Pertanyaan-Pertanyaan Umum seputar Physical Distancing


By Cindy Wijaya

Pemerintah Indonesia menghimbau masyarakat untuk melakukan physical distancing demi memperlambat penyebaran COVID-19. Apa yang dimaksud physical distancing, atau yang sebelumnya disebut social distancing itu? Bagaimana cara yang benar untuk melakukannya agar efektif mencegah penularan virus corona?

Dalam artikel ini akan dijelaskan pertanyaan-pertanyaan umum seputar physical distancing. Semoga informasi ini menjawab kebingungan Anda selama ini. Mari kita perhatikan satu per satu penjelasannya.

Apa yang Dimaksud Physical atau Social Distancing Itu?

Physical distancing atau social distancing maksudnya adalah menjaga jarak fisik antara di antara orang-orang untuk menghindari penyebaran penyakit, terutama di area-area publik.

Bagaimana Cara Melakukan Physical Distancing?

Menjaga jarak fisik sekitar 1 – 2 meter (3 – 6 kaki) antara diri Anda dengan orang lain. Apa hal lain yang perlu dilakukan untuk melakukan physical atau social distancing itu? Anda juga perlu menghindari kerumunan atau tempat-tempat ramai.

Cara melakukannya ialah dengan: bekerja dari rumah, belajar dari rumah, berkomunikasi dengan orang lain lewat perangkat elektronik, dan menunda atau membatalkan pertemuan-pertemuan sosial.

Ilustrasi Physical Distancing
Credit Gambar: health.gov.au

Apa Perlu Melakukan Physical Distancing Itu Jika Merasa Sehat?

Ada banyak kasus dimana COVID-19 hanya menimbulkan gejala yang sangat ringan atau bahkan sama sekali tanpa gejala. Oleh sebab itu Anda atau orang lain masih bisa menularkan penyakit ini meskipun belum merasakan gejala apapun.

Bolehkah Anak-Anak Bermain dengan Anak Lain?

Yang terbaik adalah meminta anak Anda tetap di rumah, dan tidak mengizinkan anak bermain dengan anak-anak lain. Itu sebabnya sekolah-sekolah ditutup sementara ketika terjadi wabah COVID-19.

Bolehkah Pergi ke Rumah Makan?

Banyak kota sudah menerapkan pembatasan-pembatasan mengenai hal ini. Jadi jika di kota Anda sudah ada pembatasan, sebaiknya taati aturan itu. Jika belum ada pembatasan, sebaiknya Anda tetap berhati-hati.

Jika memang tidak perlu, sebaiknya tidak pergi makan di luar. Jika tidak ada pilihan lain, yang paling aman adalah untuk duduk di luar ruangan dan pastikan ada banyak ruang di antara meja-meja makannya.

Bisakah Mengunjungi Orang Tua yang Sudah Lansia atau Kakek-Nenek?

Dalam beberapa kasus, seseorang perlu membantu dan menemani anggota keluarganya yang sudah lansia. Tetapi jika hanya untuk mengunjungi, sebaiknya Anda berhati-hati dan menghindari kontak fisik dengan orang tua yang sudah lansia, khususnya selama ada bahaya penyebaran COVID-19.

Baca Juga:  Cara Buat Hand Sanitizer Sendiri yang Sederhana & Praktis

Tujuannya adalah untuk menjaga keselamatan orang tua, sebab mereka termasuk kelompok orang yang paling rentan terkena penyakit COVID-19 yang parah.

Apa Boleh Pergi ke Gym Selama Physical Distancing Itu?

Sangat berbahaya untuk pergi ke gym jika di wilayah Anda terdapat banyak kasus COVID-19. Ada banyak orang di gym, ruangannya tertutup, dan orang-orang menyentuh berbagai macam peralatan yang sama berulang-ulang tanpa didisinfeksi.

Virus dapat hidup pada permukaan logam atau plastik hingga 3 hari, jadi yang terbaik adalah berolahraga di tempat lain. Pergi lah ke tempat-tempat terbuka yang tidak banyak orang, misalnya pergi berlari atau bersepeda di taman yang luas.

Apa yang Dimaksud Social Distancing?
Credit Photo: Jevtic / iStock

Bisakah Menemui Beberapa Teman?

Bisa, hanya jika beberapa teman saja. Batasi jumlah orang yang saling berinteraksi, dan lebih baik jika hanya dua orang saja.

Bagaimana Mengatasi Kesepian Selama Physical Distancing?

