8 Gejala Umum Anemia; Apakah Anda Kekurangan Darah?


By Cindy Wijaya

Apakah Anda menderita kekurangan darah? Tanda dan gejala anemia berbeda-beda tergantung pada jenisnya, penyebab dibaliknya, tingkat keparahannya, dan apakah ada masalah kesehatan lain yang menyertai, misalnya pendarahan, gangguan menstruasi, atau kanker. Kemungkinan gejala dari masalah kesehatan tersebut-lah yang lebih dulu terlihat.

Tubuh kita juga memiliki kemampuan luar biasa untuk mengimbangi dampak dari anemia tahap awal. Jika anemia masih ringan atau telah berkembang dalam jangka waktu lama, Anda kemungkinan tidak akan merasakan adanya gejala yang jelas.

Meskipun begitu, tetap ada beberapa tanda peringatan yang dapat diperhatikan. Bila sanggup menyadarinya sejak awal lalu mengobatinya, maka hal tersebut akan secara drastis mempercepat proses kesembuhan dari anemia.

Berikut ini adalah sejumlah ciri-ciri anemia yang bisa dialami oleh 4 kategori: gejala umum anemia, gejala yang disebabkan oleh kekurangan zat besi, gejala yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12, dan gejala yang disebabkan oleh keracunan timbal kronis. Jika melihat ciri-ciri anemia ini pada diri Anda, segeralah periksakan diri ke dokter.

Kelelahan dan Kehilangan Energi

Kelelahan merupakan gejala anemia yang sangat umum. Malahan ini sering kali menjadi salah satu tanda awal masalah kesehatan pada orang-orang yang mengalami kehilangan energi yang tidak jelas sebabnya, sehingga mereka pergi ke dokter karena gejala kelelahan ini.

Berdasarkan info dari Mayo Clinic, sejumlah jenis anemia, seperti anemia akibat kekurangan zat besi atau vitamin B12, dapat menyebabkan kelelahan ekstrim karena kadar rendah dari hemoglobin. Namun, kelelahan juga bisa disebabkan oleh banyak masalah kesehatan lain (misalnya pendarahan dalam).

Kenaikan Drastis Detak Jantung, Terutama Setelah Olahraga

Berdasarkan riset oleh lembaga National Heart Lung and Blood Institute (NHLBI), anemia berdampak buruk pada sistem kardiovaskular (dan jantung) karena tubuh membutuhkan zat besi untuk menciptakan hemoglobin—komponen penting yang mengangkut oksigen dari paru-paru ke berbagai jaringan serta organ tubuh.

Itu berarti jika zat besi kurang, maka berkurang juga suplai oksigen sehingga fungsi organ-organ juga terpengaruh. Kekurangan suplai oksigen tersebut akan secara drastis berdampak pada sistem kardiovaskular dan jaringan-jaringan otot yang terkait.

Tubuh penderita anemia kemudian akan memproduksi sel-sel darah merah dalam jumlah yang jauh berkurang, yang tidak mengandung kadar hemoglobin mencukupi untuk mengangkut oksigen darah. Kekurangan darah beroksigen tersebut lalu mengakibatkan kelelahan ekstrim, dan dalam jangka panjang, berakhir dengan kerusakan organ tubuh (misalnya otak dan jantung).

Sakit Kepala dan Sesak Napas, Terutama Saat Olahraga

Selain dari gejala anemia berupa kelelahan dan kelemahan akibat kurangnya darah beroksigen, anemia juga dapat menimbulkan sakit kepala, kliyengan, dan sesak napas, terutama jika Anda tiba-tiba berdiri atau beraktivitas fisik.

Dalam kasus anemia parah, jaringan dan organ tubuh menjadi kekurangan darah dan oksigen untuk berfungsi secara efisien. Dalam jangka panjang, sel-sel tubuh akan mulai mati—suatu kondisi yang disebut sebagai iskemia. Para penderita anemia parah atau anemia sel sabit mungkin mengalami iskemia parah akibat terhambatnya aliran darah, terutama di kaki dan tangan, yang bisa berakhir pada amputasi.

Dalam kasus anemia parah, dan penderita anemia yang juga pengidap kanker, beberapa ciri-ciri anemia yang paling umum adalah kelelahan dan sesak napas. Hal ini menyulitkan mereka untuk menjaga tingkat energi normal dan berakivitas biasa, sehingga bisa sangat berdampak buruk dalam kehidupan sehari-hari.

Pusing

Rasa pusing, atau tiba-tiba merasa kliyengan sering kali berkaitan dengan gejala anemia tahap awal dan juga salah satu keluhan yang membuat orang-orang pergi ke dokter. Pusing bisa berkaitan dengan gangguan pada otak, penglihatan, vertigo, dan bahkan pada sistem pencernaan.

Akan tetapi, pada penderita anemia, yang dicirikan dengan kurangnya jumlah sel darah merah atau hemoglobin, keluhan pusing juga cukup sering terjadi. Anemia mengakibatkan berkurangnya atau terhambatnya produksi sel-sel darah merah atau hemoglobin, yang bertanggung jawa untuk mengangkut oksigen ke jaringan serta organ vital.

