Atasi Stres dengan Pijat Refleksi Stres!

588
Shutterstock

Diedit:

Stres secara umum sangat erat kaitannya dengan keseimbangan hormon dalam tubuh. Respon Stres menunjukkan tingginya pengeluaran hormon stres dalam tubuh yang disertai kontraksi otot dan ketegangan saraf akibat tekanan yang diterima oleh otak.

Hormon-hormon tersebut dihasilkan oleh sistem saraf parasimpatik dengan tujuan membantu tubuh mengatasi kesulitan. Walau demikian, jika stres dialami selama jangka waktu yang cukup panjang-yang memang umumnya terjadi-tubuh tidak akan mampu mempertahankan keseimbangan tersebut.

Akibatnya, hormon-hormon yang baik juga ditekan produksinya. Dengan menurunnya hormon baik, otak akan kesulitan mengatasi sumber stres. Dengan kata lain, stres berlebihan bisa melemahkan tubuh.

Tubuh yang lemah akan kesulitan mengatasi sumber stres, sumber stres akan terus berlanjut, dan membuat tubuh semakin lemah. Dapat dikatakan itu adalah lingkaran yang tidak akan berhenti.

Jika seseorang tidak mengatasi sumber stres dan memberi waktu bagi tubuhnya untuk relaks, ditambah lagi kurangnya olahraga, ketidakseimbangan emosi, dan diet yang salah, maka sistem kekebalan tubuh akan menurun drastis.

Ketahanan tubuh terhadap bakteri, virus, dan parasit yang berbahaya akan berkurang. Jika sudah demikian, maka dapat dipastikan orang tersebut akan mudah mengalami demam, flu, infeksi, alergi, asma, dan berbagai jenis peradangan lainnya. Seiring berkembangnya peradangan, problem-problem serius lainnya juga bisa muncul, misalnya penyakit jantung, arthritis, diabetes, bahkan kanker.

Pijat Refleksi Atasi Stres dengan Mengurangi Ketegangan

Pijat refleksi dapat mengurangi stres dengan cara mengaktifkan sistem saraf parasimpatik yang dapat membantu tubuh menjadi lebih relaks dan mengembalikan keseimbangan terhadap sistem saraf sebaliknya yaitu sistem saraf simpatik.

Efek dari pengaktifan hormon ini disebut ‘Respon Relaksasi’. Pengaktifan hormon ini juga berarti kontraksi otot, tekanan darah, detak jantung, dan ketegangan saraf akan menurun. Pijat refleksi juga melancarkan peredaran darah sehingga tidur menjadi lebih nyenyak.

Baca juga:  Stres pada Lanjut Usia

Dengan kualitas tidur yang baik, tubuh akan memperbaiki sel-selnya dengan baik. Ketika tidur, otak diberi kesempatan untuk menghasilkan hormon yang ‘baik’ yang bisa membantu memperbaiki konsentrasi dan  membantu otak untuk menemukan jalan keluar untuk sumber stres. Jadi, dapat dikatakan bahwa lingkaran penyebab stres dapat dihentikan dengan pijat refleksi.

Pijat Refleksi Atasi Stres dengan Meningkatkan Energi

Energi dihasilkan di seluruh bagian tubuh. Seringkali, akibat stres terjadi hambatan pembentukan energi dan seiring waktu akan berkembang menjadi kepenatan bahkan penyakit.

Hal itu ibarat memaksa mobil berjalan tanpa bensin yang cukup. Kekurangan energi ini dapat terjadi pada berbagai organ atau kelenjar. Begitu organ kekurangan energi, sementara tubuh menuntutnya bekerja keras, maka organ dan kelejar tersebut akan merasakan tekanan (stres).

Bila sudah tidak bisa ditanggung, maka organ dan kelenjar akan rusak, dan timbullah berbagai penyakit. Pijat refleksi dapat melepaskan hambatan-hambatan energi semacam itu sehingga stres tubuh akan berkurang.

Pijat Refleksi Atasi Stres dengan Memaksimalkan Relaksasi

Sentuhan sangat penting nilainya dalam kehidupan. Seorang terapi yang andal akan mampu menerapkan teknik-teknik sentuhan, tekanan, dan pijatan yang tepat sehingga dapat memaksimalkan relaksasi.

Dengan relaksasi yang maksimal, aktifitas mental akan diperbarui, otot-otot lebih lemas, dan kecemasan akan berkurang. Jika pijat refleksi dikombinasikan dengan penyegaran spiritual, maka hasilnya akan maksimal.

Stres berserta akibat yang menyertainya, seperti ketegangan, keletihan, kemarahan, rasa sakit, dan problem-problem lainnya, akan dapat diatasi.