Kita adalah mahluk sosial, jadi kita membutuhkan interaksi sosial satu sama lain. Jadi meski sedang melakukan physical atau social distancing, bukan berarti Anda harus memutuskan sama sekali interaksi dengan orang lain.

Ingatlah bahwa apa yang dimaksud dengan physical atau social distancing itu adalah menjaga jarak fisik, tetapi tidak membatasi interaksi lainnya dengan orang lain. Anda bisa menggunakan cara lain untuk tetap berinteraksi dan menjalin kontak dengan orang-orang yang Anda sayangi. Lakukan itu dengan menggunakan panggilan telepon, video call, dan media sosial.

Apa Hal Lain yang Perlu Dilakukan Selain Physical Distancing Itu?

Di samping melakukan physical distancing, WHO memberikan saran-saran lain untuk melindungi diri kita dari virus corona. Berikut adalah langkah-langkah perlindungan dasar yang disarankan WHO:

  • Sering-sering cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau dengan hand sanitizer berbahan dasar alkohol.
  • Sebisa mungkin jangan menyentuh mata, hidung, dan mulut. Sebab virus bisa menempel di tangan lalu masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, atau mulut.
  • Saat akan bersin atau batuk, selalu tutupi mulut dan hidung dengan siku tangan bagian dalam atau tisu. Kemudian langsung buang tisu itu ke tempat sampah.
  • Segera cari bantuan medis jika Anda mengalami demam, batuk, dan sesak napas. Jika situasinya darurat, Anda bisa menghubungi nomor darurat untuk penanganan corona, yaitu 119.
  • Teruslah ikuti himbauan dan aturan dari pemerintah setempat mengenai penanganan corona.
Baca Juga:  Virus Corona di Pakaian, Apakah Perlu Dikhawatirkan?

Yang terakhir, tetaplah tenang dan jangan panik. Ada banyak kabar-kabar palsu yang beredar, jangan langsung percaya tapi pastikan dulu kebenarannya. Sebaiknya hanya ikuti perkembangan berita dari sumber yang terpercaya.

Kesimpulan tentang Apa Itu Physical atau Social Distancing

Apa yang dimaksud physical atau social distancing itu? Physical atau social distancing maksudnya adalah menjaga jarak fisik antara di antara orang-orang untuk menghindari penyebaran penyakit, terutama di area-area publik.

Bagaimana cara melakukannya? Menjaga jarak fisik sekitar 1 – 2 meter antara diri Anda dengan orang lain. Juga dengan menghindari kerumunan atau tempat-tempat ramai, misalnya dengan bekerja dari rumah, belajar dari rumah, berkomunikasi dengan orang lain lewat perangkat elektronik, dan menunda atau membatalkan pertemuan-pertemuan sosial.

Apakah tetap perlu melakukannya jika merasa sehat-sehat saja? Ada banyak kasus dimana COVID-19 hanya menimbulkan gejala yang sangat ringan atau bahkan sama sekali tanpa gejala. Oleh sebab itu Anda atau orang lain masih bisa menularkan penyakit ini meskipun merasa baik-baik saja.

Bagaimana mengatasi kesepian selama physical distancing? Anda bisa menggunakan cara lain untuk tetap berinteraksi dan menjalin kontak dengan orang-orang yang Anda sayangi. Lakukan itu dengan menggunakan panggilan telepon, video call, dan media sosial.

Apa hal lain yang perlu dilakukan selain physical distancing? Apa hal lain yang perlu dilakukan selain physical distancing? Anda perlu sering-sering cuci tangan; menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut; tutupi mulut dan hidung dengan tisu atau siku tangan saat akan bersin atau batuk; dan segera cari bantuan medis jika demam, batuk, atau sesak napas.

Demikianlah artikel ini yang menjelaskan apa itu physical distancing dan pertanyaan-pertanyaan umum lainnya. Ingatlah untuk tetap tenang dan ikuti arahan dari kalangan berwenang berkenaan dengan situasi ini. Semoga Anda dan keluarga sehat selalu.

Sumber

Sumber Referensi:

Healthline. Got Questions About Social Distancing? These Experts Have Answers. Published: 2020-03-19. URL: https://www.healthline.com/health-news/social-distancing-what-to-know. Accessed: 2020-03-31

John Hopkins Medicine. Coronavirus, Social Distancing and Self-Quarantine. URL: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/coronavirus-social-distancing-and-self-quarantine. Accessed: 2020-03-31

WHO. Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public. Updated: 2020-03-18. URL: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public. Accessed: 2020-03-31

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}