Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Ilustrasi Obat Herbal HIV/AIDS Ilustrasi Obat Herbal HIV/AIDS

Apa Obat Herbal HIV/AIDS Terbaik?

Sampai saat ini AIDS masih menjadi penyakit yang paling menakutkan di dunia. Penyakit ini merujuk pada kondisi ketika tubuh tak lagi mampu menghasilkan imunitas untuk membentengi tubuh melawan serangan kuman. Kerentanan ini membuat serangan flu ringan saja bisa membawa kematian bagi pengidap AIDS.

Penyakit ini berawal dari terinfeksinya tubuh oleh virus HIV atau Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang seluruh jaringan dan sistem pembentuk daya kekebalan tubuh. Baik itu sistem kelenjar getah bening sampai sistem limfa dan leukosit. Dan memang kabar buruknya sampai hari ini penyakit ini belum ditemukan penawarnya.

Adapun obat yang bisa diberikan sebagai terapi untuk pengidap HIV/AIDS hanya obat yang berfungsi membekukan atau menon aktifkan virus dalam tubuh sehingga tidak melakukan perusakan sistem kekebalan tubuh. Hanya saja sifat pembekuan ini tidak bisa permanen sehingga pengobatan harus berjalan terus menerus, bahkan seumur hidup.

Dan kadang efek kebal terhadap pengobatan juga bisa muncul karena pajanan yang rutin selama beberapa tahun sehingga virus mulai beradaptasi terhadap serangan obat atau karena pasien tak sepenuhnya rutin mengkonsumsi obat. Kadang lalai satu waktu saja bisa berakibat fatal pada efek adaptasi virus terhdap obat.

Adakah Efek Samping Pengobatan HIV/AIDS?

Dalam banyak bahasan, kita sudah sering menemukan informasi seputar bagaimana mencegah serangan HIV/AIDS. Bagaimana supaya diri kita tak tertular penyakit ini memang harus diakui cukup akrab dengan dunia hitam. Tetapi, tak banyak yang memahami bagaimana bila seseorang akhirnya harus menerima diagnose HIV positif. Apa yang harus mereka lakukan?

Secara singkat ketika seseorang mulai merasa baru saja terpapar virus HIV, mereka bisa mencegah kondisi menjadi buruk dengan pembekuan segera menggunakan pengobatan Post-Exposure Prophylaxis atau PEP yang diberikan selama 1 bulan.

Obat ini bertujuan memberi pembekuan darurat sebelum virus menyebar cepat ke seluruh tubuh Anda dan mengikuti aliran darah. Kadang pada tahapan ini pengobatan bahkan sukses membuat virus pergi sebelum sempat berkembang, karena virus belum beradaptasi dengan tubuh inangnya, yakni tubuh Anda sendiri.

Tetapi ketika Anda sudah divonis positif HIV, maka jelas pengobatan macam ini tak mampu efektif lagi. Pengobatan harus menggunakan jenis obat Antiretroviral (ARV) yang sifatnya membekukan virus, menahan pertumbuhan dan membuatnya non aktif. Sifat virus dan obat ARV ini sangat unik, dokter perlu melakukan uji coba perpaduan kombinasi obat ARV untuk menemukan formula yang paling tepat untuk pasien. Sifat formula ini bisa sangat personal untuk tiap pasien.

Pasien harus mengkonsumsinya rutin seumur hidup dan sekali saja lalai akan waktu minum obat bisa memberi efek kekebalan virus terhadap paparan obat. Akhirnya hal ini memaksa dokter mencari kombinasi baru dari jenis ARV tersebut.

Selain itu pengobatan ini jelas memberi efek samping yang tak ringan. Obat ini memberi efek tampilan asimetris pada pasien terutama karena beberapa bagian tubuh tampak bengkak dan bagian lain tidak, beberapa mengeluhkan masalah pada pencernaan seperti diare, mual, nyeri perut dan beberapa tanda efek samping lain seperti efek alergi, ruam kulit, dan masalah emosi.Harus diakui pengobatan medis untuk HIV/AIDS memang cukup riskan dan memiliki efek tak nyaman pada pasien.

Mungkinkah dengan Obat Herbal HIV/AIDS?

Beberapa penelitian masih terus dikembangkan untuk menemukan solusi terbaik dalam menghadapi penyakit yang termasuk paling mematikan di dunia ini. Namun sejauh ini beberapa solusi termasuk dari jenis obat herbal yang bisa digolongkan dalam obat herbal HIV/AIDS hanya sampai di batas membantu mengatasi kerusakan sistem imunitas dengan membentuk ulang sistem baru dan membantu menurunkan intensitas hidup dari virus HIV.

Tetapi obat herbal HIV/AIDS yang sudah diakui secara klinis belum mampu sepenuhnya menghentikan laju kehidupan virus apalagi mengatasi penyakit sampai tuntas, termasuk beragam jenis herbal yang terkenal sebagai salah satu sumber daya tahan tubuh terbaik.

Namun secara umum beberapa obat herbal HIV/AIDS bisa Anda manfaatkan untuk memberi efek positif mencegah penyebaran virus sekaligus menurunkan risiko munculnya penyakit AIDS. Setidaknya dengan demikian mereka yang sudah mendapat vonis HIV positif masih memungkinkan menjalani hidup yang normal.

Salah satu jenis obat herbal yang ternyata juga masuk dalam penelitian dunia terkait kemampuannya dalam menangani HIV dan efek kerusakan yang diakibatkannya adalah buah mengkudu. Dalam penelitian yang dikembangkan di Hawaii diketahui adanya perpaduan antara scolopetin dan asam kaproat serta asam kaprat dalam mengkudu yang membantu membentuk sistek kekebalan tubuh, sekalipun yang sudah dirusak oleh serangan virus HIV.

Bahkan dalam sistem kekebalan ini terdapat sistem hipokelemestik yang berfungsi sebagai anti virus. Sehingga akan sangat efektif untuk mengatasi seranga virus HIV, termasuk membekukan, menghambat perkembangan dan menon aktifkan virus tersebut.

Selain itu, dengan keberadaan senyawa yang mampu bekerja detoksifikasi dan berpadu dengan kandungan vitamin dan mineral dalam mengkudu, maka kondisi tubuh bisa menjadi lebih prima sehingga tidak mudah mengalami penurunan kondisi tubuh. Ketika pasien dengan HIV mengalami penurunan kondisi tubuh atau mengalami komplikasi seperti memiliki masalah dengan hepatitis atau diabetes, maka efek negatif dari keberadaan virus HIV bisa menjadi dua bahkan tiga kali lebih berat.

Sejauh ini belum ada catatan resmi yang menunjukan kemampuan mengkudu sebagai obat AIDS atau obat untuk membunuh HIV. Tetapi kemampuannya cukup memadai untuk mengatasi keluhan, meredakan efek samping dari serangan virus sekaligus menekan intensitas hidup dari virus ini sendiri. Jadi tak salah kalau kemudian mengkudu juga dinobatkan sebagai obat herbal HIV/AIDS.

FOLLOW US:
instagramsms

Log In or Register