Apa Obat Endometriosis?

584

Diedit:

Pengobatan endometriosis biasanya melibatkan konsumsi obat endometriosis dan operasi pembedahan. Metode pengobatan yang Anda dan dokter Anda pilih akan menentukan seberapa parah gejala yang dialami dan harapan untuk hamil.

Umumnya dokter pertama kali akan merekomendasikan pengobatan konservatif, misalnya dengan obat-obatan, dan mengajukan metode pembedahan sebagai pilihan terakhir.

Obat Pereda Rasa Sakit

Dokter Anda mungkin menyarankan untuk minum obat-obat pereda rasa sakit yang dijual bebas, misalnya obat anti-inflamasi ibuprofen atau naproxen untuk membantu meringankan kram menstruasi. Namun demikian, jika obat-obatan tersebut tidak cukup membantu meringankan gejala endometriosis, Anda mungkin memerlukan metode pengobatan lain.

Terapi Hormon

Hormon-hormon suplemen adakalanya efektif untuk meringankan atau menghilangkan nyeri endometriosis. Ini dikarenakan kenaikan dan penurunan hormon selama siklus menstruasi menyebabkan jaringan endometrium menebal, robek, dan berdarah. Pengobatan endometriosis dengan terapi hormon dapat memperlambat pertumbuhan sekaligus mencegah pembentukan jaringan endometrium baru.

Meski begitu, terapi hormon tidak dapat secara permanen mengobati endometriosis. Ada kemungkinan gejala-gejala endometriosis kembali muncul setelah Anda berhenti melakukan terapi hormon.

Terapi hormon yang digunakan untuk pengobatan endometriosis mencakup:

  • Kontrasepsi hormon. Pil KB dan KB ring membantu mengontrol hormon yang bertanggung jawab dalam penimbunan jaringan endometrium setiap bulannya. Kebanyakan wanita mengalami menstruasi yang lebih ringan dan lebih singkat ketika mereka menggunakan kontrasepsi hormon. Begitu juga, penggunaan kontrasepsi hormon dapat mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri akibat endometriosis.
  • Hormon pelepas gonadotropin (Gn-RH) agonis dan antagonis. Obat-obat endometriosis ini dapat menghambat produksi hormon perangsang ovarium, menurunkan kadar estrogen, serta mencegah menstruasi. Ini menyebabkan jaringan endometrium menyusut.
  • Medroxyprogesterone. Obat suntik ini efektif untuk menghentikan menstruasi dan pertumbuhan endometrium, sehingga sanggup menghilangkan gejala-gejala endometeriosis. Namun obat ini memiliki efek samping seperti penambahan berat badan, berkurangnya kepadatan tulang, dan perasaan depresi.
  • Danazol. Obat endometriosis ini menekan pertumbuhan endometrium dengan menghalangi produksi hormon perangsang ovarium serta mencegah menstruasi. Danazol biasanya bukan pilihan pertama karena bisa menimbulkan efek samping yang serius dan dapat membahayakan janin jika dikonsumsi oleh ibu hamil.
Baca juga:  Gejala-Gejala Endometriosis: Nyeri Haid yang Hebat

Operasi Pembedahan

Metode pengobatan endometriosis ini biasanya diterapkan bagi wanita yang berkeinginan untuk hamil sehingga harus menghilangkan sebanyak mungkin jaringan endometrium yang mengganggu rahim dan ovarium. Operasi ini mungkin juga disarankan dokter pada wanita yang mengalami gejala-gejala berat. Namun, endomteriosis dan gejalanya dapat kambuh di masa mendatang.

Histerektomi

Pada kasus edmoetriosis yang berat, pembedahan untuk mengangkat rahim dan leher rahim (histerektomi total) beserta kedua ovarium mungkin jadi pilihan pengobatan endometriosis yang terbaik. Histerektomi seringkali dianggap sebagai pilihan terakhir, terutama bagi perempuan yang masih berada di usia reproduktif. Anda tidak akan bisa hamil jika menjalani operasi ini.

Sebelum memutuskan metode pengobatan endometriosis yang cocok dan terbaik bagi Anda, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan lebih dari satu dokter. Anda sangat dianjurkan untuk memahami semua pilihan pengobatan yang tersedia dan efek samping yang ditimbulkannya.