Anemia: Ketika Tubuh Kekurangan Sel Darah Merah


By Cindy Wijaya

Jika seseorang mengatakan wajah Anda terlihat sangat pucat dan Anda sendiri merasa sangat pusing, apa yang terlintas dalam pikiran? Kebanyakan orang pasti bilang bahwa itu adalah tanda-tanda kurang darah. Anemia merupakan salah satu penyakit yang paling sering dikaitkan dengan kurang darah. Apa sebenarnya anemia itu?

Anemia adalah kondisi di mana Anda tidak mempunyai sel darah merah yang memadai untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Ada banyak jenis anemia dan setiap jenisnya memiliki penyebabnya sendiri.

Selain wajah atau kulit yang terlihat pucat dan pusing kepala, gejala anemia bervariasi tergantung dari penyebabnya. Namun gejala yang paling umum dialami adalah sebagai berikut:

  • Kelelahan
  • Jantung berdetak cepat atau tidak beraturan
  • Sesak napas
  • Nyeri di dada
  • Tangan dan kaki terasa dingin
  • Sakit kepala

Pada awalnya gejala anemia sangat ringan atau bahkan tidak terasa sama sekali, namun lama-kelamaan gejalanya memburuk jika tidak ditangani.

Apa Penyebab Seseorang Menderita Anemia?

Seseorang menderita anemia ketika darahnya tidak mengandung cukup banyak sel darah merah. Ini bisa terjadi karena:

  • Tubuh tidak memproduksi sel darah merah yang cukup
  • Kehilangan banyak darah akibat pendarahan
  • Memiliki kelainan yang tubuh menghancurkan sel darah merah

Peran Sel Darah Merah dalam tubuh

Tubuh secara alami memproduksi 3 jenis sel darah—sel darah putih untuk memerangi infeksi, trombosit untuk membantu pembekuan darah, dan sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh Anda.

Sel darah merah mengandung hemoglobin yang berwarna merah dan mengandung protein yang kaya akan zat besi—inilah sebabnya darah berwarna merah. Hemoglobin memungkinkan sel darah merah untuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, serta membawa karbondioksida dari seluruh tubuh ke paru-paru supaya bisa dikeluarkan melalui pernapasan.

Sebagian besar sel darah, termasuk sel darah merah, diproduksi secara berkala di dalam sumsum tulang yang terdapat pada rongga dari banyak tulang besar Anda. Untuk memproduksi hemoglobin dan sel darah merah, tubuh membutuhkan zat besi, vitamin B-12, folat dan nutrisi lain dari makanan yang Anda makan.

Bagaimana Cara Mencegah Anemia?

Anemia dapat dicegah dengan mengubah pola makan dan jenis makanan yang Anda konsumsi. Karena sedikit banyak nutrisi dan vitamin dalam makanan berperan penting dalam produksi sel darah merah. Pilihlah makanan yang mengandung:

  • Zat besi—Misalnya daging, kacang-kacangan, sereal yang diperkaya zat besi, sayuran berwarna hijau gelap, dan buah yang dikeringkan.
  • Folat—Seperti jeruk, pisang, sayuran berdaun hijau gelap, kacang-kacangan, dan roti atau sereal yang diperkaya folat.
  • Vitamin B-12—banyak ditemukan dalam daging dan produk susu, juga sering ditambahkan ke beberapa jenis sereal dan produk kedelai (seperti susu kedelai).
  • Vitamin C—terkandung dalam jeruk, melon, dan beri yang mengoptimalkan penyerapan zat besi.

Karena anemia paling sering diakibatkan oleh kekurangan zat besi dan vitamin, ada baiknya Anda memeriksa kembali jenis makanan yang sering dikonsumsi. Dengan begitu, Anda bisa menghindari gejala-gejala yang tidak mengenakkan dari anemia.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.