Anjuran dan Pantangan Makanan untuk Penderita Anemia


By Cindy Wijaya

Anemia dapat membuat Anda merasakan kelelahan, pusing, dan sesak napas. Ini terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat, sehingga lebih sedikit oksigen yang dialirkan ke seluruh tubuh. Ada banyak jenis anemia, salah satu yang paling umum diderita adalah anemia defisiensi zat besi, yaitu jika tubuh kekurangan zat besi untuk membuat sel darah merah.

Selain itu kekurangan folat juga memengaruhi kemampuan tubuh Anda dalam memproduksi sel darah merah. Pola makan yang kaya akan zat besi, vitamin B, dan vitamin C dapat membantu memperbaiki masalah anemia.

Dalam artikel ini akan dikupas mengenai anjuran dan pantangan makanan untuk penderita anemia, khususnya jenis anemia defisiensi zat besi.

Anjuran Makanan untuk Penderita Anemia

Salah satu cara utama untuk mengatasi anemia adalah mengubah pola makan Anda. Pola makan terbaik untuk penderita anemia biasanya meliputi makanan yang kaya zat besi dan vitamin penting lain untuk membantu tubuh memproduksi hemoglobin dan sel darah merah. Juga termasuk makanan yang membantu tubuh menyerap zast besi dengan lebih baik.

Ada dua jenis zat besi yang terdapat dalam makanan: zat besi heme dan zat besi non-heme.

Zat besi heme terdapat dalam daging, unggas, dan makanan laut (seafood). Zat besi non-heme terdapat dalam makanan nabati (dari tumbuh-tumbuhan) dan makanan yang diperkaya zat besi. Tubuh Anda dapat menyerap kedua jenis tersebut, tetapi lebih mudah menyerap zat besi heme.

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG), kebutuhan zat besi per hari untuk pria adalah sekitar 10 mg dan 12 mg untuk wanita.

Meskipun setiap penderita anemia berbeda-beda, namun sebagian besar membutuhkan 150 – 200 mg zat besi setiap hari. Untuk memenuhi kebutuhan zat besi Anda mungkin perlu mengonsumsi zat besi yang diresepkan dokter atau suplemen zat besi yang dapat dibeli tanpa resep.

Tambahkan jenis-jenis makanan berikut ini ke dalam pola makan harian Anda untuk memperoleh lebih banyak zat besi dan membantu mengatasi anemia.

Sayuran Berdaun Hijau

Sayuran berdaun hijau terutama, yang berwarna hijau gelap, merupakan anjuran makanan untuk penderita anemia karena sumber terbaik zat besi non-heme. Contoh sayuran hijau itu antara lain bayam, kangkung, kale, sawi hijau, dan brokoli.

Beberapa sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, dan sawi hijau, juga mengandung folat. Pola makan kurang folat juga dapat menyebabkan anemia (jenis anemia defisiensi folat). Buah-buahan jeruk, kacang-kacangan, dan serealia utuh juga adalah sumber yang baik untuk mendapat folat.

Tetapi bijaksanalah dalam mengonsumsi sayuran berdaun hijau gelap. Beberapa sayuran yang tinggi zat besi, seperti bayam dan kale, juga tinggi kandungan oksalat. Oksalat dapat mengikat zat besi, mencegahnya penyerapan zat besi non-heme.

Jadi walaupun mengonsumsi sayuran hijau umumnya aman, Anda sebaiknya jangan hanya mengandalkan sayuran hijau untuk mengatasi anemia.

Vitamin C dapat membantu lambung untuk menyerap zat besi. Karena itu mengonsumsi sayuran berdaun hijau bersama dengan makanan yang mengandung vitamin C seperti jeruk, cabai merah, dan stroberi dapat meningkatkan penyerapan zat besi. Beberapa sayuran hijau juga merupakan sumber zat besi sekaligus vitamin C yang baik, seperti brokoli dan sawi hijau.

