami yang telah ditambahkan komponen PPD.

Jika muncul reaksi alergi seperti disebutkan di atas, Anda tidak sedang alergi dengan henna, melainkan dengan senyawa kimia PPD yang memiliki kemampuan membakar kulit. PPd sendiri juga bisa Anda jumpai pada jenis pewarnaan lain seperti pewarna rambut dan alis. PPD bersifat lebih tahan lama bahkan pada komposisi yang tinggi bisa menghasilkan warna yang akan baru bisa memudar setelah 2 – 5 bulan setelah aplikasi.

Itu sebabnya, jika Anda mulai merasakan gejala alergi setelah pakai henna hitam, sebaiknya Anda juga menghindari pewarna rambut. Beberapa pasien yang sebelumnya tidak memiliki alergi terhadap pewarnaan rambut akan menunjukan reaksi berat terhadap pewarnaan rambut pasca mengalami alergi henna.

Berdasarkan analisa Dr. Lisa Bickerstaffe dari the British Skin Foundation, alergi henna pabrikan bisa memicu sistem imunitas tubuh memiliki kemampuan mengenali karakter dari PPD dan mengidentifikasinya sebagai toksin. Ini menyebabkan tubuh kemudian menunjukan reaksi alergi yang sama ketika kulit terpapar PPD setelah satu kali terjadi alergi henna.

Ada baiknya melakukan uji alergi pada kulit sebelum Anda melukiskan henna dan mewarnai rambut. Dan jika sudah lulus uji alergi, tetaplah lakukan uji alergi ini sebelum menggunakan henna dan pewarna rambut di kali berikutnya. Demikian saran dari Dr. Lisa Bickerstaffe.

Anda juga disarankan untuk waspada dengan kandungan p-Phenylenediamine atau Toluene-2,5-diamine pada daftar kandungan dari henna atau pewarna rambut. Ini membantu Anda mengidentifikasi senyawa ini lebih awal.

Cara Mengatasi Alergi Henna

Menurut Bruce Nadler, MD, dari WebMD, alergi henna bisa diatasi cukup dengan mengolesi salep kortisol pada area iritasi. Hindari paparan air bila tampak terlalu merah untuk mencegah kulit melepuh. Akan lebih baik jika segera diatasi dengan salep kortisol tepat ketika rasa gatal mulai muncul dan tanda merah mulai nampak. Ini mencegah kulit semakin teriritasi.

Anda bisa lakukan beberapa tindakan antiseptik sebelum aplikasi henna dan setelah aplikasi henna sehingga mengecilkan risiko iritasi yang serius. Setidaknya ini dilakukan oleh sebagian besar penderita alergi henna skala ringan. Beberapa pasien juga mengaku menggunakan terapi aloevera dan kompress teh hijau untuk membantu meredakan alergi secara oral.

Namun bila luka yang muncul semakin serius dan Anda mengalami iritasi berat dan serius, pasien harus melakukan terapi khusus dengan pengobatan jenis intravena untuk meredakan inflamasi yang terbentuk.

Lukisan henna memang eksotis dan memikat, tetapi Anda jelas harus waspada terhadap risiko yang mungkin terjadi. Sebagaimana disarankan oleh Dr. Lisa Bickerstaffe, pastikan Anda melakukan uji alergi sebelum mengenakan jenis henna pabrikan. Ini membantu Anda mencegah alergi henna menyerang, dan penampilan Anda yang menarik pun tidak akan terganggu karena alergi kulit.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}