Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

PROMO 12-12, DISKON 10% UNTUK SEMUA PAKET PRODUK, BERLAKU 12-15 DES 2017. HUBUNGI CS KAMI SEKARANG!
Gejala Depresi Gejala Depresi

Apa Itu Depresi dan Bagaimana Gejala-Gejalanya?

Sesekali merasa sedih atau murung adalah hal yang wajar, hampir semua orang pernah mengalaminya. Perasaan sedih adalah reaksi normal karena kehilangan seseorang/sesuatu yang penting, kesulitan-kesulitan hidup, atau karena merasa rendah diri.

Namun apabila perasaan sedih ini menjadi begitu mendalam—dibarengi dengan munculnya rasa putus asa, tak berdaya, dan tidak berguna—hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu sehingga Anda tidak sanggup melakukan aktivitas seperti biasa, kemungkinan depresi adalah penyebabnya. Secara medis kondisi ini disebut sebagai ‘depresi mayor’.

Jika Anda merasa depresi, ingatlah bahwa kondisi ini bisa diatasi dan Anda akan pulih kembali. Pertama-tama, mari kita cari tahu apa saja gejala-gejala yang biasa dialami oleh para penderita depresi.

Apakah Saya Mengalami Gejala-Gejala Depresi?

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM–5), buku manual yang telah digunakan selama lebih dari 10 tahun untuk mendiagnosis gangguan mental (termasuk depresi), merangkum beberapa gejala depresi yang umum:

  • Merasa murung hampir sepanjang hari, terutama di pagi hari.
  • Merasa lelah atau tidak bertenaga hampir setiap hari.
  • Merasa tidak berguna atau merasa bersalah hampir setiap hari.
  • Sulit berkonsentrasi, ragu-ragu membuat keputusan.
  • Insomnia (susah tidur) atau hipersomnia (kebanyakan tidur) hampir setiap hari.
  • Hampir setiap hari tidak punya minat atau tidak menikmati melakukan hampir semua kegiatan.
  • Berkali-kali muncul keinginan untuk mati atau bunuh diri.
  • Punya rasa gelisah atau melambat.
  • Penurunan atau kenaikan berat badan yang drastis.

Dua tanda utama dari depresi adalah suasana hati yang terus murung dan kehilangan minat untuk melakukan hal-hal yang tadinya digemari.

Untuk menentukan seberapa besar kemungkinan seseorang mengalami depresi, gejala-gejala depresi di atas (sedikitnya 5 gejala) haruslah ada hampir sepanjang hari dalam hampir setiap hari atau bahkan setiap hari, setidaknya selama 2 minggu.

Lembaga Kesehatan National Institute of Mental Health mengungkapkan bahwa orang-orang yang sedang depresi tidak selalu mengalami gejala-gejala yang sama. Berapa parah, berapa sering, dan berapa lama gejala-gejala depresi dialami mungkin berbeda-beda tergantung pada keadaan masing-masing.

Gejala-gejala depresi juga mungkin timbul mengikuti suatu pola. Sebagai contoh, seseorang mungkin mengalami depresi dengan ‘mania’ atau ‘hipomania’—kondisi yang disebut ‘manik depresif’ atau ‘gangguan bipolar’. Atau ada juga sindrom depresi mayor yang terjadi dalam pola musiman (dulu disebut sebagai ‘gangguan afektif musiman’).

Ada beberapa jenis manik depresif. Para penderita gangguan bipolar tipe II setidaknya akan mengalami satu tahap depresi mayor dan setidaknya satu tahap hipomania. Penderita gangguan bipolar tipe I akan mengalami setidaknya satu tahap mania, dengan atau tanpa melewati tahap mayor depresi. Ada juga depresi unipolar, dimana seseorang hanya akan mengalami mayor depresi dan tidak pernah sepenuhnya melewati tahap hipomania atau mania.

Apa Itu ‘Hipomania’ dan ‘Mania’?


Mania adalah tahap dimana seorang penderita gangguan bipolar mengalami gejala-gejala yang kebalikan dari apa yang selama ini kita pikirkan mengenai depresi. Sewaktu dalam tahap mania, seseorang mungkin akan:

  • Punya banyak energi
  • Merasa sangat bersemangat
  • Punya banyak ide atau rencana dalam pikiran
  • Bicara dengan cepat
  • Lebih berani ambil risiko
  • Lebih sedikit tidur, tapi tidak merasa lelah
  • Indera-indera jadi lebih peka, seperti indera penciuman dan peraba

Orang yang sedang dalam tahap mania juga mungkin mengalami gejala psikotik berupa delusi atau halusinasi. Ia bisa saja melihat atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada, atau meyakini sesuatu yang tidak masuk akal. Misalnya, ada yang percaya bahwa dirinya punya kekuatan super.

