Anda Mengalami Gejala Mulut Kering? Cari Tahu Apa Penyebabnya!

990

Ludah (saliva) berfungsi untuk melembapkan mulut dan membantu proses pencernaan. Jika kekurangan ludah, mulut akan terasa kering dan bibir Anda menjadi pecah-pecah, tampak juga robekan pada kulit di sudut mulut. Tentu tidak nyaman rasanya, apalagi kalau pekerjaan Anda mengharuskan untuk sering berbicara.

Mulut kering (xerostomia) disebabkan oleh penurunan produksi ludah di dalam rongga mulut oleh kelenjar saliva. Tanpa saliva yang cukup, makanan dalam mulut akan tampak kering dan sulit ditelan. Selain itu, lidah yang kering membuat rasa makanan menjadi aneh.

Dampak yang ditimbulkannya bukan hanya perasaan tidak enak saat mengunyah dan menelan makanan, masalah gigi pun dapat terjadi. Karena ludah membantu mencegah gigi berlubang dengan membatasi pertumbuhan bakteri dan membersihkan sisa makanan. Di dalamnya juga terkandung enzim yang bermanfaat bagi proses pencernaan.

Apa Saja Gejala yang Ditimbulkan Mulut Kering?

Ketika kelenjar ludah tidak memproduksi cukup air liur, Anda mungkin menyadari ada tanda dan gejala sebagai berikut:

  • Air liur tampak kental dan berserabut
  • Luka atau kulit pecah-pecah di sudut-sudut mulut Anda
  • Bibir pecah-pecah
  • Bau mulut tidak sedap
  • Kesulitan berbicara dan menelan makanan
  • Sakit tenggorokan
  • Lidah tidak sanggup mengecap rasa makanan dengan baik
  • Infeksi jamur di mulut Anda
  • Peningkatan jumlah plak, gigi berlubang atau rusak, serta penyakit gusi
  • Pada wanita, mulut kering dapat menyebabkan lipstik menempel di gigi

Apa yang Menjadi Penyebab Mulut Kering?

Obat-obatan. Ratusan jenis obat-obatan, termasuk obat tanpa resep, menghasilkan mulut kering sebagai efek sampingnya. Di antara obat-obatan ini, yang paling sering jadi penyebab mulut kering adalah obat-obatan yang digunakan untuk meringankan depresi atau rasa cemas berlebih. Selain itu, jenis obat lain yang memicu adalah obat antihistamin, dekongestan, obat penurun tekanan darah tinggi, anti-diare, serta obat penyakit Parkinson.

Usia. Seiring bertambahnya usia, resiko mengalami mulut kering akan semakin besar. Resiko ini berasal dari jenis obat-obatan yang digunakan dan kondisi kesehatan yang dialami oleh orang tua. Kondisi kesehatan bisa saja menyebabkan mulut menjadi kering.

Terapi Penyembuhan Kanker. Obat kemoterapi dapat mengubah sifat alami dan jumlah produksi saliva. Jenis pengobatan ini menghasilkan radiasai yang bisa merusak kelenjar saliva, sehingga tidak sanggup memproduksi ludah yang cukup.

Kerusakan Saraf. Cedera atau operasi yang menyebabkan kerusakan saraf di bagian kepala dan leher dapat membuat mulut kering.

Kondisi Kesehatan Lain. Mulut kering mungkin juga diakibatkan oleh kondisi kesehatan—atau pengobatannya, dan mencakup sindrom Sjorgren, diabetes, penyakit Parkinson, HIV/AIDS, gangguan kecemasan serta depresi. Stroke dan penyakit Alzheimer dapat membuat Anda merasa mulut kering, sekalipun kelenjar saliva sudah memproduksi cukup ludah. Selain itu, mendengkur dan bernapas lewat mulut juga berkontribusi menyebabkan mulut kering.

Penggunaan Tembakau. Kebiasaan merokok atau mengunyah tembakau berpotensi memperparah gejala mulut kering.

Setelah mengetahui berbagai penyebab dan gejala mulut kering, mungkin sudah saatnya Anda mulai memperhatikan kesehatan mulut. Karena masalah ini seringkali dapat dikurangi gejalanya dengan cara yang sederhana, misalnya sikat gigi, minum banyak air, serta pola makan yang baik.