Daging dan Unggas

Semua daging dan unggas merupakan anjuran makanan untuk penderita anemia karena mengandung zat besi heme. Daging merah, domba, dan daging rusa adalah sumber terbaik untuk zat besi heme. Sedangkan daging unggas dan ayam memiliki jumlah yang lebih rendah.

Mengonsumsi daging atau unggas bersama dengan makanan yang mengandung zat besi non-heme, seperti sayuran berdaun hijau, juga dengan buah-buahan kaya vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi.

Hati

Banyak orang menghindari makan daging organ (jeroan), tetapi sebenarnya jeroan adalah sumber zat besi yang hebat.

Hati bisa dibilang adalah daging organ atau jeroan yang paling populer. Hati kaya akan zat besi dan folat. Beberapa jenis jeroan lain yang kaya zat besi adalah jantung, ginjal, dan lidah sapi.

Seafood

Beberapa jenis seafood mengandung zat besi heme. Kerang-kerangan seperti tiram, kepiting, kerang, simping, dan udang adalah sumber yang baik. Sebagian besar ikan juga mengandung zat besi.

Ikan dengan kadar zat besi terbaik antara lain: tuna, makerel, mahi mahi, pompano, dan salmon.

Walaupun ikan sarden kalengan adalah sumber zat besi yang baik, namun ikan ini juga tinggi kalsium.

Kalsium dapat mengikat dengan zat besi dan mengurangi penyerapannya. Makanan tinggi kalsium tidak boleh dimakan bersamaan dengan makanan kaya zat besi.

Contoh lain dari makanan kaya kalsium antara lain: susu, susu nabati yang diperkaya kalsium, yogurt, kefir, dan keju.

Kacang

Kacang adalah sumber zat besi yang baik sehingga menjadi anjuran makanan untuk penderita anemia. Kacang juga harganya terjangkau dan bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan.

Berikut adalah beberapa contoh kacang yang kaya zat besi: kacang kedelai, kacang polong atau ercis, kacang jogo, kacang arab, kacang tunggak, kacang pinto, kacang hitam, dan kacang kratok atau kacang jawa.

Kacang-kacangan dan Biji-bijian

Banyak jenis kacang-kacangan dan biji-bijian merupakan sumber zat besi yang baik. Rasanya juga enak untuk dimakan sendiri atau untuk dicampurkan ke bahan makanan lain.

Beberapa kacang-kacangan dan biji-bijian yang mengandung zat besi antara lain: biji labu, kacang mete, kacang pistasio, biji rami, kacang pinus, dan biji bunga matahari.

Kacang-kacangan yang mentah dan yang dipanggang memiliki jumlah zat besi yang sama.

Kacang almond juga merupakan sumber zat besi yang baik. Kacang ini bagus sebagai bagian dari rencana makan yang sehat, tetapi karena juga tinggi kalsium, jadi mungkin kurang efektif untuk meningkatkan asupan zat besi yang banyak.

Pantangan Makanan untuk Penderita Anemia

Ada juga pantangan makanan untuk penderita anemia. Karena ada jenis-jenis makanan yang dapat menghambat penyerapan zat besi dan folat oleh tubuh, sehingga makanan tersebut perlu dihindari oleh penderita anemia jenis defisiensi zat besi dan defisiensi folat.

Tanin

Tanin adalah zat alami yang terdapat dalam banyak makanan nabati (dari tumbuh-tumbuhan). Zat ini terdapat dalam teh hitam, teh hijau, teh rooibos, kopi, anggur, sorgum, dan jagung.

Zat tanin dapat mengganggu penyerapan zat besi non-heme dari sumber nabati seperti dari kacang-kacangan dan sayuran berdaun hijau. Jadi jika Anda menderita anemia defisiensi zat besi, sebaiknya masukkan asupan tanin ke dalam pantangan makanan untuk penderita anemia.