Jika suplai darah berkoksigen berkurang, maka tubuh akan menunjukkan ciri-ciri anemia berupa kelelahan yang tiba-tiba, kelemahan otot, meningkatnya detak jantung, kulit pucat, sesak napas, juga pusing atau kliyengan. Bahkan kadang juga disertai kejang-kejang.

Kulit Pucat

Kulit pucat adalah ciri-ciri anemia lain yang sering muncul. Gejala pucat mungkin menandakan adanya penurunan aliran darah atau produksi sel-sel darah marah. Kulit yang tiba-tiba menjadi pucat harus secepatnya diperiksakan ke dokter, terutama jika itu kemungkinan adalah gejala anemia akibat berkurangnya sel-sel darah merah.

Kulit pucat juga kadang-kadang dialami oleh penderita anemia akut, yang sering terjadi akibat kehilangan banyak darah (misalnya karena luka besar, operasi bedah, atau pendarahan dalam). Anemia kronis (atau bertahap) jauh lebih sering dialami dan terjadi jika tubuh tidak memproduksi cukup zat besi.

Anemia kronis bisa terjadi akibat beragam masalah kesehatan, misalnya hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid), gagal ginjal kronis, serta kanker tulang.

Kram Kaki

Kram kaki, khususnya saat melakukan aktivitas fisik, adalah gejala anemia lain yang umum terjadi. Namun penderita anemia parah mungkin mengalami kram kaki menyakitkan meski sedang beristirahat

Penderita anemia ringan dapat mengalami gejala kram kaki yang tidak terlalu parah saat berjalan, berlari, atau berdiri dalam waktu lama. Tetapi jika kram kaki disertai dengan keluhan sesak napas, pusing, kelelahan ekstrem yang tidak jelas sebabnya, kelemahan otot, dan kulit pucat, mungkin itu adalah ciri-ciri anemia yang lebih berat.

Insomnia (Susah Tidur)

Kalau Anda susah tidur di malam hari, ada kemungkinan itu adalah gejala anemia. Berdasarkan studi tahun 2008 di Irlandia yang berjudul “Restless Legs Syndrome and Periodic Limb Movement Disorder in Children and Adolescents”, disebutkan bahwa insomnia dan gangguan tidur lain (misalnya sindrom kaki gelisah) terjadi pada anak-anak dan remaja, juga orang dewasa dan lansia akibat kekurangan zat besi.

Dalam studi ini, sekelompok pasien lansia di sebuah rumah sakit Irlandia dipantau dan didapati bahwa penyebab sindrom kaki gelisah yang mereka alami adalah kekurangan zat besi. Ketika pasien diberikan suplemen zat besi, terlihat bahwa gejala insomnia dan sindrom kaki gelisah mereka berkurang.

Studi tahun 2002 dari Nepal juga mendapati bahwa sindrom kaki gelisah berkaitan erat dengan zat besi dalam tubuh, dimana ditemukan bahwa penyimpanan zat besi dalam tubuh yang abnormal sering menimbulkan sindrom kaki gelisah dan insomnia pada kelompok bayi berusia 6 – 18 bulan. Studi yang sama menunjukkan perubahan positif setelah pasien diberikan terapi zat besi.

Kesulitan Berkonsentrasi

Hemoglobin adalah protein pembawa oksigen di dalam sel darah merah. Kekurangan hemoglobin akan memengaruhi bukan saja produksi sel darah merah dan pengangkutan oksigen ke organ, otot, dan jaringan tubuh, tetapi juga berdampak pada suasana hati, tingkat energi, dan kemampuan membuat keputusan serta berkonsentrasi.

Jika tubuh kekurangan nutrisi-nutrisi penting seperti folat, zat besi, dan vitamin B12, maka anemia bisa saja terjadi. Anemia ringan saja sudah bisa membuat fungsi-fungsi tubuh Anda menurun. Akibatnya, muncul lah ciri-ciri anemia seperti suasana hati yang buruk sehingga mudah tersinggung atau murung.

Tingkat energi juga berkurang secara tak terduga, menyebabakn kelelahan ekstrim dan tiba-tiba. Dan Anda juga mungkin kesulitan untuk tetap fokus, membuat keputusan, dan berkonsentrasi.

Jika Anda melihat atau mengalami beberapa ciri-ciri anemia seperti di atas, bicarakanlah dengan dokter Anda. Sebaiknya jangan tangani sendiri penyakit kurang darah ini, misalnya dengan mengonsumsi suplemen zat besi tanpa saran dari dokter.

Hal tersebut justru bisa menyebabkan masalah kesehatan lain jika terlalu banyak asupan zat besi ke dalam darah Anda. Komplikasi dari kelebihan zat besi di dalam darah termasuk sembelit dan bahkan kerusakan pada hati. Karena itu bekerjasama lah dengan dokter untuk mengatasi berbagai gejala anemia yang Anda alami.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.