Lalu bagaimana dengan ‘hipomania’? Bisa dibilang ini adalah tahap mania yang gejala-gejalanya lebih ringan. Orang yang sedang dalam tahap hipomania akan merasa sangat baik karena suasana hati sedang bagus-bagusnya dan punya banyak energi daripada biasanya, tetapi tidak sampai tak terkendali seperti pada mania.

Apakah Anak-Anak Bisa Mengalami Depresi?

Ya, faktanya anak-anak pun bisa mengalami gejala-gejala depresi. Tetapi jika seorang anak tampak murung dan emosian, bukan berarti dia pasti sedang depresi. Jika perasaan sedih yang dialaminya selalu ada—hari demi hari—barulah ada kemungkinan depresi adalah penyebabnya.

Perhatikan juga apakah anak mengembangkan perilaku tak biasa yang berpengaruh pada aktivitas sosialnya, minatnya, kegiatan sekolahnya, atau kehidupannya di lingkungan keluarga.

Depresi pada Remaja


Wajar jika seorang remaja sesekali merasa sedih. Akan tetapi, apabila perasaan sedih itu terus-terusan berlangsung selama lebih dari 2 minggu dan dia juga mengalami gejala-gejala depresi lain, kemungkinan dia sedang mengalami depresi remaja.

Depresi di kalangan remaja tampaknya semakin sering terjadi hingga taraf yang mengkhawatirkan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mengungkapkan bahwa depresi adalah penyebab nomor satu dari penyakit serta kelemahan fisik yang dialami anak laki-laki dan perempuan usia 10 – 19 tahun.

Apakah Depresi Bisa Menyebabkan Gejala-Gejala Fisik?

Ya, bisa. Karena zat kimia atau neurotransmitter otak tertentu, khususnya serotonin dan norepinefrin, juga memengaruhi rasa sakit (selain suasana hati), jadi tidak aneh bila seorang yang depresi juga merasakan keluhan secara fisik, di samping gejala-gejala depresi.

Sewaktu depresi, seseorang mungkin akan merasakan nyeri sendi, sakit punggung, gangguan pencernaan, gangguan tidur, serta perubahan selera makan. Gejala-gejala fisik ini juga mungkin disertai oleh perubahan pada cara berbicara dan bergerak yang menjadi lebih lambat. Cukup banyak orang pergi ke dokter untuk memeriksakan keluhan fisik yang mereka alami, tetapi dokter menemukan bahwa mereka ternyata sedang mengalami depresi.

Tak jarang depresi juga muncul bersamaan dengan gangguan mental lain, seperti gangguan cemas, gangguan obsesif impulsif (OCD), gangguan panik, fobia, serta kelainan perilaku makan. Dan sering kali gangguan-gangguan mental seperti itu menimbulkan gejala-gejala fisik yang mungkin cukup mengkhawatirkan.

Depresi, baik yang ringan maupun yang berat, umumnya dapat diatasi dengan bantuan obat dan dokter spesialis. Perubahan pada gaya hidup dengan mengupayakan kesehatan fisik melalui makanan bergizi, cukup tidur, dan olahraga, juga dapat berdampak baik bagi kesehatan mental.

Meskipun sewaktu depresi seseorang merasa tidak ada jalan keluar dari keadaannya, namun ingatlah bahwa depresi adalah penyakit mental yang dapat dipulihkan. Jika Anda mengalami gejala-gejala depresi, cobalah lakukan upaya-upaya untuk mengatasinya dan cari bantuan dokter spesialis bila perlu.

Baca juga artikel selanjutnya yang akan bermanfaat bagi Anda untuk keluar dari cengkeraman depresi: 10 Langkah Cermat untuk Mengatasi Depresi yang Gampang Dipraktikkan.

BACA JUGA ARTIKEL REKOMENDASI HERBAL BERIKUT:

Noni Juice Teruji Untuk Darah Tinggi, Diabetes, Asam Urat, Gangguan Jantung

noni fruit 10
Noni juice telah membantu banyak orang untuk bebas dari darah tinggi, diabetes tipe 1 & 2, asam urat, gangguan jantung. Noni juga efektif untuk penderita kolesterol, stroke, sulit tidur, stress […] Baca Selengkapnya »

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kunjungi halaman hotline kami »
FOLLOW DEHERBA.COM:
instagram