Ilustrasi Pantangan Makanan untuk Penderita Anemia
Credit Photo: igra.design – Shutterstock

Gluten

Bagi orang-orang yang didiagnosis menderita penyakit celiac (jenis kelainan autoimun yang diturunkan), mengonsumsi gluten dapat merusak dinding usus sehingga mengganggu penyerapan zat gizi seperti folat dan zat besi.

Jika tidak diatasi, masalah penyerapan ini dapat menyebabkan anemia. Gluten terdapat dalam gandum, barli, gandum hitam, oat, dan makanan yang terbuat dari jenis-jenis serealia itu. Namun gluten hanya menjadi pantangan makanan untuk penderita anemia bila Anda terdiagnosis memiliki penyakit celiac atau memiliki alergi atau insensitivitas (ketidakpekaan) terhadap protein.

Fitat

Fitat, atau asam fitat, umumnya terdapat dalam makanan dengan kandungan serat tinggi, seperti gandum utuh, kacang polong, kacang-kacangan, dan beras merah. Versi halus dari makanan ini seperti nasi putih atau tepung putih sudah dihilangkan dedak atau sekamnya dan karena itu mengandung lebih sedikit asam fitat. Fitat mengikat dengan zat besi dalam sistem pencernaan, sehingga menghambat penyerapannya.

Menurut Linus Pauling Institute, sedikitnya 5 – 10 mg fitat dapat menghambat penyerapan zat besi hingga 50 persen. Disarankan untuk merendam makanan yang mengandung fitat sebelum memasaknya untuk membantu menghilangkan atau mengurangi kandungan asam fitatnya.

Kalsium (Jika Bersamaan dengan Zat Besi)

Kalsium dapat mengganggu penyerapan zat besi, sehingga mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium bersamaan makanan yang mengandung zat besi akan memengaruhi seberapa banyak zat besi yang diserap tubuh.

Karena itulah pola makan untuk penderita anemia harus disesuaikan agar Anda mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium di waktu yang berbeda dengan makanan sumber zat besi. Misalnya, daging sapi, kacang-kacangan, dan sayuran berdaun hijau tidak boleh dimakan bersama dengan susu, keju, dan yogurt.

Penghambat Zat Besi Lainnya

Kafein dan anemia sering saling berkaitan, jadi jika Anda mengonsumsi banyak kopi, batasilah asupannya agar tidak membatasi penyerapan zat besi Anda. Konsumsi alkohol jangka panjang juga dapat menghambat penyerapan folat dan menghambat fungsi zat besi, sehingga sebaiknya masukkan alkohol ke dalam pantangan makanan untuk penderita anemia.

Kesimpulan tentang Anjuran dan Pantangan Makanan untuk Penderita Anemia

Tidak ada yang namanya makanan ajaib untuk mengatasi anemia. Tetapi dengan menyesuaikan pola makan, Anda dapat mengendalikan asupan zat besi yang dibutuhkan untuk mengendalikan anemia.

Beberapa anjuran makanan untuk penderita anemia antara lain: sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan dan biji-bijian, seafood, daging, serta sayuran dan buah yang kaya vitamin C.

Sedangkan beberapa pantangan makanan untuk penderita anemia antara lain: makanan dan minuman yang mengandung tanin, gluten (jika memiliki penyakit celiac), makanan dan minuman yang mengandung banyak asam fitat, dan mengonsumsi kalsium bersamaan dengan zat besi.

Demikianlah artikel ini yang mengupas tentang makanan untuk penderita anemia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk membantu mengatasi keluhan Anda. Temukan juga informasi-informasi lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Healthline. Best Diet Plan for Anemia. https://www.healthline.com/health/best-diet-plan-for-anemia

Livestrong.com. 5 Things to Remember When Choosing Food If You Have Anemia. https://www.livestrong.com/article/367750-foods-to-avoid-with-anemia/

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>