Kiat Mengobati Suara Serak


By Cindy Wijaya

Sebagian besar orang pasti pernah mengalami masa-masa di mana suara mereka terdengar sangat parau, kasar, lemah, atau bahkan hilang sama sekali. Kalau pernah mengalaminya, Anda akan merasa sulit untuk berkomunikasi dengan baik. Kenapa suara bisa menjadi serak? Simak apa penyebab dan kiat mengobatinya dalam artikel ini!

Suara menjadi serak karena pita suara membengkak atau mengalami peradangan sehingga tidak mampu bergetar dengan normal. Akibatnya suara yang dihasilkan terdengar tidak wajar atau bahkan tidak ada suara sama sekali.

Selain membuat sulit berbicara, kondisi ini biasanya juga disertai sedikit nyeri dan rasa gatal di tenggorokan. Ketika serak, suara Anda dapat berubah nada—terdengar lebih tinggi atau lebih rendah.

Umumnya penyebab suara serak adalah infeksi, khususnya infeksi virus pada sistem pernapasan atas seperti pilek atau flu. Namun, suara serak dapat juga disebabkan oleh ketegangan suara akibat berteriak atau terlalu banyak bersuara. Beberapa penyebab lainnya yaitu alergi, merokok, refluks kronis, asam lambung ke dalam kerongkongan.

Kondisi suara serak bisa bersifat akut atau kronis. Pada kondisi akut biasanya tidak serius, tapi suara serak yang kronis atau berkepanjangan dapat mengindikasikan kondisi kesehatan yang serius.

Bagaimana cara mengobati suara serak? Ikutilah kiat-kiat di bawah ini untuk mengobati suara serak dan mencegahnya bertambah parah.

Istirahatkanlah suara Anda. Sebisa mungkin jangan terlalu banyak berbicara, kecuali jika benar-benar perlu. Tahan juga keinginan untuk bernyanyi. Jika Anda harus berbicara di depan umum, manfaatkan pengeras suara.

Jangan berbisik. Ketika harus berbicara, usahakan supaya tidak berbisik karena justru menyebabkan lebih banyak ketegangan pada pita suara dibandingkan berbicara normal.

Banyak minum cairan hangat dan tidak berkafein. Cairan hangat membantu mempertahankan kelembapan tenggorokan. Selain itu, Anda bisa mengisap tablet isap, berkumur dengan air garam, atau mengunyah permen karet yang guna menjaga kelembapan.

Hirup uap panas. Letakkan kepala di atas mangkuk berisi air panas (bukan air mendidih) dan tutup kepala dengan handuk agar uap air panas tidak keluar. Anda juga bisa bernapas uap panas ketika mandi air hangat.

Berhenti merokok dan minum alkohol. Alkohol dan rokok membuat tenggorokan Anda kering dan menyebabkan iritasi pada pita suara. Juga, hindari asap rokok jika Anda perokok pasif.

Hindari obat dekongestan—karena obat ini dapat membuat tenggorokan kering dan memperparah suara serak.

Hindari pemicu infeksi pernapasan atas. Sering-seringlah cuci tangan dan hindari kontak dengan orang yang sedang mengalami infeksi pernapasan atas, misalnya flu.

Jika suara Anda tidak kunjung pulih selama lebih dari dua minggu, carilah pengobatan medis. Selain itu, segera periksa ke dokter jika gejala suara serak dibarengi dengan suara napas melengking ketika menarik napas, mengeluarkan air liur berlebihan, sulit menelan, dan disertai demam lebih dari 39°C. Karena ini bisa jadi gejala penyakit epiglotitis yang membutuhkan penanganan medis.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}